• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

Kemendag Bidik Tren Pop Culture untuk Dongkrak Ekspor Kerajinan Indonesia

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 9, 2026
in Agenda Asephi, Business, Ekonomi dan Bisnis, Headlines
0
Kemendag Bidik Tren Pop Culture untuk Dongkrak Ekspor Kerajinan Indonesia
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Analis Perdagangan Ahli Utama Kementerian Perdagangan, Ari Satria, menilai industri kerajinan Indonesia perlu memperluas pasar ekspor, mengembangkan desain, dan memanfaatkan tren budaya populer untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Menurut dia, kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja ekspor kerajinan.

Ari menyampaikan hal itu dalam INACRAFT Business Forum bertema Breaking Global Export Barriers, bagian dari Insight Program INACRAFT October 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia menyebut nilai ekspor kerajinan Indonesia pada tahun sebelumnya telah melampaui US$ 1,25 miliar. Adapun nilai ekspor pada Januari-Juli 2026 disebut telah mencapai lebih dari US$ 821 juta. Ari optimistis kinerja ekspor tahun ini berpeluang melampaui capaian 2025, meski upaya diversifikasi produk dan pasar tetap diperlukan.

“Bagaimana we have to diversify our market and we have to diversify our product,” kata Ari dalam paparannya.

Menurut dia, Indonesia perlu memanfaatkan keragaman budaya dari Sabang sampai Merauke untuk menciptakan produk yang memiliki karakter kuat sekaligus sesuai dengan kebutuhan konsumen internasional. Ia juga mengajak pelaku usaha melihat pengembangan ekspor dalam kerangka kerja sama regional ASEAN, sehingga pertumbuhan ekspor Indonesia dapat berkontribusi terhadap perdagangan kawasan.

Ari mengatakan pasar kerajinan global memiliki hubungan erat dengan perubahan gaya hidup dan tren budaya populer. Ia mencontohkan popularitas boneka Labubu yang meningkat setelah dikenakan Lisa, anggota grup K-pop Blackpink. Fenomena tersebut, menurut dia, menunjukkan bagaimana figur publik dapat memengaruhi permintaan konsumen terhadap suatu produk.

Karena itu, pelaku industri kerajinan perlu mempertimbangkan strategi pemasaran yang memanfaatkan influencer, figur publik, dan tren budaya populer. Produk kerajinan lokal berpeluang menjangkau pasar lebih luas apabila mampu menarik perhatian konsumen melalui saluran promosi yang relevan.

Di sisi lain, Ari mengingatkan pelaku usaha agar tidak mengabaikan standar kualitas dan regulasi negara tujuan ekspor. Negara-negara maju semakin menerapkan beragam persyaratan produk, termasuk standardisasi dan ketentuan lingkungan. Pelaku usaha perlu mengantisipasi perubahan tersebut agar tidak kehilangan peluang di pasar internasional.

Untuk mendukung kesiapan UMKM, Kementerian Perdagangan menyediakan pendampingan, termasuk terkait sertifikasi, pengembangan desain, dan akses pasar. Ari menyinggung pentingnya kesiapan pelaku usaha menghadapi ketentuan lingkungan Uni Eropa, termasuk Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR), serta persyaratan bagi produk kayu melalui Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).

Ia juga menekankan pentingnya ekosistem usaha yang inklusif. Menurut Ari, UMKM tidak harus langsung menjadi eksportir untuk dapat masuk ke rantai perdagangan internasional. Mereka dapat memanfaatkan agen, agregator, dan perusahaan logistik untuk membantu pemasaran, konsolidasi produk, serta pengiriman ke pasar luar negeri.

“Ekspor nggak bisa sendirian, harus kolaborasi, harus bareng-bareng,” ujarnya.

Dalam memperluas akses pasar, Ari menyebut Indonesia memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan, termasuk 12 perjanjian dalam kerangka ASEAN. Pemerintah juga masih menjalankan sejumlah proses perundingan dan peninjauan perjanjian perdagangan untuk membuka peluang lebih luas bagi produk nasional.

Ia mengajak asosiasi industri kerajinan menyampaikan masukan kepada pemerintah mengenai hambatan perdagangan dan pasar potensial yang perlu diprioritaskan. Masukan tersebut dapat menjadi bahan bagi para negosiator perdagangan Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan industri kerajinan di forum internasional.

Selain perjanjian dagang, Kementerian Perdagangan memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara untuk menyediakan informasi pasar dan memetakan tren permintaan. Ari mendorong asosiasi seperti Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mengusulkan negara tujuan yang membutuhkan kajian pasar khusus produk kerajinan.

Di dalam negeri, Kemendag juga menjalankan program melalui pusat ekspor di sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan. Pemerintah turut menyediakan export coaching program melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP).

Ari berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi, UMKM, dan pelaku usaha pendukung dapat memperkuat kemampuan industri kerajinan Indonesia menembus pasar global. Menurut dia, strategi ekspor perlu mencakup inovasi desain, pemenuhan standar, pemanfaatan tren konsumen, dan penguatan jaringan usaha agar produk lokal memiliki nilai tambah serta daya saing yang berkelanjutan.

Tags: Analis Perdagangan Ahli UtamaAri SatriaINACRAFT Business Forum
Previous Post

Kemendag Siapkan Fasilitas untuk Perluas Ekspor Kerajinan

Next Post

Inovasi Daur Ulang Berbasis Mekatronika, Mahasiswa ATMI Cikarang Olah Plastik Jadi Karya

Next Post
Inovasi Daur Ulang Berbasis Mekatronika, Mahasiswa ATMI Cikarang Olah Plastik Jadi Karya

Inovasi Daur Ulang Berbasis Mekatronika, Mahasiswa ATMI Cikarang Olah Plastik Jadi Karya

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo