Kementerian Pariwisata meminta seluruh pelaku usaha wisata di kawasan Dieng, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapan layanan dan aspek keselamatan menjelang musim libur sekolah. Peningkatan kunjungan wisatawan pada Juni hingga Juli diperkirakan akan kembali terjadi di salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah tersebut.
Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat meninjau sejumlah objek wisata di kawasan Dieng, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia mengingatkan pengelola destinasi, homestay, hingga pelaku usaha pariwisata untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan dalam kondisi optimal.
“Kami terus mengimbau pengelola destinasi, pengelola homestay, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal serta memberikan layanan prima kepada wisatawan,” kata Ni Luh.
Menurut dia, kesiapan destinasi menjadi faktor penting untuk mewujudkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas. Terlebih, Dieng merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan selama musim liburan sekolah karena menawarkan panorama pegunungan, udara sejuk, situs budaya, serta fenomena alam yang tidak banyak ditemui di daerah lain.
Kawasan yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara itu dikenal dengan fenomena Bun Upas, yakni embun es yang muncul ketika suhu udara turun hingga titik tertentu pada musim kemarau. Fenomena yang umumnya terjadi pada akhir Mei hingga Juni tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi musim dingin di wilayah tropis.
Dalam kunjungannya, Ni Luh meninjau sejumlah destinasi utama di Desa Wisata Dieng Kulon, antara lain Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Kompleks Candi Arjuna. Pemerintah ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan siap menyambut lonjakan wisatawan selama masa liburan.
Data pemerintah daerah menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan selama periode libur sekolah Juni–Juli 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 34.020 perjalanan. Angka tersebut menempatkan Dieng sebagai salah satu kawasan yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas wisata paling signifikan di Jawa Tengah.
Ni Luh menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik destinasi. Menurut dia, pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak.
Dalam dialog dengan pengelola destinasi dan wisatawan, ia mendorong penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten, memperkuat mitigasi risiko, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi gangguan selama periode kunjungan tinggi.
“Kami mengapresiasi kesiapan para pengelola destinasi. Kepada wisatawan, kami juga mengimbau agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin di Dieng serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” ujarnya.
Selain aspek pelayanan, pemerintah juga memberi perhatian pada pengaturan lalu lintas dan keamanan kawasan wisata. Kementerian Pariwisata meminta pemerintah daerah dan pengelola destinasi terus berkoordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah titik akses menuju Dieng.
Polres Wonosobo menyatakan telah menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama masa liburan. Pengawasan akan difokuskan pada jalur tanjakan, persimpangan utama, serta titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan akibat meningkatnya jumlah kendaraan wisatawan.
Ni Luh berharap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama libur sekolah tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas usaha homestay, kuliner, transportasi, dan produk ekonomi kreatif lokal.
“Lonjakan kunjungan wisatawan diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat sekitar destinasi,” kata Ni Luh.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar didampingi Wakil Bupati Banjarnegara Wahid Jumali, Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti, serta Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Yusuf Hartanto.





