• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Design

Beading Membuat Interior Hunian Terasa Lebih Mewah, Produk Manik-Manik Indonesia Ikut Dilirik

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 22, 2026
in Design, Inspiration
0
Beading Membuat Interior Hunian Terasa Lebih Mewah, Produk Manik-Manik Indonesia Ikut Dilirik

Image credit: Joe Kramm. Design: Wretched Flowers

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Detail kecil kini menjadi penentu karakter dalam desain interior global. Setelah lama mendominasi dunia fesyen, aksen manik-manik atau beading mulai merambah ruang hunian dan diprediksi menjadi salah satu elemen dekoratif yang semakin diminati sepanjang 2026. Dari lampu gantung, pelapis dinding, hingga furnitur aksen, detail beading dinilai mampu menghadirkan nuansa personal sekaligus kesan mewah yang subtil.

Perkembangan tersebut sejalan dengan perubahan selera pasar interior global yang mulai meninggalkan pendekatan serba minimal dan industrial menuju ruang yang lebih hangat, bertekstur, serta sarat sentuhan kerajinan tangan. Penggunaan beading dianggap menjadi simbol kembalinya apresiasi terhadap karya handmade dan detail artistik yang memiliki nilai emosional.

Trend forecaster sekaligus Director of Design Goesling Group, Rebecca Goesling, menilai meningkatnya penggunaan beading tidak bisa dilepaskan dari kejenuhan masyarakat terhadap dunia digital yang serba instan dan seragam.

“Sekarang ada ketertarikan baru terhadap kerajinan fisik sebagai penyeimbang dunia digital. Tekstil dengan detail manik-manik menghadirkan karakter dekoratif yang kuat dan mampu membuat benda sederhana terasa istimewa,” ujarnya.

Lampu yang menawan dihiasi dengan jaring manik-manik, dengan cahaya yang menonjolkan detail-detail rumit.
(Foto: Joe Kramm. Desain: Wretched Flowers)

Fenomena tersebut juga dipengaruhi oleh dunia mode global. Detail manik-manik yang sebelumnya populer pada tas, gaun, dan aksesori fesyen mulai diterjemahkan ke dalam elemen interior rumah. Hasilnya, ruang tidak lagi hanya tampil estetis, tetapi juga terasa lebih hidup dan personal.

Managing Director brand pelapis dinding Arte, Philippe Desart, menyebut beading membawa sentuhan haute couture ke dalam interior. Menurutnya, bordir dan detail mutiara pada dinding maupun furnitur menghadirkan dimensi visual sekaligus tekstur yang mampu menarik perhatian.

“Setiap jahitan dan detail manik-manik mencerminkan kecintaan terhadap desain dan craftsmanship,” katanya.

Arte sendiri menghadirkan koleksi Le Couturier yang terinspirasi dari dunia fesyen kelas atas. Salah satu produknya menggunakan pola bordir dengan tambahan mutiara untuk menciptakan efek tekstur yang elegan dan mewah.

Tak hanya diaplikasikan pada tekstil, beading kini juga berkembang menjadi elemen dekoratif tiga dimensi. Rebecca Goesling menilai penggunaan manik-manik pada objek sculptural seperti bingkai foto, faux floral, hingga tempat lilin menghadirkan kedalaman visual dan nuansa artistik yang lebih kuat.

“Beading adalah sepupu yang lebih artistik dari dekorasi tradisional seperti cross-stitch atau trimming,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya tren tersebut, produk manik-manik asal Indonesia mulai mendapat perhatian pasar interior internasional. Berbagai kerajinan berbahan beadwork dari Bali, Kalimantan, Papua, hingga Nusa Tenggara dinilai memiliki karakter kuat karena memadukan teknik tradisional dengan motif etnik Nusantara.

Kerajinan berbahan manik tradisional menampilkan motif etnik Dayak dengan perpaduan warna-warna cerah yang sarat makna budaya dan filosofi leluhur. Selain digunakan sebagai aksesori dan pelengkap busana adat, produk manik-manik Kalimantan kini juga dikembangkan menjadi dekorasi interior. Foto: Eddy Purwanto

Produk-produk tersebut kini tidak hanya hadir sebagai aksesori fesyen, tetapi juga berkembang menjadi dekorasi interior seperti kap lampu, wall hanging, cushion detail, taplak meja, tirai dekoratif, hingga ornamen furnitur. Penggunaan material alami, pewarna tradisional, dan pengerjaan tangan menjadi daya tarik utama di pasar Eropa yang tengah mengarah pada konsep interior berkelanjutan dan berbasis craftsmanship.

Sejumlah desainer interior Eropa bahkan mulai memasukkan elemen beadwork Indonesia ke dalam konsep global fusion interior, yakni perpaduan desain modern dengan sentuhan budaya lokal dari berbagai negara. Detail manik-manik khas Nusantara dianggap mampu menghadirkan tekstur, warna, dan nuansa eksotis yang memperkuat karakter ruang.

Meski demikian, penggunaan detail beading perlu diimbangi dengan material alami agar ruang tetap harmonis. Material seperti kayu reclaimed, besi tempa, hingga batu alam dianggap menjadi pasangan ideal karena mampu menetralkan kesan dekoratif yang kuat dari manik-manik.

Desainer sekaligus pendiri Wretched Flowers, Loney Abrams, bahkan melihat potensi beading melampaui sekadar dekorasi tekstil. Ia mengembangkan karya lampu dan tapestry berbahan chainmail yang dipadukan dengan gemstone beads untuk menciptakan tekstur menyerupai kain.

Menurut Abrams, teknik tersebut berangkat dari pola rantai logam Eropa kuno yang dahulu digunakan sebagai zirah perang sejak 400 SM. Dengan tambahan beading, material yang awalnya bersifat utilitarian berubah menjadi elemen dekoratif yang lembut dan artistik.

Dalam praktik interior modern, detail manik-manik kini digunakan sebagai pembatas ruang, tirai artistik, hingga karya dinding yang menyerupai lukisan bergerak. Fleksibilitas tersebut membuat beading dinilai cocok diterapkan pada interior minimalis modern maupun ruang bergaya maksimalis yang kaya lapisan dekoratif.

Selain itu, popularitas detail bobbin dan aksen menyerupai perhiasan juga memperkuat arah desain yang lebih playful dan emosional. Salah satu aplikasi yang banyak diminati adalah lampu gantung dengan bentuk menyerupai rangkaian mutiara, yang menghadirkan nuansa dramatis sekaligus elegan dalam ruang makan maupun ruang tamu.

Kehadiran beading dalam desain interior memperlihatkan bahwa pasar global kini tidak lagi hanya mencari ruang yang rapi dan fungsional, tetapi juga ruang yang mampu menghadirkan cerita, tekstur, dan identitas personal. Bagi Indonesia, perubahan selera tersebut membuka peluang besar bagi produk kerajinan manik-manik tradisional untuk tampil sebagai bagian dari estetika interior dunia.

Tags: Beadingmanik-manik
Previous Post

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Daya Saing Wisata Indonesia

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo