Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong INACRAFT October 2026 menjadi salah satu pintu bagi produk kriya Indonesia untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global. Menurut Budi, pameran yang telah berlangsung lebih dari dua dekade itu tidak lagi sekadar menjadi ajang promosi, melainkan bagian dari ekosistem perdagangan yang mempertemukan perajin, pelaku UMKM, eksportir, youthpreneur, serta pembeli domestik dan internasional.
Budi menyampaikan hal tersebut saat membuka The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) October 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026. Ia mengapresiasi konsistensi Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dalam mempertahankan INACRAFT sebagai salah satu pameran kriya terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi etalase kriya terbesar, paling bergengsi, dan paling dinamis di kawasan Asia Tenggara,” ujar Budi.
Menurut Budi, peluang pengembangan industri kriya semakin terbuka seiring pertumbuhan ekspor produk home decor Indonesia. Pada Januari-Juli 2026, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai US$821 juta atau tumbuh 6,8 persen secara tahunan, dengan surplus perdagangan US$668,6 juta.
Plastik ornamen menjadi salah satu komoditas dengan pangsa terbesar, yakni 28,2 persen, disusul logam ornamen 9,8 persen, keramik, dan bunga artifisial. Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan kontribusi 58,8 persen. Ekspor ke Belanda, Jepang, dan Cina juga masing-masing tumbuh 49,3 persen, 28,5 persen, dan 13,4 persen, menurut data yang disampaikan Budi.
Kinerja tersebut, kata Budi, menunjukkan produk kriya dan home decor Indonesia memiliki peluang untuk terus berkembang di pasar global. Pemerintah, karena itu, menempatkan pengembangan pasar ekspor sebagai salah satu prioritas Kementerian Perdagangan pada 2026. Dua program lainnya adalah pengamanan pasar dalam negeri serta program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).
“INACRAFT October 2026 adalah cerminan nyata dari ketiga arah tersebut, sekaligus ajang penguatan ekosistem UMKM dan talenta muda kita,” kata Budi. Ia mengatakan penguatan youthpreneur diperlukan untuk memastikan regenerasi pelaku industri kriya. Para pelaku usaha muda didorong berani berinovasi, memanfaatkan ekosistem digital, dan menyesuaikan produknya dengan standar pasar internasional.
Budi Santoso merupakan birokrat karier di Kementerian Perdagangan sebelum ditunjuk menjadi Menteri Perdagangan. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024 setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan pada Agustus-Oktober 2024 dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada Desember 2022-Agustus 2024. Ia juga pernah menjadi Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei serta menjalani sejumlah posisi lain di lingkungan Kemendag. (ED)





