• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Dari Kekayaan Hayati Aceh, Yagi Forest Membidik Pasar Produk Perawatan Alami

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
September 3, 2026
in Business, Ekonomi dan Bisnis, Product
0
Dari Kekayaan Hayati Aceh, Yagi Forest Membidik Pasar Produk Perawatan Alami
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aroma minyak esensial dan produk perawatan tubuh memenuhi salah satu sudut Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Di tengah deretan produk premium dalam Jakarta International Premium Products Fair (JIPREMIUM) 2026, Yagi Forest membawa cerita berbeda: produk perawatan tubuh berbahan alami yang berangkat dari kekayaan hayati Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 3–6 September 2026 itu menjadi kesempatan bagi Yagi Forest memperkenalkan produk personal care asal Aceh kepada pasar yang lebih luas. Azura, perwakilan Yagi Forest, mengatakan produk yang mereka tawarkan mencakup perawatan tubuh, kulit, dan rambut.

“Di sini kami menawarkan body care. Ada yang amenities bisa ke hotel, di situ terdiri dari essential oil, ada body cream, ada hand sanitizer,” kata Azura saat ditemui di stan Yagi Forest dalam JIPREMIUM 2026.

Untuk konsumen ritel, Yagi Forest menawarkan sejumlah produk seperti lotion, deodoran, body butter, dan scrub. Produk perawatan rambut juga menjadi bagian dari lini usaha mereka. Menurut Azura, bahan yang digunakan berbasis herbal dengan sumber bahan dari Aceh.

Yagi Forest merupakan merek personal care asal Aceh yang mengembangkan produk berbahan tanaman dan hasil hutan nonkayu. Dalam keterangan perusahaan, Yagi Forest mengembangkan produk untuk kebutuhan kulit sensitif dan kulit yang rentan mengalami iritasi, dengan pendekatan yang menggabungkan bahan dari hutan Indonesia dan teknologi formulasi.

Sejumlah bahan yang disebut perusahaan antara lain virgin coconut oil, kopi Gayo Aceh, serta illipe butter dari Kalimantan. Bahan-bahan tersebut menjadi bagian dari konsep Yagi Forest dalam mengembangkan produk perawatan tubuh yang tidak hanya mengandalkan bahan sintetis, tetapi juga kekayaan sumber daya hayati Indonesia.

Perusahaan menyebut proses produksinya menggunakan pendekatan yang mereka namai Biossential Technology. Teknologi tersebut ditujukan untuk mempertahankan karakter bahan alami selama proses pengolahan. Produk Yagi Forest juga dikembangkan di fasilitas produksi di Aceh yang disebut perusahaan sebagai fasilitas produksi kosmetik pertama di Aceh yang telah tersertifikasi BPOM.

Dari sisi produk, lini Yagi Forest kini mencakup body butter, deodorant, body serum, body wash, sampo, dan hair mask. Situs resmi perusahaan juga mencantumkan produk berbasis bahan tanaman dan hasil hutan dengan positioning untuk perawatan kulit sensitif.

Azura mengatakan usaha tersebut telah berjalan lebih dari satu dekade. Ia menyebut bisnis Yagi Forest mulai dirintis sekitar 2011–2012.

Keinginan menembus pasar internasional membuat pameran menjadi lebih dari sekadar tempat berjualan. Bagi Yagi Forest, pertemuan dengan calon konsumen, distributor, dan pelaku usaha lain menjadi bagian dari proses membangun jaringan.

Menurut dia, pameran juga membuka kesempatan untuk bertemu distributor dan pelaku usaha lain. Relasi tersebut, kata Azura, dapat membantu memperluas pemasaran Yagi Forest.

Keikutsertaan dalam JIPREMIUM 2026 pun membawa harapan serupa. Pameran yang mempertemukan produk Korea dan pasar Indonesia itu membuka peluang bagi produk lokal untuk berinteraksi dengan jaringan bisnis yang lebih luas.

Yagi Forest sendiri membawa narasi yang lebih luas dari sekadar produk kecantikan. Perusahaan menyatakan bahan-bahan yang digunakan berasal dari sumber daya hutan Indonesia yang dipilih dengan memperhatikan keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas pemasok. Mereka juga menyebut sekitar 90 persen karyawannya di Aceh merupakan perempuan.

Model bisnis itu menempatkan produk perawatan tubuh di persimpangan antara kecantikan, kekayaan hayati, dan ekonomi lokal. Bahan yang tumbuh di Indonesia diolah menjadi produk dengan nilai tambah sebelum ditawarkan kepada konsumen.

Yagi Forest juga memiliki pengalaman membawa produk Aceh ke panggung internasional. Perusahaan tercatat sebagai salah satu peserta ASEAN Social Enterprise Development Programme dan pernah tampil dalam World Expo 2025 Osaka. Produk Yagi Natural juga pernah dipilih sebagai salah satu pemasok suvenir resmi pertemuan G20 di Bali pada 2022.

Kini tantangannya adalah membawa produk tersebut lebih jauh dari pasar Indonesia. JIPREMIUM menjadi salah satu ruang untuk menguji peluang itu. Bukan hanya melalui penjualan, tetapi lewat pertemuan, jaringan, dan kesempatan memperkenalkan produk berbasis kekayaan alam Indonesia dari Aceh menuju pasar yang lebih luas.

Tags: acehbody carebody creamessential oilhand sanitizerYagi Forest
Previous Post

JIPREMIUM 2026 Bidik Konsumen Muda Indonesia, dari K-Beauty hingga K-Halal

Next Post

Pemerintah Perlu Membuka Jalan Riset untuk Industri Kriya

Next Post
Pemerintah Perlu Membuka Jalan Riset untuk Industri Kriya

Pemerintah Perlu Membuka Jalan Riset untuk Industri Kriya

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo