• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Pemerintah Perkuat Industri Tekstil, dari Bahan Baku hingga Restrukturisasi

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
September 30, 2026
in Cover Story
0
Pemerintah Perkuat Industri Tekstil, dari Bahan Baku hingga Restrukturisasi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memperkuat industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dari hulu hingga hilir. Langkah itu mencakup kemudahan bahan baku, penertiban impor, harmonisasi tarif, fleksibilitas tenaga kerja, hingga restrukturisasi perusahaan yang mengalami masalah keuangan.

Penguatan industri TPT menjadi salah satu agenda rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Pemerintah menilai sektor ini masih memiliki peran penting karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi terhadap ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri TPT menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan menghasilkan ekspor sekitar US$12 miliar. Pertumbuhan industri TPT juga disebut mencapai 5,6 persen, sementara industri barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 8,25 persen.

“Ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis,” kata Airlangga seusai rapat.

Pemerintah menilai penguatan industri TPT perlu dilakukan di seluruh rantai produksi. Salah satu persoalan yang dibahas adalah pasokan bahan baku. Presiden meminta kementerian terkait meninjau kembali ketentuan Pertek serta regulasi lain yang dinilai mempengaruhi kelancaran masuknya bahan baku bagi industri dalam negeri.

Di sisi hilir, pemerintah juga akan menertibkan praktik impor yang dinilai mengganggu produsen garmen domestik. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diminta menindak impor pakaian dalam bentuk kiloan maupun bulk press. Pemerintah juga membahas harmonisasi tarif agar kebijakan di sektor hulu, antara, dan hilir tidak saling menghambat.

Selain bahan baku dan perdagangan, rapat membahas kebutuhan tenaga kerja industri yang mengikuti pola permintaan musiman. Pemerintah mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT serta regulasi pajak pertambahan nilai yang berkaitan dengan skema tersebut.

Kementerian Keuangan juga diminta mengevaluasi penerapan PPN bagi industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung daya saing industri yang beroperasi di pasar internasional.

Pemerintah juga menyiapkan peran Danantara dalam menangani perusahaan tekstil yang tengah menghadapi persoalan keuangan. Presiden meminta Danantara segera aktif dalam proses restrukturisasi sehingga perusahaan yang masih memiliki prospek usaha dapat kembali menjalankan kegiatan produksi.

Airlangga mengatakan pemerintah tidak memasukkan industri tekstil dalam kategori sunset industry. Dengan posisi tersebut, sektor TPT masih terbuka bagi reinvestasi dan tambahan modal kerja.

Pemerintah juga melihat masih terdapat ruang peningkatan kapasitas produksi. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat utilisasi pabrik tekstil berada di sekitar 75 persen. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi industri untuk melakukan ekspansi.

Penguatan industri TPT kini diarahkan bukan hanya untuk mempertahankan produksi dan lapangan kerja, tetapi juga memperbaiki daya saing rantai industri dari bahan baku hingga produk jadi. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat membuka ruang reinvestasi dan memperkuat posisi industri tekstil Indonesia di pasar ekspor.

Tags: Airlangga HartartoDanantaraPerekonomianPresiden Prabowo Subiantotekstil
Previous Post

Capai 8,98 Juta Wisman di Juli 2026, Kemenpar Luncurkan Outlook Pariwisata 2027

Next Post

Livin’ Merchant Perluas Digitalisasi Transaksi UMKM hingga Daerah

Next Post
Livin’ Merchant Perluas Digitalisasi Transaksi UMKM hingga Daerah

Livin’ Merchant Perluas Digitalisasi Transaksi UMKM hingga Daerah

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo