• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Headlines

ASEPHI Banten Dorong Transformasi Digital Perajin Melalui Pelatihan AI untuk Pengembangan Bisnis

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 11, 2026
in Headlines, Cover Story, Focus ASEPHI
0
ASEPHI Banten Dorong Transformasi Digital Perajin Melalui Pelatihan AI untuk Pengembangan Bisnis
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai dimanfaatkan oleh pelaku industri kerajinan untuk memperkuat pemasaran dan memperluas pasar. Melihat peluang tersebut, Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Provinsi Banten menggelar workshop berbasis AI bagi para perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banten.

Kegiatan yang berlangsung di Intro Jazz Bistro, BSD, Tangerang Selatan, Banten (11/6/2026), ini diikuti hampir seluruh anggota ASEPHI Banten. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mendorong transformasi digital, khususnya dalam pengembangan strategi pemasaran, pembuatan konten, hingga riset pasar berbasis teknologi.

Ketua BPD ASEPHI Banten, Subchi Subekti, mengatakan pemanfaatan AI menjadi kebutuhan baru bagi pelaku usaha kreatif di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan ekosistem digital.

“Sejak awal, ASEPHI Banten memang memfokuskan diri pada penguatan digital bagi anggota, terutama untuk membangun dan mengembangkan pemasaran serta pasar bisnis mereka. Saat ini AI semakin dikenal luas, dan kami ingin memperkenalkan bahwa AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, tetapi menjadi asisten yang membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya,” ujar Subchi Subekti yang biasa disapa Uki.

Menurut Uki, ide pelaksanaan workshop tersebut berasal dari kebutuhan anggota ASEPHI Banten sendiri. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa para perajin mulai melihat teknologi sebagai alat pendukung untuk meningkatkan daya saing produk.

“Program ini datang dari usulan anggota. Antusiasmenya sangat tinggi karena mereka melihat AI dapat membantu menyelesaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama dalam pemasaran dan pengembangan usaha,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPD ASEPHI Banten, Sigit Riswanto, menjelaskan pelatihan kali ini masih berada pada tahap pengenalan dasar agar anggota memahami potensi AI untuk kebutuhan UMKM.

“Alhamdulillah hari ini kami mengenalkan kepada anggota mengenai AI pada tingkat basic. Banyak teman-teman yang sebenarnya belum mengenal bagaimana AI bekerja. Karena itu, kami mulai dari aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan dan bentuk AI yang relevan untuk kebutuhan UMKM,” ujar Sigit.

Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah aplikasi AI yang dapat digunakan secara gratis, seperti Gemini dan ChatGPT. Melalui aplikasi tersebut, peserta belajar membuat materi promosi, katalog digital, hingga menghasilkan visual produk yang lebih menarik.

Sigit memberikan contoh sederhana bagaimana AI dapat membantu perajin yang memiliki keterbatasan biaya pemasaran.

“Misalnya seorang pelaku UMKM memiliki produk, tetapi belum mampu membayar model profesional untuk pemotretan. Dengan AI, produk yang hanya difoto sederhana dapat dikembangkan menjadi visual yang lebih menarik, seperti ditampilkan sedang digunakan oleh model dengan latar tempat yang sesuai,” jelasnya.

Dalam sesi praktik, peserta mencoba membuat konten berbasis AI menggunakan produk mereka masing-masing. Salah satu contoh yang menarik adalah ketika sebuah produk topi yang hanya difoto di atas meja kemudian diolah menggunakan AI menjadi gambar seorang model yang mengenakan topi tersebut dengan latar pantai.

“Dengan hanya menggunakan foto produk sederhana, lalu memasukkan perintah atau prompt yang tepat menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, hasilnya bisa menjadi materi promosi yang siap digunakan. Bahkan ada peserta yang langsung mengunggah hasilnya ke Instagram setelah pelatihan,” kata Sigit.

AI sebagai Asisten Riset Pasar dan Pemasaran

Selain pembuatan konten, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana AI dapat membantu proses riset pasar. Menurut Uki, sebelum menjual sebuah produk, pelaku usaha perlu memahami karakter konsumen, segmen pasar, hingga tren yang berkembang.

“AI dapat membantu teman-teman melakukan riset pasar. Misalnya menentukan target konsumen, usia yang sesuai, karakter pembeli, hingga strategi komunikasi yang tepat. Jadi AI bukan menggantikan peran pelaku usaha, tetapi menjadi alat bantu untuk mengambil keputusan yang lebih baik,” ujar Uki.

Ia menegaskan kreativitas dan keputusan bisnis tetap berada di tangan pelaku usaha. Teknologi hanya menjadi pendukung agar proses pengembangan produk dan pemasaran dapat berjalan lebih efektif.

“Manusianya tetap menjadi otak dan kreatornya. AI hanya membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru,” katanya.

Rencana Workshop Lanjutan hingga 2027

Melihat respons positif peserta, ASEPHI Banten berencana melanjutkan pelatihan tersebut ke tahap yang lebih mendalam. Materi lanjutan akan mencakup pemanfaatan AI untuk pembuatan video, pemasaran afiliasi, hingga strategi digital yang lebih kompleks.

Uki mengatakan workshop kali ini baru membuka pemahaman awal mengenai kemampuan AI.

“Yang diberikan hari ini baru kulitnya saja. Masih banyak yang bisa dikembangkan, mulai dari editing, produksi konten, sampai strategi pemasaran digital. Insya Allah sampai 2027 kami akan terus mengembangkan program ini secara bertahap,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat membantu anggota ASEPHI Banten meningkatkan kapasitas usaha dan mampu bersaing di pasar yang semakin digital. Keberlanjutan program workshop akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan dukungan pendanaan. Namun, ASEPHI Banten berkomitmen melanjutkan agenda penguatan kapasitas digital bagi para anggotanya.

Akan Hadir di INACRAFT Oktober

Program edukasi AI tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anggota ASEPHI Banten. ASEPHI juga menyiapkan sesi serupa yang akan dibuka lebih luas pada ajang INACRAFT Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap workshop ini tidak hanya diikuti anggota ASEPHI Banten, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat luas, khususnya keluarga besar ASEPHI di berbagai daerah. Informasi mengenai jadwal pelaksanaannya akan disampaikan melalui kanal resmi INACRAFT dan ASEPHI,” ujar Uki.

Melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI, ASEPHI Banten berharap para perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memperkenalkan karya mereka kepada pasar yang lebih luas.

Di tengah persaingan industri kreatif global, kemampuan menggabungkan kekuatan budaya, kreativitas, dan teknologi dinilai menjadi kunci agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Previous Post

Lima Negara Tujuan Ekspor Kerajinan Indonesia yang Paling Menjanjikan pada 2026

Next Post

ASEPHI Sosialisasikan INACRAFT on October 2026, Dorong Perajin Banten Siap Menembus Pasar Global

Next Post
ASEPHI Sosialisasikan INACRAFT on October 2026, Dorong Perajin Banten Siap Menembus Pasar Global

ASEPHI Sosialisasikan INACRAFT on October 2026, Dorong Perajin Banten Siap Menembus Pasar Global

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo