
BPD ASEPHI DKI Jakarta menggelar JakCraft 2026 di Kota Kasablanka pada 2–8 November 2026. Ketua Umum ASEPHI Hatman berharap pameran ini dapat memperluas pasar perajin sekaligus memperkuat dukungan terhadap UMKM menjelang INACRAFT 2027.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono Anung atau Hani Pramono mengapresiasi penyelenggaraan JakCraft 2026. Pameran yang digelar BPD ASEPHI DKI Jakarta bersama Dinas PPKUKM DKI Jakarta itu mempertemukan produk kerajinan dengan konsumen melalui tema Lifestyle, Culture and Heritage.
Hani mengatakan kerajinan memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. JakCraft 2026 memberi kesempatan bagi perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan produk, menjangkau pasar, serta membangun jejaring usaha.
“Melalui JakCraft 2026, kita memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan karya, menjangkau pasar, bertukar inspirasi, dan membangun jejaring usaha,” ujar Hani.
Ia berharap pameran mendorong inovasi produk kerajinan agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Hani juga mengajak masyarakat mendukung produk lokal dengan menggunakan dan membeli karya perajin.

Ketua Umum ASEPHI Hatman mengatakan penyelenggaraan pameran membutuhkan koordinasi dan tujuan yang jelas. Salah satu faktor penting adalah pemilihan lokasi yang mampu mendatangkan pengunjung potensial.
Hatman mengapresiasi Ketua BPD ASEPHI DKI Jakarta Tita Koeshartanto yang menjalin kerja sama dengan Kota Kasablanka sebagai lokasi pameran. Pusat perbelanjaan tersebut dinilai memiliki jumlah pengunjung yang dapat membuka peluang pemasaran bagi peserta.
“Melaksanakan satu pameran itu bukan hal yang mudah karena kita harus mengumpulkan banyak orang, mencapai satu visi misi yang jelas,” kata Hatman.
Menurutnya, keberhasilan pameran tidak cukup diukur dari jumlah peserta. Kehadiran pembeli menjadi faktor penting agar perajin memperoleh hasil dari produk yang telah mereka produksi.
Hatman berharap pengunjung, termasuk pejabat yang hadir, turut membeli produk peserta pameran. Dukungan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin memperhatikan industri kerajinan. Hatman menilai dukungan pemerintah diperlukan untuk memperluas ruang pemasaran dan menjaga keberlanjutan usaha perajin.
Hatman kemudian menyinggung rencana penyelenggaraan INACRAFT pada April 2027, bertepatan dengan momentum menuju 500 tahun Jakarta. Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat berpartisipasi dan menjadikan pameran tersebut bagian dari rangkaian kegiatan menyambut lima abad ibu kota.

“Kita berharap, insyaallah, nanti melaksanakan INACRAFT itu di bulan April 2027, bersamaan dengan jargon dari DKI, yakni menuju lima abad DKI Jakarta,” ujarnya.
Hatman juga meminta dukungan Kota Kasablanka agar pameran kerajinan dapat kembali digelar tahun depan dengan durasi lebih panjang. Menurut dia, keberlanjutan pameran akan memberikan kesempatan lebih besar bagi UMKM untuk memasarkan produk.
“Kepedulian kepada UMKM ini yaitu kepedulian kepada bangsa dan negara kita,” kata Hatman.
JakCraft 2026 diharapkan menjadi ruang pemasaran bagi perajin sekaligus memperluas peluang usaha. ASEPHI juga berharap dukungan pemerintah, pengelola pusat perbelanjaan, dan masyarakat terhadap produk lokal terus meningkat.





