• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Bekraf dan AMVESINDO Jajaki Skema Pendanaan bagi Startup

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
September 22, 2026
in Cover Story
0
Bekraf dan AMVESINDO Jajaki Skema Pendanaan bagi Startup
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Akses pendanaan menjadi salah satu tantangan bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama perusahaan rintisan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) untuk memperluas pembiayaan nonperbankan bagi sektor tersebut.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan akses modal menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, ingin potensi kreativitas dan inovasi di berbagai daerah mendapat dukungan pembiayaan yang memadai.

“Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky dalam audiensi dengan AMVESINDO di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Pertemuan itu membahas kondisi pendanaan startup digital yang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah dan AMVESINDO membicarakan sejumlah bentuk kerja sama, mulai dari matchmaking antara pelaku usaha dan investor, pendampingan bisnis, perluasan jejaring pasar, hingga akses pelatihan untuk menembus pasar global.

Pembahasan juga mencakup usulan insentif fiskal dan nonfiskal serta penyederhanaan perizinan. Pemerintah berharap perusahaan modal ventura dapat menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang mendukung pelaku ekonomi kreatif sejak tahap pengembangan hingga ekspansi usaha.

Teuku Riefky mengatakan kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada kebutuhan nyata pelaku usaha. Menurut dia, kerja sama antara pemerintah dan industri modal ventura tidak cukup berhenti pada seminar, acara temu bisnis, atau sesi pitching.

“Kementerian Ekraf fokus mendorong para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global,” kata Teuku Riefky.

Ia meminta jajaran kementerian bersama AMVESINDO menyusun strategi dan jadwal tindak lanjut untuk mengurai persoalan pendanaan yang dihadapi pelaku usaha.

AMVESINDO merupakan wadah perusahaan modal ventura yang berdiri pada 13 Mei 2016 dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan. Organisasi tersebut menjalankan fungsi kolaborasi di antara perusahaan modal ventura sekaligus mendorong pengembangan ekosistem startup melalui pendanaan, pendampingan usaha, dan pengembangan kebijakan investasi serta inovasi.

Ketua AMVESINDO Eddi Danusaputro mengatakan industri modal ventura kini semakin memperhatikan perusahaan yang memiliki nilai tambah serta jalur pertumbuhan dan profitabilitas yang lebih terukur.

Salah satu instrumen yang dikembangkan AMVESINDO adalah Startup Maturation Map, sebuah asesmen mandiri untuk melihat tingkat kematangan perusahaan rintisan. Asesmen itu mencakup tata kelola, sumber daya manusia dan budaya organisasi, integritas keuangan, risiko dan kepatuhan, serta teknologi dan infrastruktur.

Eddi mengatakan hasil pembahasan dengan Kementerian Ekraf akan ditindaklanjuti bersama. “Harapannya sinergi ini akan membuka lebih banyak peluang usaha, lapangan kerja, dan karya anak bangsa untuk tumbuh dan mendunia,” ujarnya.

Kerja sama pemerintah dan industri modal ventura tersebut menempatkan pendanaan sebagai salah satu bagian dari rantai pengembangan ekonomi kreatif. Selain modal, pelaku usaha membutuhkan pendampingan tata kelola, akses pasar, peningkatan kapasitas, dan jejaring untuk membawa bisnis dari tahap awal menuju skala yang lebih besar.

Previous Post

Kementerian Ekraf dan PANDI Garap Potensi Ekonomi Aksara Nusantara

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo