• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

James Shaw Sulap Limbah Plastik Menjadi Koleksi Furnitur Artistik

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 23, 2026
in Art, Design
0
James Shaw Sulap Limbah Plastik Menjadi Koleksi Furnitur Artistik

James Shaw. Image credit: Courtesy of James Shaw and KOIBIRD

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap limbah plastik global, desainer asal London, James Shaw, memilih mengambil jalan berbeda. Alih-alih memandang plastik sebagai sampah semata, Shaw justru mengubah material buangan itu menjadi koleksi dekorasi rumah yang artistik, penuh warna, dan bernilai desain tinggi.

Koleksi terbarunya yang diluncurkan bersama concept store ternama London, KOIBIRD, menghadirkan sederet objek rumah tangga seperti lampu, tempat lilin, cermin, bookends, pot tanaman, hingga penggiling garam dan merica. Seluruhnya dibuat dari plastik daur ulang yang diproses ulang secara manual di studio miliknya.

Sekilas, karya-karya Shaw tampak seperti pahatan lilin cair atau adonan plastisin berwarna neon. Bentuknya organik, menggembung, dan jenaka. Namun di balik tampilannya yang playful, koleksi tersebut membawa pesan serius tentang keberlanjutan dan masa depan material limbah.

“Tujuan utama dari karya ini adalah menciptakan objek yang menyenangkan dan diinginkan orang dari material yang bermasalah, sehingga mereka akan menggunakannya dalam waktu lama,” kata Shaw.

Lulusan Royal College of Art itu memang dikenal luas melalui eksplorasinya terhadap material sisa. Sebelum mengolah plastik, ia kerap menggunakan kayu bekas, bio-resin, denim, hingga papier-mâché daur ulang sebagai medium eksperimen desainnya.

Image credit: Courtesy of James Shaw and KOIBIRD

Ketertarikannya terhadap barang buangan bermula sejak awal kariernya. Koleksi furnitur pertamanya dibuat dari potongan furnitur rusak yang ia temukan di jalanan London. Potongan-potongan itu kemudian disusun ulang menjadi objek baru dengan bentuk tak lazim.

Perjalanan Shaw memasuki dunia daur ulang plastik dimulai saat proyek kelulusannya di kampus. Ketika itu, ia membangun mesin ekstruder sendiri, semacam alat peleleh plastik dan mulai mencari material yang bisa diproses menggunakan alat tersebut.

Dalam proses pencarian itu, Shaw berkenalan dengan sebuah pabrik daur ulang plastik. Dari sana ia melihat langsung besarnya volume limbah plastik dan buruknya perlakuan terhadap material tersebut.

“Plastik biasanya diproses di pabrik besar. Yang saya coba hadirkan adalah pendekatan yang lebih manusiawi, di mana setiap objek dibuat dengan tangan dan pada dasarnya unik,” ujarnya.

Di studio miliknya di London, Shaw mengolah botol susu bekas dan berbagai limbah plastik lain menggunakan mesin ekstruder rakitan sendiri. Plastik dilelehkan hingga menjadi material lunak dan panas, lalu dibentuk secara manual sebelum mengeras kembali menjadi objek dekoratif.

Ia mengakui proses membangun mesin tersebut tidak mudah. Shaw menyebut alat yang digunakan saat ini merupakan generasi kelima setelah melalui berbagai percobaan dan kegagalan.

Kolaborasi dengan KOIBIRD memperlihatkan sisi paling eksploratif dari karya Shaw. Jika sebelumnya ia identik dengan warna pastel lembut, kali ini ia menghadirkan kombinasi merah terang, hijau neon, dan warna-warna berani lain yang menonjolkan karakter eksentrik khas KOIBIRD.

Image credit: Courtesy of James Shaw and KOIBIRD

Chief Product Officer KOIBIRD, Shereen Basma, menyebut koleksi Shaw berhasil mempertahankan DNA visual toko tersebut melalui bentuk yang nyentrik dan warna-warna mencolok.

Selain menjadi objek dekoratif, karya Shaw juga mencoba menghadirkan kembali hubungan emosional manusia dengan benda sehari-hari. Ia percaya aktivitas sederhana seperti menyalakan lilin atau memasak dapat menjadi ritual kecil yang memberi rasa nyaman di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Karya-karya Shaw kini telah menjadi bagian dari koleksi permanen sejumlah institusi desain dunia, termasuk Museum of Modern Art (MoMA), Victoria & Albert Museum (V&A), Museum of London, hingga Montreal Museum of Art. Melalui pendekatan desain yang eksperimental, ia menunjukkan bahwa material buangan pun masih dapat memiliki nilai artistik, emosional, sekaligus ekonomis.

Previous Post

Beading Membuat Interior Hunian Terasa Lebih Mewah, Produk Manik-Manik Indonesia Ikut Dilirik

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo