Kementerian Kebudayaan mendukung penyelenggaraan AMI Awards 2026 yang mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”. Ajang penghargaan musik tahunan itu menghadirkan 67 kategori untuk mengapresiasi perkembangan dan keberagaman musik Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai industri musik memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Potensi tersebut ditopang keberagaman budaya Indonesia yang melahirkan berbagai genre, ekspresi, dan tradisi musikal dari seluruh penjuru Nusantara.
Pernyataan itu disampaikan Fadli saat menghadiri puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 di Ciputra Artpreneur. Kementerian Kebudayaan mendukung penyelenggaraan penghargaan yang diinisiasi Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan pencapaian insan musik Tanah Air.
Fadli mengatakan, Indonesia memiliki sekitar 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa yang menjadi sumber kekayaan ekspresi musikal. Keberagaman itu, menurut dia, bukan ancaman, melainkan kekuatan untuk memperkuat identitas nasional sekaligus mengembangkan industri kebudayaan.
“Keberagaman itu tidak menjadi ancaman, tetapi menjadi binding power kita. Kebudayaan adalah kekuatan untuk mempersatukan, menjadi source of identity atau sumber identitas dan jati diri. Kebudayaan juga sangat penting sebagai engine of economic growth, mesin pertumbuhan ekonomi baru ke depan,” kata Fadli.
Ia menilai industri musik membutuhkan ekosistem berkelanjutan agar potensi ekonomi tersebut dapat berkembang. Selain menciptakan nilai ekonomi, musik juga memiliki peran strategis sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
“Termasuk dunia musik, yang kita harapkan dapat menjadi engine of economic growth melalui ekosistem yang berkelanjutan, dan tentu saja menjadi soft power yang sangat penting sebagai soft diplomacy kita di dunia internasional,” ujarnya.
Untuk mendukung perkembangan ekosistem tersebut, Fadli menyoroti pentingnya akses pendanaan bagi para pelaku seni dan budaya, termasuk musisi. Pemerintah, kata dia, menyediakan fasilitasi melalui Dana Indonesiaraya dengan prinsip inklusif, transparan, dan akuntabel.
Dukungan pendanaan itu diharapkan dapat menjadi stimulus bagi seniman dan budayawan untuk menghasilkan karya sekaligus memperkuat keberlanjutan ekosistem kebudayaan nasional.
Fadli juga mengapresiasi perjalanan AMI Awards yang telah berlangsung selama 29 tahun. Menurut dia, penghargaan tersebut bukan sekadar ajang pemberian trofi kepada musisi berprestasi, melainkan juga menjadi catatan perkembangan musik Indonesia dari masa ke masa.
AMI Awards 2026 mengusung tema “Ruang Nada Nusantara” dengan menghadirkan 67 kategori penghargaan. Empat kategori baru ditambahkan tahun ini, yakni Album Rap/Hip-Hop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi Hip-Jazz Terbaik, dan Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik.
Penambahan kategori tersebut mencerminkan perkembangan kreativitas dan semakin beragamnya karakter musik Indonesia. Penghargaan itu juga membuka ruang apresiasi bagi genre dan ekspresi musikal yang sebelumnya belum terakomodasi secara khusus.
Selain mengangkat keberagaman musik dalam negeri, AMI Awards 2026 menghadirkan penghargaan khusus internasional untuk Japanese Popular Music melalui kolaborasi dengan Jepang. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas pertukaran budaya antarbangsa melalui musik.
Fadli menilai musik tradisi, instrumen daerah, lantunan bahasa ibu, hingga karya modern merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu memperoleh ruang apresiasi. Keberagaman itu harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Melalui AMI Awards, pemerintah berharap semakin banyak talenta dari berbagai daerah memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan. Penguatan ekosistem musik juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing karya Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan warisan musikal Nusantara.





