Jenama Batik Lanang kembali mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Pada keikutsertaannya untuk kedua kali, pemilik Batik Lanang, Mamez, mengandalkan koleksi batik tulis bermotif klasik Solo dengan dominasi warna sogan.
Mamez, pemilik Batik Lanang asal Jawa Tengah sekaligus anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), mengatakan respons pengunjung pada hari pertama pameran cukup baik. Ia berharap minat pembeli terus meningkat hingga pameran berakhir.
“Ini kali kedua kita, tahun lalu juga ikut. Sejauh ini masih bagus ya, hari pertama saja menurut kita sudah bagus,” kata Mamez saat ditemui di arena TEI 2026.
Batik Lanang membawa koleksi yang mempertahankan karakter batik klasik Solo, terutama motif sogan dan warna-warna tradisional. Dari seluruh koleksi yang dipamerkan, sekitar 75 persen merupakan batik tulis. Sisanya berupa batik cap dan batik semi tulis.
Menurut Mamez, pilihan tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan ciri khas produk Batik Lanang. Batik tulis tetap menjadi andalan dengan proses pengerjaan yang mengandalkan keterampilan tangan perajin.
Batik Lanang berasal dari Solo, Jawa Tengah, dengan basis usaha di wilayah Karanganyar. Melalui partisipasinya di TEI 2026, Mamez berharap dapat memperluas peluang pemasaran sekaligus memperkenalkan karakter batik klasik kepada calon pembeli.
Ia juga berharap keikutsertaan dalam pameran tersebut dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Mamez mengapresiasi kesempatan yang diberikan melalui ASEPHI untuk kembali menjadi peserta TEI.
“Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya juga tetap ASEPHI mengambil keputusan untuk ikut serta di sini, dan kita siap mendukung untuk jadi salah satu tenant,” ujarnya.
Mamez berharap jumlah pengunjung dan minat pembeli terus meningkat dari hari ke hari sehingga penjualan Batik Lanang semakin baik hingga penutupan TEI 2026.




