Pameran kerajinan Indonesia, INACRAFT October 2026, akan kembali digelar pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Memasuki penyelenggaraan volume kelima, pameran ini mengangkat tema “Youthpreneur Technocraft” dengan menempatkan generasi muda, teknologi, dan inovasi sebagai bagian dari pengembangan industri kriya.
Project Officer INACRAFT October 2026, Syamsul Huda, mengatakan hingga technical meeting pada Rabu, 23 September 2026, tercatat 790 peserta akan mengisi pameran. Peserta tersebut terdiri atas 695 peserta individu, 82 peserta dari dinas pemerintah, dan 13 peserta dari BUMN/BUMD. Sejumlah peserta lain masih dalam tahap konfirmasi.
“Pameran ini merupakan platform yang sangat strategis untuk mempromosikan inovasi dan hasil riset terbaru dalam bidang kerajinan dengan dukungan penuh dari BRIN serta kementerian terkait,” kata Huda dalam technical meeting INACRAFT October 2026.
Tema Youthpreneur Technocraft dirancang untuk memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda mengembangkan inovasi berbasis teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan di industri kriya nasional. Teknologi tidak hanya ditempatkan pada proses produksi, tetapi juga dalam desain, riset, pengembangan produk, hingga pemasaran.
Menurut Huda, penerapan teknologi perlu berjalan beriringan dengan karakter dasar kerajinan Indonesia. Inovasi, kata dia, diharapkan memperkaya tradisi dan karakter produk tanpa menghilangkan prinsip serta nilai yang melekat pada kerajinan.
“Tema Technocraft tidak hanya sekadar mencerminkan penggunaan teknologi dalam proses pembuatan kerajinan saja, tetapi juga bagaimana riset dan inovasi dapat memperkaya tradisi dan karakter dari produk-produk kerajinan Indonesia,” ujar Huda.
INACRAFT juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta sejumlah kementerian terkait untuk memperkuat aspek riset dan inovasi. Kolaborasi tersebut diarahkan agar hasil penelitian dapat memiliki keterkaitan lebih dekat dengan kebutuhan industri kriya.
Huda mengatakan integrasi teknologi semakin penting bagi pelaku usaha kriya. Perubahan tersebut mencakup proses dari hulu hingga hilir, mulai dari pengembangan desain dan material, peningkatan proses produksi, hingga strategi pemasaran di pasar digital.
Karena itu, INACRAFT October 2026 tidak hanya menjadi ruang transaksi antara perajin dan pembeli. Pameran tersebut juga diarahkan sebagai ruang pertukaran pengetahuan antara pelaku industri, perajin, peneliti, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Setiap peserta juga diminta menampilkan setidaknya satu produk unggulan yang masuk dalam kategori Youthpreneur. Produk tersebut akan ditempatkan di area yang mudah terlihat di dalam stan sehingga dapat menarik perhatian pengunjung, calon pembeli, dan dewan juri.
Selain pameran produk, INACRAFT October 2026 menyiapkan sejumlah program insight yang berkaitan dengan tema teknologi dan masa depan industri kriya. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan pengetahuan, riset, dan perkembangan teknologi yang relevan dengan industri kerajinan.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia juga melakukan penyesuaian mekanisme loading in dan loading out. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi antrean dan penumpukan di area pameran sekaligus meningkatkan keamanan selama persiapan dan pembongkaran stan.
INACRAFT October 2026 diselenggarakan oleh ASEPHI bersama Mediatama Event, dengan Bank Mandiri sebagai sponsor utama, PT Pos Indonesia sebagai official logistic partner, serta GoDigi sebagai digital partner.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas, teknologi, dan peluang bisnis dalam satu ekosistem. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti keterampilan perajin, melainkan sebagai perangkat untuk memperkuat daya saing produk kriya Indonesia.
“Semoga akhirnya pameran ini dapat terus menjadi ruang untuk mempertemukan karya, kreativitas, peluang usaha, sekaligus semakin luasnya apresiasi terhadap handicraft Indonesia,” kata Huda.





