Kopenhagen kembali bersiap menjadi pusat perhatian dunia desain melalui penyelenggaraan 3daysofdesign 2026 yang akan berlangsung pada 10–12 Juni mendatang. Festival yang telah berkembang menjadi salah satu agenda desain paling bergengsi di Eropa ini mengusung tema Make This Moment Matter, sebuah ajakan untuk kembali menghargai karya, kreativitas, dan interaksi manusia di tengah era digital yang serba cepat.
Selama tiga hari, ibu kota Denmark akan berubah menjadi panggung terbuka bagi ratusan desainer, studio kreatif, produsen furnitur, seniman, dan pecinta desain dari berbagai negara. Festival ini tidak hanya menampilkan produk dan inovasi terbaru, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai masa depan desain, keberlanjutan, serta hubungan antara manusia dan benda yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu sorotan tahun ini datang dari merek tekstil Denmark, Tekla, yang menghadirkan pameran The Heart of Living di Charlottenborg. Pameran tersebut mengeksplorasi tradisi selimut tambal sulam khas Skandinavia melalui interpretasi modern yang memadukan warisan kerajinan tangan dengan estetika kontemporer.
Sementara itu, perusahaan pencahayaan legendaris Denmark, Louis Poulsen, memperingati 100 tahun sistem lampu PH karya desainer Poul Henningsen. Perayaan tersebut diwujudkan melalui instalasi besar bertajuk Into the Shades yang menggabungkan elemen kayu dan tekstil untuk menginterpretasikan desain lampu ikonik tersebut. Festival ini juga menghadirkan sesi diskusi khusus bersama Mads Wille, cicit Poul Henningsen, yang akan mengulas pemikiran sang desainer mengenai cahaya, masyarakat, dan kebebasan.
Rumah furnitur Fredericia turut menampilkan pameran A Chronicle of Danish Design, yang menelusuri perjalanan desain Denmark selama lebih dari satu abad. Melalui arsip, studi material, dan karya para desainer ternama seperti Børge Mogensen, Nanna Ditzel, hingga Cecilie Manz, pameran tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi desain Skandinavia terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Di kawasan Nordhavn, seniman dan desainer asal Spanyol, Jaime Hayon, menghadirkan pameran emosional bertajuk ¿Jaime, What Are You Doing?. Pameran ini menjadi penghormatan bagi ibunya yang telah wafat dan menampilkan berbagai karya seni, furnitur, serta objek dekoratif yang sarat kisah personal dan refleksi keluarga.
Festival juga diramaikan oleh kehadiran Volum 01, platform desain asal Norwegia yang mengangkat tema The (Extra)Ordinary. Pameran tersebut menyoroti benda-benda sehari-hari seperti kursi, lampu, dan peralatan rumah tangga yang sering luput dari perhatian, namun memiliki nilai desain dan fungsi yang mendalam. Sejumlah karya inovatif berbasis material berkelanjutan menjadi daya tarik utama dalam pameran tersebut.
Selain menjadi ajang pameran, 3daysofdesign juga memperkuat citranya sebagai pengalaman kota yang menyeluruh. Berbagai hotel, restoran, kafe, dan ruang publik di Kopenhagen turut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembukaan properti baru Locke di kawasan Postbyen, yang dirancang dengan pendekatan desain interior modern khas Skandinavia dan menjadi salah satu destinasi favorit selama festival berlangsung.
Tidak hanya menawarkan inspirasi desain, festival ini juga memperlihatkan bagaimana Kopenhagen memadukan industri kreatif, pariwisata, kuliner, dan budaya dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui konsep tersebut, 3daysofdesign semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu festival desain paling berpengaruh di dunia sekaligus etalase perkembangan desain Skandinavia kontemporer.
Bagi pelaku industri kreatif global, 3daysofdesign 2026 menjadi lebih dari sekadar pameran. Festival ini telah berkembang menjadi ruang pertemuan ide, inovasi, dan kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana desain dapat menjawab tantangan zaman sekaligus memperkaya pengalaman hidup manusia.





