• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

ARTJOG 2026 Buka Babak Baru, Merajut Dialog Antargenerasi Lewat ARS LONGA: GENERATIO

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 23, 2026
in Art, Cover Story
0
ARTJOG 2026 Buka Babak Baru, Merajut Dialog Antargenerasi Lewat ARS LONGA: GENERATIO

Karya Jessica Soekidi di ARTJOG 2026. Foto: Dok. ARTJOG

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Festival seni rupa kontemporer ARTJOG kembali hadir di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, pada 19 Juni hingga 30 Agustus 2026. Tahun ini menandai dimulainya fase baru perjalanan ARTJOG melalui trilogi kuratorial ARS LONGA, yang akan berlangsung selama tiga tahun hingga 2028 di bawah arahan kurator Farah Wardani. Seri pembuka trilogi tersebut mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO, sebuah upaya membaca hubungan antargenerasi dalam praktik seni kontemporer.

Tema tersebut berangkat dari keyakinan bahwa seni merupakan bagian dari kehidupan yang terus bergerak dan tetap relevan dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, maupun politik. Melalui ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan antara generasi yang berbeda untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan cara pandang terhadap masa kini.

Sebagai seniman komisi tahun ini, ARTJOG menunjuk Roby Dwi Antono untuk menerjemahkan tema tersebut melalui karya pada fasad bangunan, instalasi patung, serta ruang imersif yang menjadi salah satu daya tarik utama pameran. Kehadiran Roby menandai upaya ARTJOG menghadirkan bahasa visual yang dekat dengan generasi muda sekaligus mampu menjembatani berbagai lapisan publik.

Opening Ceremony ARTJOG 2026 – Penyerahan Young Artist Award. Foto: Dok. ARTJOG

Secara keseluruhan, ARTJOG 2026 melibatkan sedikitnya 96 seniman, terdiri atas 25 seniman undangan dan kelompok seni, 19 seniman muda hasil seleksi terbuka, serta 52 peserta ARTJOG Kids berusia 6 hingga 15 tahun. Komposisi ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam membuka ruang bagi berbagai generasi untuk tampil dalam satu panggung yang setara.

Kuratorial ARTJOG tahun ini dibangun melalui dua pendekatan utama, yakni Dialogus dan Practica. Pendekatan Dialogus menitikberatkan pada kolaborasi antargenerasi yang memperlihatkan bagaimana seniman memperluas perannya melalui jejaring dan proses berbagi pengetahuan kepada generasi yang lebih muda. Sementara Practica menghadirkan karya-karya individual yang merefleksikan isu, semangat zaman, dan perkembangan praktik seni kontemporer masa kini.

Selain pameran utama, kawasan JNM juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Chapter Jogja edisi kedua. Art fair kolaboratif ini melibatkan galeri regional, internasional, dan berbagai komunitas seni. Kehadirannya diharapkan memperkuat posisi kawasan JNM sebagai pusat aktivitas seni dan budaya sekaligus mempertemukan ruang apresiasi, pasar seni, dan dinamika kehidupan perkotaan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

ARTJOG juga melanjutkan berbagai program yang selama ini menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah Love ARTJOG, program seni inklusif yang bekerja sama dengan Tab Space dari Bandung. Program ini mengajak seniman dan desainer difabel untuk mengembangkan praktik kreatif mereka sekaligus melibatkan pelajar dalam pendampingan pengunjung difabel selama pameran berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ARTJOG membangun ruang seni yang semakin terbuka dan inklusif.

Sementara itu, The Others Lab hadir dengan fokus pada isu lingkungan dan eksplorasi material. Program yang didukung TACO Laminate Indonesia dan bekerja sama dengan Studio Banda ini mengajak publik melihat persoalan lingkungan melalui perspektif desain, eksperimen material, diskusi, dan lokakarya yang dapat diikuti pengunjung.

Karya Commission Artist (Roby Dwi Antono). Foto: Dok. ARTJOG

Rangkaian acara juga diperkuat melalui performa •ARTJOG X Bakti Budaya Djarum Foundation, yang akan berlangsung setiap akhir pekan sepanjang penyelenggaraan festival. Program ini menghadirkan berbagai pertunjukan musik, tari, teater, dan seni multidisiplin dari Indonesia maupun mancanegara. Sejumlah nama yang dijadwalkan tampil antara lain Australian Art Orchestra, Violet Indigo dan Watchdog dari Prancis, Monica Lim bersama Patrick Hartono dan Serenata Choir ISI Yogyakarta, hingga pertunjukan multidisiplin “Daughters of the Sea” oleh Artistique Théâtre dari Prancis serta “Ma Bua” karya koreografer Densiel Lebang.

Sebagai salah satu agenda seni terbesar di Indonesia yang kerap dijuluki “Lebaran Seni”, ARTJOG juga kembali terhubung dengan berbagai kegiatan budaya melalui platform Jogja Art Weeks (JAW). Tahun ini JAW berkolaborasi dengan Festicity yang diinisiasi Forum Jogja Festival untuk memperkuat jaringan dan keterhubungan berbagai festival yang berlangsung di Yogyakarta selama periode ARTJOG.

Penyelenggaraan ARTJOG 2026 mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation, Bank BRI, Pertamina, serta sejumlah sponsor lainnya. Dukungan tersebut memungkinkan ARTJOG terus berkembang sebagai ruang temu antara seniman, publik, komunitas, dan pelaku industri kreatif dalam skala nasional maupun internasional.

Previous Post

Indonesia Kembali ke Panggung UNESCO, Perkuat Peran dalam Menjaga Warisan Budaya Dunia

Next Post

Pemerintah Tegaskan NIB Tak Wajib untuk Semua Kreator Konten

Next Post
Pemerintah Tegaskan NIB Tak Wajib untuk Semua Kreator Konten

Pemerintah Tegaskan NIB Tak Wajib untuk Semua Kreator Konten

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo