• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Travel

Pariwisata Indonesia Tumbuh pada Semester I 2026, Investasi Tembus Rp39,68 Triliun

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 10, 2026
in Travel, Vacation
0
Pariwisata Indonesia Tumbuh pada Semester I 2026, Investasi Tembus Rp39,68 Triliun
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pariwisata Indonesia mencatat sejumlah indikator pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat, perjalanan wisatawan nusantara bertambah, investasi tumbuh dua digit, dan tingkat okupansi hotel ikut menguat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari strategi yang dilakukan pemerintah secara adaptif. Penyesuaian pasar, penguatan promosi di negara-negara yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, peningkatan mobilitas wisatawan domestik, serta pengembangan produk dan destinasi menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar, memperkuat promosi ke negara-negara yang masih memiliki potensi pertumbuhan, menjaga pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta mengembangkan produk dan destinasi yang semakin berkualitas,” kata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan. Angka itu tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan terutama datang dari sejumlah pasar di kawasan Asia. Kunjungan wisatawan dari Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen, sedangkan pasar Oseania naik 6,60 persen.

Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi kedua di Asia Tenggara. Pemerintah menilai capaian itu menunjukkan strategi diversifikasi pasar mulai memberikan hasil.

Bukan hanya jumlah wisatawan yang meningkat. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan juga naik 6,36 persen menjadi sekitar US$1.313.

“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah,” ujar Widiyanti.

Di pasar domestik, mobilitas wisatawan nusantara juga meningkat. Sepanjang semester I 2026 tercatat 630,41 juta perjalanan wisatawan nusantara, naik 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sebaliknya, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri tercatat 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40 persen. Indonesia pun membukukan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta perjalanan.

Investasi Pariwisata Naik 16,64 Persen

Pertumbuhan sektor pariwisata juga terlihat dari sisi investasi. Realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp39,68 triliun, meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penanaman modal asing mencapai Rp12,19 triliun atau tumbuh 37 persen. Sementara penanaman modal dalam negeri mencapai Rp27,48 triliun, meningkat 9,39 persen.

Menurut Widiyanti, investasi pariwisata tidak berhenti pada pembangunan hotel, destinasi, atau fasilitas pendukung. Aktivitas tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas layanan, dan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi,” kata dia.

Peningkatan aktivitas wisata turut tercermin dari tingkat okupansi hotel. Tingkat hunian hotel mencapai 48,20 persen, naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada triwulan II 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen. Sejumlah lapangan usaha yang berkaitan erat dengan pariwisata mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi dan pergudangan 5,65 persen, jasa perusahaan 5,08 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen.

Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut menyumbang sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus,” ujar Widiyanti.

Mengejar Wisatawan di Luar Bali

Pemerintah juga mulai mengarahkan pengembangan pariwisata agar tidak terkonsentrasi di destinasi tertentu. Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan wilayah Bali.

Dalam rapat koordinasi tingkat menteri mengenai pengembangan Bali, pemerintah membahas lima persoalan strategis: infrastruktur dasar, kepadatan wisatawan, pengelolaan sampah, tata ruang pengembangan pariwisata, dan wisata kapal pesiar.

Pemerintah selanjutnya akan menyusun masterplan dispersi wisatawan untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan. Pengembangan destinasi di Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat akan dipercepat dengan memperhatikan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Upaya memperluas pasar juga dilakukan ke India. Pada Juli 2026, Widiyanti mendampingi Presiden dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi, termasuk saat mengunjungi Kompleks Candi Prambanan.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan destinasi Indonesia melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, iklan, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.

Kementerian Pariwisata kemudian mendorong penyelenggaraan familiarization trip bagi agen perjalanan dan online travel agent dari India.

“Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah,” kata Widiyanti.

Geopark dan Event Jadi Penggerak Destinasi

Penguatan destinasi juga dilakukan melalui pengembangan geopark. Di Belitung, Kementerian Pariwisata meninjau persiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Dukungan diberikan melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, seminar internasional, dan papan informasi dwibahasa. Kementerian Pariwisata juga meluncurkan integrasi Kelompok Sadar Wisata melalui Koperasi Desa bersama Kementerian Koperasi.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem desa wisata, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal, sekaligus memastikan manfaat pariwisata dirasakan langsung masyarakat desa.

Di Jawa Timur, pemerintah meninjau kesiapan Geopark Ijen menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark dengan target mempertahankan predikat green card. Menurut Widiyanti, pengakuan UNESCO harus dijaga melalui pengelolaan kawasan yang konsisten, pelestarian lingkungan, edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat.

Sementara itu, event daerah terus digunakan sebagai salah satu instrumen promosi pariwisata. Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah yang masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026 di 38 provinsi.

Hingga akhir Juli, 61 event telah diselenggarakan. Dari 47 event yang telah dievaluasi, tercatat 4,77 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi langsung Rp276,84 miliar. Ribuan UMKM, pekerja seni, dan tenaga kerja ikut terlibat dalam penyelenggaraan event tersebut.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Jember Fashion Carnaval 2026. Event tersebut masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara dan berkembang menjadi ikon pariwisata Jember sekaligus etalase kreativitas Indonesia.

Mengejar Pariwisata Berkualitas

Pertumbuhan jumlah wisatawan juga diikuti upaya menggeser orientasi pariwisata menuju produk yang lebih berkualitas. Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan wisata minat khusus, termasuk wisata kebugaran dan gastronomi.

Dukungan diberikan melalui BRI Wellness Experience Plataran Xtravaganza 2026, sementara subsektor gastronomi, wastra, seni, dan desain diperkuat melalui Jakarta Fashion and Food Festival serta Food and Hospitality Indonesia.

Di bidang penyelenggaraan bisnis dan event, pemerintah juga menyelenggarakan Southeast Asia Business Events Forum bersama Indonesia Business Event Mart.

Dari sisi tata kelola, Kementerian Pariwisata kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Capaian itu menjadi opini WTP ke-11 secara berturut-turut sejak 2015.

Widiyanti mengatakan berbagai capaian sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan fondasi pariwisata Indonesia semakin kuat. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dalam angka kunjungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Tujuan kami jelas, menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sumber devisa, sekaligus jalan menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Widiyanti.

Tags: Narendra ModipariwisataWidiyanti Putri Wardhana
Previous Post

Indonesia Dorong Kebudayaan Masuk Agenda Utama Pembangunan Global Pasca-2030

Next Post

Festival Lembah Baliem dan Ujian Menjaga Ruang Damai di Papua

Next Post
Festival Lembah Baliem dan Ujian Menjaga Ruang Damai di Papua

Festival Lembah Baliem dan Ujian Menjaga Ruang Damai di Papua

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo