• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Pinisi Nusantara: Merawat Identitas Maritim dengan Seni dan Material Daur Ulang

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
August 19, 2026
in Cover Story
0
Pinisi Nusantara: Merawat Identitas Maritim dengan Seni dan Material Daur Ulang

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kapal pinisi berukuran 12 x 6 meter berdiri di Pacific Place, Jakarta. Namun kapal itu bukan terbuat dari kayu seperti pinisi pada umumnya. Lebih dari 1.000 lembar kardus berbahan 100 persen serat daur ulang disusun menjadi instalasi seni bertajuk Pinisi Nusantara.

Karya tersebut merupakan kolaborasi Dus Duk Duk, seniman Erika Richardo, dan Pacific Place Mall. Karya instalasi berskala 1:1 itu memadukan seni, budaya, kreativitas, dan prinsip keberlanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mengatakan Pinisi Nusantara memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat diterjemahkan ke dalam bentuk kontemporer tanpa kehilangan identitasnya. Menurut dia, kolaborasi tersebut juga menunjukkan potensi ekonomi kreatif dalam mengolah material secara lebih bertanggung jawab.

“Ini bukan hanya sesuatu yang kreatif, yang bikin bagus, estetika, berguna, tapi juga sesuatu yang sustainability-nya jalan,” ujar Irene saat menghadiri seremoni Pinisi Nusantara di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Irene, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif seperti Erika Richardo dan Dus Duk Duk merupakan contoh bahwa kreativitas dapat berjalan bersama dengan keberlanjutan. Pemerintah, kata dia, perlu membuka ruang bagi karya semacam itu agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Irene juga melihat kebudayaan sebagai salah satu keunggulan utama ekonomi kreatif Indonesia. Kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke, menurut dia, merupakan modal yang tidak perlu ditiru dari negara lain.

“Unique selling point terbesar kita ada di budaya kita. Kita tidak perlu menyontek dari siapa pun. Kita harus bangga terhadap kebudayaan kita sendiri,” kata dia.

Tantangannya, menurut Irene, adalah membuat kebudayaan tetap relevan bagi generasi muda sekaligus dapat diterima di pasar internasional. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif dituntut mengemas warisan budaya dengan pendekatan baru tanpa menghilangkan nilai aslinya.

“Tugas dari ekonomi kreatif adalah memastikan budaya kita relevan terhadap anak muda Indonesia dan tetap keren dan gokil untuk dunia internasional,” ujarnya.

Pinisi Nusantara dirancang bukan sekadar sebagai objek pajangan. Pengunjung dapat memasuki dan menjelajahi sejumlah bagian instalasi tersebut. Konsep interaktif itu membuat kapal menjadi ruang pengalaman yang mempertemukan pengunjung dengan cerita mengenai budaya maritim Indonesia.

Material kardus yang digunakan sekaligus menjadi bagian penting dari pesan karya. Bahan yang lazim dianggap sebagai material sederhana tersebut diolah menjadi struktur kapal berukuran besar. Eksperimen itu memperlihatkan kemungkinan baru pemanfaatan material daur ulang dalam seni dan desain.

Kehadiran instalasi ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Momentum tersebut digunakan para kreator untuk mengangkat identitas nasional melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan industri kreatif dan budaya populer.

CEO Dus Duk Duk Arief Susanto mengatakan karya tersebut merupakan bentuk dedikasi anak muda dalam menerjemahkan kebudayaan, kreativitas, dan keberlanjutan melalui eksplorasi material.

Menurut Arief, penggunaan kardus berbahan serat daur ulang merupakan bagian dari upaya menunjukkan bahwa material bekas dapat memiliki kehidupan baru ketika dipadukan dengan desain dan kreativitas.

“Ini adalah persembahan instalasi kami yang merepresentasikan tentang kreativitas, tentang kebudayaan, tentang seni, dan tentang keberlanjutan,” kata Arief.

Pinisi Nusantara bukan proyek pertama kolaborasi Dus Duk Duk dan Erika Richardo. Pada 2025, keduanya menghadirkan instalasi pesawat terbang berbahan kardus dengan skala 1:10 dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Kali ini mereka memilih pinisi. Bagi Erika, kapal tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah maritim dan kebudayaan Indonesia. Pinisi telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Erika mengembangkan lukisan pada permukaan kapal dengan mengambil inspirasi dari bentang geografis dan keragaman budaya Indonesia. Bagian kapal menggambarkan perjalanan visual dari Papua hingga Sumatra.

“Kita memilih Pinisi ini untuk dibuatkan lukisan yang sebenarnya bisa dilihat sesuai dengan letak peta Indonesia. Dari ujung sebelah kanan, itu Papua sampai ke ujung sebelah kiri, yaitu Pulau Sumatra. Itu semua dipenuhi dengan kebudayaan Indonesia,” ujar Erika.

Dengan pendekatan tersebut, pinisi tidak hanya ditempatkan sebagai simbol masa lalu. Kapal tradisional itu diolah menjadi medium untuk memperkenalkan kembali keragaman budaya Indonesia melalui bahasa visual yang lebih mudah diterima publik.

Instalasi Pinisi Nusantara dapat dinikmati masyarakat hingga 5 September 2026 di Pacific Place, Jakarta.

Kehadiran karya ini memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk yang konvensional. Melalui desain, seni, teknologi material, dan kolaborasi lintas sektor, warisan tersebut dapat ditafsirkan kembali dan dibawa ke ruang publik.

Bagi pemerintah, pendekatan semacam ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Bagi kreator, pinisi menjadi medium untuk menghubungkan sejarah, identitas, dan isu keberlanjutan dengan selera masyarakat masa kini.

Selain Irene Umar dan Erika Richardo, seremoni tersebut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumariyo, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan I Made Dharma Suteja, serta perwakilan Pacific Place.

Tags: Dus Duk DukekrafInstalasiPinisi Nusantara
Previous Post

GNIK Dorong ASEPHI Bertransformasi Menjadi Ekosistem Kriya

Next Post

Peluang Kreator Indonesia: Dari Karya Kreatif Menjadi Sumber Penghasilan

Next Post
Peluang Kreator Indonesia: Dari Karya Kreatif Menjadi Sumber Penghasilan

Peluang Kreator Indonesia: Dari Karya Kreatif Menjadi Sumber Penghasilan

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo