• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Perkuat Promosi Pariwisata di WTM London 2026

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
November 5, 2026
in Business, Event, Travel, Vacation
0
Indonesia Perkuat Promosi Pariwisata di WTM London 2026
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Pariwisata membawa 65 pelaku industri ke World Travel Market London 2026. Selain mempromosikan destinasi unggulan, Indonesia menawarkan pengalaman budaya, gastronomi, dan wisata berkelanjutan untuk menarik wisatawan berkualitas.

Indonesia memperkuat promosi pariwisata di pasar Eropa melalui partisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2026 pada 3–5 November di ExCeL London, Inggris. Tahun ini, Paviliun Wonderful Indonesia tidak hanya menampilkan destinasi wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya, gastronomi, seni, dan kekayaan bahari Nusantara.

Mengusung kampanye Go Beyond Ordinary, paviliun seluas 352,75 meter persegi itu menampilkan instalasi bertema kehidupan bawah laut karya seniman kontemporer Mulyana atau Mang Moel. Karya berbahan rajutan tersebut menggambarkan keindahan sekaligus kerapuhan ekosistem laut.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pendekatan promosi tersebut bertujuan memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik, berkualitas, dan berkelanjutan.

Indonesia juga memperkenalkan lima produk wisata unggulan, yakni wisata bahari, gastronomi, wellness, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah Muslim. Strategi ini diarahkan untuk menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan memiliki pengeluaran lebih tinggi.

Partisipasi Indonesia melibatkan 65 pelaku industri pariwisata, termasuk empat desa wisata, yaitu Teluk Harapan, Candirejo, Walian Satu, dan Hijau Bilebante. Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra internasional.

Di sela pameran, Widiyanti juga melakukan pertemuan bisnis, berdialog dengan pelaku industri, serta menjajaki kerja sama dengan Forbes Travel Guide untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata premium. Indonesia turut berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri bersama UN Tourism dan World Travel & Tourism Council (WTTC) yang membahas pembangunan pariwisata tangguh dan regeneratif.

Dalam forum tersebut, Indonesia mengangkat empat prioritas pembangunan pariwisata, yakni penguatan tata kelola destinasi, investasi inklusif dan regeneratif, pemberdayaan masyarakat dan sumber daya manusia, serta pemanfaatan data dan inovasi digital.

Promosi juga diperluas melalui pendekatan budaya populer. Widiyanti melakukan peluncuran awal Monopoly: Jakarta Edition bersama mitra dari Inggris dan perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Permainan tersebut diharapkan memperkenalkan ikon kota, destinasi wisata, serta jenama dan komunitas lokal kepada pasar internasional.

Sementara itu, melalui kegiatan Indonesia Networking Event, pemerintah mempertemukan pelaku usaha pariwisata nasional dengan calon pembeli dan mitra strategis global. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama bisnis, pengembangan paket perjalanan, dan perluasan jaringan distribusi produk wisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan gastronomi sebagai bagian dari diplomasi pariwisata. Salah satunya melalui kunjungan ke restoran SAMBEL! di Kensington, London, yang memperkenalkan masakan Indonesia dengan konsep modern Indonesian grill and smokehouse.

Rangkaian kegiatan di London tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kualitas pariwisata, bukan semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Pemerintah juga menargetkan peningkatan lama tinggal, pengeluaran wisatawan, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Tags: gastronomikementerian pariwisatawastra NusantarawellnessWidiyanti Putri Wardhanawisata bahariWorld Travel MarketWTM London 2026
Previous Post

AMI Awards 2026: Musik Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Next Post

Mendag Dorong UMKM NTB Perluas Pasar dan Siap Ekspor

Next Post
Mendag Dorong UMKM NTB Perluas Pasar dan Siap Ekspor

Mendag Dorong UMKM NTB Perluas Pasar dan Siap Ekspor

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo