Musyawarah Daerah (Musda) ASEPHI Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda pada tanggal 11 Mei 2026 menetapkan Rones Triyono sebagai Ketua BPD ASEPHI Kalimantan Timur untuk periode kepengurusan 2026-2031. Rones menggantikan Ketua BPD Kaltim terdahulu, Fanti Wahyu Nurvita. Pergantian kepemimpinan itu diharapkan menjadi momentum penguatan industri kerajinan dan wastra daerah agar semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Musda yang dirangkai dengan acara halal bihalal tersebut turut dihadiri Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan, Wakil Ketua Umum I ASEPHI Hatman, Sekretaris Jenderal ASEPHI Aziz Bakhtiar, serta jajaran pengurus pusat lainnya. Kegiatan itu menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus evaluasi program kerja BPD ASEPHI Kalimantan Timur selama periode sebelumnya.
Dalam forum tersebut, pengurus ASEPHI Kaltim menegaskan komitmen untuk melanjutkan penguatan sektor kriya dan wastra berbasis budaya lokal. Kalimantan Timur dinilai memiliki potensi besar karena kekayaan hayati, keragaman suku, dan budaya yang melahirkan produk kerajinan khas yang tidak dimiliki daerah lain.
“Wilayah yang luas dengan keragaman hayati, suku dan budaya menjadikan Kaltim memiliki beragam kerajinan endemik yang hanya bisa didapatkan di Kalimantan Timur,” demikian disampaikan dalam laporan pertanggungjawaban Ketua BPD ASEPHI Kaltim terdahulu, Fanti.
Selama periode kepengurusan terdahulu, ASEPHI Kaltim menjalankan sejumlah program penguatan UMKM kriya, mulai dari seminar budaya, workshop digital marketing, pelatihan ekspor, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor perbankan.
ASEPHI Kaltim juga tercatat aktif mengikuti berbagai pameran nasional dan internasional seperti Inacraft, Kaltim Expo, hingga pameran di Uzbekistan yang difasilitasi pengurus pusat ASEPHI. Selain itu, organisasi tersebut mengembangkan “ASEPHI Corner” di hotel dan area publik sebagai etalase produk kerajinan anggota.
Dalam laporan organisasi disebutkan salah satu capaian yang diraih adalah penghargaan stan terbaik di Kaltim Expo serta keberhasilan produk wastra lokal menembus ajang sustainable fashion di INACRAFT on October 2025.
Meski demikian, pelaku industri kerajinan di Kalimantan Timur masih menghadapi sejumlah tantangan. Luas wilayah, tingginya biaya transportasi, hingga mahalnya bahan baku membuat harga produk kriya dan wastra daerah relatif lebih tinggi dibanding daerah lain.

“Kendala terbesar adalah jarak tempuh yang jauh dan ongkos transportasi yang mahal sehingga menyulitkan anggota untuk berpartisipasi aktif pada berbagai kegiatan,” tambah Fanti dalam laporan pertanggungjawabannya.
Ke depan, kepengurusan baru di bawah Rones Triyono diharapkan mampu memperluas jaringan anggota dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat akses pasar produk kerajinan daerah.
Selain mendorong peningkatan kualitas dan kreativitas pelaku UMKM, ASEPHI Kaltim juga menargetkan peningkatan ekspor produk kriya dan wastra dalam skala yang lebih luas melalui kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, sektor perbankan, dan pelaku industri pariwisata.
Musda ASEPHI Kaltim turut menegaskan pentingnya regenerasi perajin muda agar industri kerajinan daerah tetap berkembang di tengah perubahan tren pasar dan tantangan industri kreatif global.
Susunan lengkap Badan Pengurus Daerah ASEPHI Kalimantan Timur periode 2026-2031
Badan Pertimbangan :
1. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
2. Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI)
3. Fanti Wahyu Nurvita
Badan Pengurus :
Ketua : Rones Triyono
Wakil Ketua : 1. Norsyamdani
-
-
-
-
-
- Imam Rojiki
-
-
-
-
Sekretaris : 1. Erwinsyah
-
-
-
-
-
- Padlian Arip
-
-
-
-
Bendahara : 1. Ida Royani
-
-
-
-
-
- Astrid Victoria Lantu
-
-
-
-




