Tangerang Selatan, 11 Juni 2026 — Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mulai memperkuat persiapan menuju penyelenggaraan INACRAFT on October 2026 dengan melakukan sosialisasi kepada para pelaku kerajinan di Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung di Intro Jazz Bistro, BSD, Tangerang Selatan, Banten, tersebut dihadiri hampir seluruh anggota Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI Banten.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya ASEPHI memperluas partisipasi anggota daerah dalam pameran kerajinan berskala nasional dan internasional tersebut. Bank Mandiri menjadi sponsor utama penyelenggaraan INACRAFT on October 2026 yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis para pelaku usaha kriya, khususnya dalam menghadapi pasar global.
Ketua Umum ASEPHI Dr. Muchsin Ridjan dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa INACRAFT tidak hanya menjadi ajang pameran produk kerajinan, tetapi juga ruang strategis bagi perajin untuk memperluas jaringan bisnis, membangun hubungan dengan pembeli internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Menurut Muchsin, para perajin perlu memahami karakter pasar sebelum mengikuti pameran. Produk yang dibawa harus memiliki kesiapan dari sisi kualitas, cerita produk, kemasan, hingga strategi pemasaran.
“Pameran bukan hanya sekadar membawa barang, tetapi bagaimana produk kita mampu menjawab kebutuhan pasar. Perajin harus memahami siapa calon pembelinya, bagaimana tren yang berkembang, dan bagaimana menampilkan produk agar memiliki nilai lebih,” ujar Muchsin.
Ia mengatakan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk mitra perbankan seperti Bank Mandiri, menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan program ASEPHI. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan pameran, tetapi juga membuka akses pembinaan, pendampingan usaha, hingga pengembangan kapasitas anggota.
Ketua BPD ASEPHI Banten Subchi Subekti mengatakan sosialisasi INACRAFT on October menjadi momentum penting bagi anggota untuk mempersiapkan produk terbaik mereka.
Menurut dia, Banten memiliki potensi besar di sektor kerajinan dengan keberagaman produk, mulai dari kriya berbasis bahan alam, fesyen, hingga produk dekorasi rumah. Namun, tantangan terbesar bagi pelaku usaha adalah meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.
Ia berharap keikutsertaan anggota Banten dalam INACRAFT on October 2026 dapat membuka peluang baru, baik untuk pasar domestik maupun internasional.
Subchi juga menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai fasilitas yang tersedia melalui kerja sama ASEPHI dengan mitra pendukung. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat bisnis mereka.

Persiapan Menuju Pasar Internasional
Wakil Ketua Umum II ASEPHI Baby Jurmawati Djuri menambahkan bahwa persiapan menuju pameran internasional membutuhkan strategi yang matang. Menurut dia, perajin tidak cukup hanya memiliki produk yang menarik, tetapi juga harus memahami standar pasar tujuan.
Ia mendorong anggota ASEPHI untuk melakukan kurasi produk sebelum mengikuti pameran agar produk yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan segmen pasar yang dituju.
“Pameran internasional memiliki karakter pasar yang berbeda. Kita harus membawa produk yang tepat, dengan kualitas, desain, dan cerita yang kuat,” ujar Baby.
Ia mengatakan INACRAFT on October 2026 juga menjadi bagian dari strategi ASEPHI dalam memperkenalkan produk kerajinan Indonesia ke pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, ASEPHI terus berupaya menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha kriya.
Selain pameran, ASEPHI juga terus mengembangkan berbagai program pendampingan, termasuk penguatan kapasitas usaha, akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk.

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem UMKM Kriya
Kehadiran Bank Mandiri sebagai sponsor utama INACRAFT on October 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kerajinan.
Melalui kolaborasi tersebut, ASEPHI berharap anggota dapat memperoleh manfaat lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan pameran, tetapi juga dalam pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
INACRAFT on October 2026 akan menjadi salah satu panggung penting bagi industri kriya Indonesia untuk memperlihatkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya lokal kepada pasar dunia.
Dengan persiapan yang lebih baik, ASEPHI optimistis para perajin Indonesia, termasuk dari Banten, mampu menjadikan pameran tersebut sebagai pintu masuk menuju pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kerajinan dunia.




