• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

JIPFest 2026 Jadi Pintu Fotografer Indonesia Menembus Panggung Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 6, 2026
in Cover Story
0
JIPFest 2026 Jadi Pintu Fotografer Indonesia Menembus Panggung Global
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong fotografer Indonesia memperluas kiprahnya ke panggung internasional melalui Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026. Pemerintah melihat festival fotografi tersebut bukan sekadar ruang pamer, melainkan pintu untuk mempertemukan fotografer dengan subsektor ekonomi kreatif lain dan pasar global.

Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Ekraf Irene Umar saat menerima audiensi penyelenggara JIPFest di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

“Fotografi Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menembus panggung internasional secara berkelanjutan,” kata Irene. Menurut dia, kolaborasi dengan JIPFest diharapkan dapat membuat festival tersebut menjadi penghubung antara subsektor fotografi dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Data Kementerian Ekraf menunjukkan fotografi menyumbang 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto ekonomi kreatif pada 2025. Subsektor ini tumbuh 10,15 persen pada periode tersebut.

Pertumbuhan juga terlihat dari nilai ekspor fotografi. Pada Januari-April 2026, nilai ekspor mencapai US$0,47 juta, naik dari US$0,33 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menilai dukungan terhadap ajang fotografi berskala internasional perlu diperkuat. Selain menjadi medium ekspresi visual, fotografi dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang bagi talenta kreatif Indonesia.

Audiensi antara Kementerian Ekraf dan penyelenggara JIPFest membahas persiapan festival, termasuk penguatan jejaring fotografi nasional, peningkatan kapasitas talenta visual, serta perluasan akses pasar industri kreatif Indonesia ke tingkat internasional.

Irene mengusulkan agar penyelenggaraan festival tidak hanya mengandalkan format pameran. Pengalaman pengunjung perlu diperluas melalui kegiatan yang lebih interaktif dan melibatkan berbagai sektor pendukung.

“Saya menyarankan adanya sinergi antara walking tour, kelas fotografi interaktif, serta kolaborasi lintas merek, khususnya merek yang relevan seperti produk tata rias hingga produsen smartphone,” ujar Irene.

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung sekaligus menarik audiens yang sebelumnya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dunia fotografi.

Kementerian Ekraf, kata Irene, siap membantu promosi JIPFest hingga membuka pendaftaran terbuka atau open call bagi fotografer maupun calon kolaborator dari kalangan merek.

JIPFest merupakan festival fotografi internasional yang diinisiasi PannaFoto Institute sejak 2019. Festival tersebut dirancang untuk mempertemukan karya fotografi yang memiliki dampak dengan publik sekaligus membuka jalan bagi fotografer Indonesia menuju panggung internasional.

Dalam penyelenggaraannya, Indonesia Photo Fair (IPF) turut dihadirkan sebagai bagian terintegrasi. Pameran dan bursa fotografi tersebut menjadi salah satu ruang untuk menggerakkan ekosistem fotografi sekaligus aktivitas ekonomi kreatif.

Memasuki edisi keenam, JIPFest 2026 mengangkat tema “Resilience”. Tema tersebut berbicara tentang ketangguhan manusia dan peradaban dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai salah satu kunci kemajuan bersama.

JIPFest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-20 September 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta.

Festival tersebut akan menghadirkan sejumlah program, mulai dari Interactive Installation, Exhibition, Photo Fair, Festival Tour, Discussion & Talk, Performance, Workshop, hingga Curatorial Tour.

Penyelenggara menargetkan keterlibatan 50 fotografer dari 15 negara dan menerima 440 submission karya foto.

Managing Director JIPFest/PannaFoto Institute, Swan Ti, mengatakan masukan dari Kementerian Ekraf penting untuk memperkuat penyelenggaraan festival sekaligus memperluas jangkauan fotografer Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wamen Ekraf atas diskusi hangat serta masukan berharga terkait penyelenggaraan JIPFest 2026,” kata Swan.

Menurut dia, sinergi dengan pemerintah diharapkan dapat memperkuat ekosistem fotografi Indonesia dan membuka lebih banyak peluang bagi karya kreator lokal untuk dikenal di ranah global.

Bagi Kementerian Ekraf, momentum JIPFest 2026 menjadi kesempatan untuk mempertemukan talenta fotografi Indonesia dengan jejaring internasional. Festival tidak lagi sekadar menjadi tempat melihat karya, tetapi dapat berkembang menjadi ruang transaksi gagasan, kolaborasi lintas industri, serta pintu masuk menuju pasar kreatif global.

Dalam audiensi tersebut, Irene Umar didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf Iman Santosa.

Tags: ekrafIrene UmarJIPFestPannaFoto InstituteSwan Ti
Previous Post

Menafsir Ulang Primbon Jawa Lewat Instalasi Interaktif Sri Hardana

Next Post

Urban Blooms, Menemukan Kembali Alam di Tengah “Hutan Beton” Jakarta

Next Post
Urban Blooms, Menemukan Kembali Alam di Tengah “Hutan Beton” Jakarta

Urban Blooms, Menemukan Kembali Alam di Tengah "Hutan Beton" Jakarta

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo