Pos Indonesia memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha kriya dengan kembali menjadi official logistics partner INACRAFT October 2026. Untuk kelima kalinya, perusahaan logistik tersebut menyiapkan layanan yang mencakup seluruh rangkaian distribusi barang, dari pengiriman produk perajin ke lokasi pameran hingga pengantaran barang yang terjual kepada konsumen dan pengembalian produk yang tersisa ke daerah asal.
VP Marketing Pos Indonesia Adhita Rinaldy mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan peserta yang tidak hanya membutuhkan jasa pengiriman menuju Jakarta. Pos Indonesia ingin mengambil peran sejak produk diberangkatkan dari daerah hingga sampai ke tangan pembeli. “Kami akan bantu A sampai Z. Tinggal memikirkan jualan di sana, untuk perjalanannya biar kami yang mengurus barang-barangnya,” kata Adhita terkait persiapan INACRAFT October 202.
INACRAFT October 2026 berlangsung pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Pos Indonesia menyiapkan satu booth utama untuk aktivitas dan edukasi serta enam booth satelit untuk melayani kebutuhan pengiriman peserta dan pengunjung.
Booth utama menyediakan layanan penerimaan kiriman dan loket, termasuk program coaching bagi UMKM. Salah satu layanan yang ditawarkan adalah PRangko IdentitaS Milik Anda (PRISMA), berupa pembuatan prangko dengan latar INACRAFT dan foto pengunjung. Layanan ini diharapkan menjadi pengalaman tambahan bagi pengunjung, termasuk tamu internasional yang tertarik pada filateli.
Enam booth satelit akan ditempatkan di area pameran agar peserta dapat mengirim barang tanpa meninggalkan lokasi. Pos Indonesia juga menyiapkan personel kantor cabang untuk membantu kebutuhan logistik, mulai dari pengiriman produk dari daerah asal, barang yang terjual selama pameran, hingga produk yang tersisa kembali ke kota asal. Peserta INACRAFT pada penyelenggaraan sebelumnya juga akan dihubungi sejak sebelum pameran untuk mendapatkan penawaran layanan logistik.
Selain layanan pengiriman, Pos Indonesia membawa program digitalisasi melalui PosAja! UMKM. Platform tersebut memungkinkan pelaku usaha membuat toko daring secara gratis sekaligus mengelola produk, stok, pesanan, pengiriman, dan penjualan dalam satu sistem. Pengelolaan stok juga dapat terhubung dengan sejumlah kanal perdagangan elektronik sehingga pelaku UMKM tidak perlu melakukan pencatatan secara terpisah di setiap kanal.
Pos Indonesia menyebut jaringan domestiknya mencakup lebih dari 20.000 titik layanan dan lebih dari 13.000 tenaga kurir dengan cakupan hingga 100 persen kecamatan. Untuk pengiriman internasional, perusahaan mengandalkan jaringan kerja sama melalui Universal Postal Union (UPU) yang mencakup 232 negara.
Selama INACRAFT, Pos Indonesia memberikan potongan harga 10 persen untuk seluruh pengiriman. Tarif khusus pengiriman satu kilogram ke wilayah Jabodetabek ditawarkan Rp5.000, sedangkan kargo minimal 10 kilogram ke wilayah yang sama dikenakan tarif Rp22.500.
Melalui dukungan tersebut, Pos Indonesia menempatkan logistik sebagai bagian dari rantai bisnis UMKM, bukan sekadar tahap akhir transaksi. Dalam konteks INACRAFT, jaringan logistik diharapkan dapat menghubungkan produk perajin dari berbagai daerah dengan konsumen di dalam negeri sekaligus membuka peluang akses ke pasar internasional.





