• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

Kementerian UMKM Siapkan 200 Usaha Menengah Melantai di Bursa

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
November 2, 2026
in Agenda Asephi, Ekonomi dan Bisnis, Finance & Banking, Focus ASEPHI, SMEs
0
Kementerian UMKM Siapkan 200 Usaha Menengah Melantai di Bursa
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyiapkan 200 perusahaan menengah untuk mengakses pendanaan melalui pasar modal. Perusahaan tersebut akan mengikuti Go Public Academy for Small and Medium Enterprise (SME), program pembinaan yang diluncurkan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Surveyor Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rahman mengatakan program ini menjadi strategi untuk mempercepat perusahaan menengah menuju pasar modal. Pemerintah ingin memperluas sumber pembiayaan usaha yang selama ini bergantung pada perbankan.

“Go Public Academy for SMEs adalah strategi akselerasi multi-years dari program Rise to IPO,” ujar Bagus.

Program Rise to IPO mencakup identifikasi perusahaan menengah potensial, pemberian inspirasi untuk melantai di bursa, dukungan transformasi bisnis, serta peningkatan kapasitas perusahaan agar menjadi perusahaan terbuka yang kompetitif.

Bagus mengatakan, dari sekitar 15.300 perusahaan menengah yang tercatat dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM, sebanyak 200 perusahaan telah diseleksi untuk mengikuti program tersebut. Jumlah itu masih jauh dari potensi usaha menengah di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik yang disampaikan Bagus mencatat sekitar 800 ribu usaha menengah, sedangkan SIDT Kementerian UMKM mencakup sekitar 15.300 perusahaan.

Perusahaan peserta akan mendapatkan pembinaan untuk memahami persyaratan dan proses menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Pembinaan mencakup tujuh tahapan, mulai dari pemahaman kelembagaan, penguatan tata kelola, kesiapan keuangan, persiapan IPO, hingga pengembangan kapasitas perusahaan untuk bersaing di pasar nasional dan global.

Kementerian UMKM bekerja sama dengan BEI dan perusahaan sekuritas untuk memberikan pendampingan. Perusahaan peserta akan memperoleh pelatihan, konsultasi, serta dukungan dalam menyusun prospek usaha dan prospektus. Program ini juga melibatkan perguruan tinggi untuk mendukung riset, penyusunan kurikulum, dan pendampingan perusahaan.

Bagus mengatakan keterlibatan perusahaan sekuritas, termasuk melalui perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara, diharapkan membantu pengusaha menyiapkan kebutuhan menuju pasar modal. Kementerian juga akan berkoordinasi dengan BEI dan mitra sekuritas agar pembinaan berlangsung berkesinambungan.

Program pembinaan usaha menengah sebelumnya telah diperluas ke sejumlah kota. Tahun ini, Kementerian UMKM memperluas pendampingan ke Surabaya dengan 50 perusahaan, Makassar 45 perusahaan, dan Bandung 58 perusahaan. Perusahaan peserta akan menjalani asesmen kesiapan secara berkelanjutan untuk mengidentifikasi potensi mereka menjadi emiten.

Menurut Bagus, Go Public Academy merupakan bagian dari upaya memperkuat perusahaan menengah sebagai penghubung antara usaha kecil dan perusahaan besar. Perusahaan menengah diharapkan menjadi penggerak pengembangan ekosistem UMKM sekaligus contoh bagi pelaku usaha lain.

“Melalui kerja sama Kementerian UMKM dengan Bursa Efek Indonesia, kami berharap proses identifikasi, pembinaan, dan pengembangan usaha potensial dapat dilaksanakan lebih terarah dan terintegrasi dengan ekosistem pasar modal Indonesia,” kata Bagus.

Sekretaris Jenderal ASEPHI Subchi Subekti bersama Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rahman saat peluncuran program Go Public Academy for SME di Gedung BEI, Jakarta

Sekretaris Jenderal ASEPHI Subchi Subekti menyambut program Go Public Academy sebagai peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk naik kelas. Menurut dia, pendampingan dari Kementerian UMKM, BEI, dan Surveyor Indonesia dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan diri memasuki pasar modal melalui penawaran saham perdana.

Subchi mengatakan akademi tersebut akan menyediakan kelas pendampingan untuk memperkuat kelembagaan, manajemen, dan pengelolaan keuangan UMKM. Kesiapan itu penting agar perusahaan memiliki daya saing lebih kuat dan mampu memenuhi kebutuhan ketika memasuki pasar modal. “Tujuan utamanya adalah untuk menaikkan kelas para UKM Indonesia,” ujar Subchi.

Ia berharap program tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Subchi menilai pengembangan UMKM melalui akses pembiayaan dan penguatan kapasitas usaha berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan penerimaan negara. Ia juga berharap pelaku usaha lokal dapat berkembang dari pemain daerah menjadi perusahaan nasional, bahkan menembus pasar global.

Tags: Bagus RahmanBEBursa Efek IndonesiaDeputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKMGo Public Academy for Small and Medium EnterpriseSekretaris Jenderal ASEPHISistem Informasi Data TunggalSubchi Subekti
Previous Post

BEI Luncurkan Go Public Academy untuk Perusahaan Skala Menengah

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo