• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

ATMI Cikarang Olah Sampah Plastik Menjadi Produk, Libatkan Mahasiswa dari Hulu ke Hilir

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
October 11, 2026
in Agenda Asephi, Event, Focus ASEPHI
0
ATMI Cikarang Olah Sampah Plastik Menjadi Produk, Libatkan Mahasiswa dari Hulu ke Hilir
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Cikarang mengintegrasikan pengolahan sampah plastik ke dalam pembelajaran mahasiswa. Melalui pembuatan mesin pengolah skala kecil, lembaga pendidikan teknik ini mendorong penyelesaian persoalan sampah dari lingkungan rumah tangga hingga komunitas.

Hal tersebut disampaikan Kristiono Puspo dari Politeknik ATMI Cikarang dalam sesi Craft Talks ASEPHI Go Green pada pameran INACRAFT October 2026, 11 Oktober 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Kristiono mengatakan pengolahan sampah tidak cukup berhenti pada kegiatan mengumpulkan dan memilah. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengolah sampah menjadi produk baru. Karena itu, mahasiswa dilibatkan dalam pembuatan mesin, termasuk crusher untuk mencacah plastik dan mesin hot press untuk membentuk hasil olahannya.

“Kalau kita tahu teknik, tetapi tidak bisa membuat mesin kecil yang bisa digunakan di lingkungan domestik, persoalannya belum selesai,” kata Kristiono.

Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ

Ia menjelaskan, ATMI Cikarang bukan lembaga pengolah limbah, melainkan institusi pendidikan yang berupaya membangun kesadaran dan keterampilan melalui praktik langsung. Mesin-mesin berukuran kecil tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan di tingkat rumah tangga, rukun tetangga, maupun komunitas seperti remaja masjid dan gereja.

Pengolahan plastik juga telah dimasukkan ke dalam kurikulum. Mahasiswa diwajibkan mempelajari proses tersebut melalui mata kuliah produksi dan ilmu bahan. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi menjalani tahapan pengolahan secara langsung, mulai dari mengumpulkan tutup botol, membersihkan, mencuci, mengeringkan, mencacah, hingga membentuk plastik menjadi produk baru.

Menurut Kristiono, pengalaman berhadapan langsung dengan sampah menjadi bagian penting dalam pendidikan. Ia berharap praktik tersebut dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, sekaligus mendorong mereka mencari solusi melalui kreativitas dan rekayasa teknik.

Ia menyebut pendekatan itu sebagai sirkular edukasi, yakni pendidikan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan tindakan. Kristiono menekankan pentingnya tiga unsur dalam pendidikan: head, heart, dan hand, yaitu cara berpikir, kepekaan hati, dan tindakan nyata.

“Pendidikan sejatinya melatih moral thinking, moral feeling, dan moral action. Mahasiswa harus berani berpikir kreatif, memiliki kepedulian, lalu mewujudkannya dalam tindakan,” ujarnya.

Kristiono juga mendorong lembaga pendidikan mengambil peran lebih besar dalam menghadapi persoalan sampah. Baginya, sampah bukan semata urusan kebersihan, melainkan cerminan perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan dan ruang publik.

Upaya pengolahan sampah tersebut turut membuka peluang bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kristiono mengatakan hasil penjualan mesin atau produk olahan plastik digunakan untuk mendukung beasiswa bagi sekitar 20 mahasiswa dari berbagai daerah, dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur.

Ia berharap keterampilan yang dikembangkan di kampus dapat ditularkan ke masyarakat. Dengan mesin sederhana dan pendampingan yang tepat, komunitas di berbagai daerah diharapkan mampu mengolah sampah secara mandiri.

Bagi Kristiono, mengolah sampah juga merupakan upaya memberikan makna baru pada sesuatu yang semula dianggap tidak berguna. Melalui keterlibatan manusia, kreativitas, dan teknologi, sampah dapat menjadi bahan bagi produk baru sekaligus sarana pembelajaran tentang tanggung jawab terhadap lingkungan.

Tags: ATMIKristiono PuspoPoliteknik Akademi Teknik Mesin Industri
Previous Post

Warta Inacraft on October 2026 Day 04

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo