• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

Siap Digelar, ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026 Fokus Regenerasi Kriya di Era Teknologi

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 13, 2026
in Agenda Asephi, Focus ASEPHI
0
Siap Digelar, ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026 Fokus Regenerasi Kriya di Era Teknologi
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mematangkan persiapan ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026 menjelang INACRAFT on October 2026 Volume 5. Ajang yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 itu diarahkan bukan sekadar menjadi arena penghargaan, tetapi juga ruang regenerasi, inovasi, dan pembentukan wirausahawan muda kriya.

Tema “Youthpreneurs: Technocraft” menjadi pijakan penyelenggaraan tahun ini. Teknologi dan inovasi ditempatkan berdampingan dengan keterampilan kriya untuk menjawab perubahan selera konsumen dan persaingan pasar global.

Project Officer INACRAFT on October 2026, Syamsul Huda, mengatakan persiapan tahun ini juga membuka ruang lebih luas bagi pengembangan industri kriya berbasis riset. Pertemuan dengan lembaga riset nasional BRIN menunjukkan bahwa sektor kerajinan memiliki ruang kolaborasi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengembangan produk.

“Selama ini masyarakat mengenal lembaga riset nasional identik dengan sektor kedirgantaraan, antariksa, atau alutsista. Padahal saat kami bertemu dengan pimpinan dan jajaran, sangat terbuka dan menaruh perhatian besar pada industri kreatif, khususnya kerajinan,” ujar Syamsul.

Kolaborasi itu diharapkan tidak berhenti pada pengembangan inovasi material dan riset kriya. Ada pula peluang pengembangan program beasiswa, kurasi, serta studi lanjut ke luar negeri bagi pelaku industri kreatif dan anggota asosiasi yang memenuhi kualifikasi.

Di saat yang sama, penyelenggara tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai platform digital untuk memperkuat pemasaran produk kerajinan Indonesia. Ekosistem digital dinilai penting agar pelaku usaha muda tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga membangun merek dan menjangkau konsumen global.

Juri Senior Bertemu Generasi Muda

Regenerasi juga menjadi perhatian dalam penyusunan dewan juri ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026. Komposisi penilai disiapkan dengan mempertemukan pengalaman juri senior dan perspektif generasi muda.

Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan menekankan pentingnya menjaga independensi dan objektivitas dalam proses kurasi. Penilaian produk kriya tidak cukup hanya melihat bentuk dan keindahan visual, tetapi juga mempertimbangkan material, keberlanjutan, fungsi, inovasi, serta peluang pasar.

“Di ASEPHI kita membangun suasana kekeluargaan tanpa mengesampingkan profesionalisme. Penilaian karya kriya itu tidak semudah menonton pertandingan sepak bola yang pakemnya kaku. Variabel kriya sangat banyak,” kata Muchsin.

Karena itu, keberadaan juri senior tetap diperlukan untuk mentransfer pengalaman kepada juri muda.

“Perlu ada transfer of knowledge dari para juri senior kepada juri-juri muda,” ujarnya.

Menurut Muchsin, produk kerajinan yang mampu bersaing harus menemukan keseimbangan antara kekuatan tangan manusia, penggunaan teknologi, kualitas, dan harga. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan karakter kriya, melainkan membantu meningkatkan presisi, efisiensi, dan daya saing.

Karya-karya terbaik juga diharapkan tidak berhenti setelah penghargaan diberikan. Produk pemenang perlu terus dipromosikan melalui berbagai pameran dan jejaring pasar, termasuk galeri internasional.

Pengalaman membawa karya kriya Indonesia ke sejumlah kota dunia menjadi salah satu rujukan. Dengan cara itu, penghargaan tidak sekadar menjadi pengakuan, tetapi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

Wakil Ketua Umum II ASEPHI sekaligus Ketua Program ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026, Baby Jurmawati, mengatakan komposisi dewan juri tahun ini sengaja diarahkan untuk mempertemukan akademisi, praktisi senior, dan kurator muda.

“Penggabungan juri senior dan junior ini adalah wujud keseriusan kita dalam regenerasi. Kita ingin standar kurasi yang objektif dan adil (fairness) tetap terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi gagasan-gagasan segar anak muda sesuai tema Youthpreneurs: Technocraft,” ujar Baby.

Persiapan menuju Oktober diisi dengan pengarahan teknis dan penyusunan kriteria penilaian. Kurasi diarahkan agar mampu membaca karya dari berbagai sisi, mulai dari kualitas desain, material, teknik produksi, inovasi, keberlanjutan hingga peluang komersial.

Dengan pendekatan tersebut, ASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026 diharapkan tidak berhenti pada pencarian pemenang. Ajang ini diposisikan sebagai bagian dari proses inkubasi generasi baru pelaku kriya yang mampu memadukan tradisi dengan teknologi.

Tantangannya adalah menjaga agar teknologi tidak menghilangkan identitas kerajinan Indonesia. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi alat untuk memperkuat karakter produk, memperluas produksi, memperbaiki kualitas, dan membuka akses pasar.

Dari panggung penghargaan di Oktober nanti, ASEPHI ingin mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif menghasilkan produk, tetapi juga memahami pasar, teknologi, kekayaan intelektual, keberlanjutan, dan strategi ekspor.

Regenerasi kriya akhirnya bukan semata perkara mengganti generasi lama dengan generasi baru. Ia menjadi upaya mempertemukan pengalaman, pengetahuan, teknologi, dan keberanian menciptakan sesuatu yang baru untuk membawa kerajinan Indonesia ke pasar global.

Tags: asephiASEPHI Emerging Youthpreneur Award 2026inacraft
Previous Post

BRIN Sambut Rencana Kolaborasi dengan INACRAFT, Dorong Riset Masuk Industri Kreatif

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo