Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan seni rupa memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif nasional. Pernyataan itu disampaikan saat membuka ArtMoments Jakarta 2026 di Agora Ballroom Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Riefky, di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, seni tidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi, tetapi juga menjadi sarana membangun koneksi, memperkaya perspektif, serta memperkuat identitas budaya bangsa.
“Ekonomi kreatif saat ini tidak hanya berbicara tentang transaksi ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas menjadi soft power sebuah bangsa. Karya seni mampu membangun pengaruh, membuka dialog, dan memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia,” kata Riefky dalam sambutannya.
Pembukaan ArtMoments Jakarta 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri seni rupa nasional.
Riefky menilai tema ArtMoments tahun ini, “Intimacy of Offerings: Matter, Memory, and Connection”, relevan dengan dinamika global saat ini. Tema tersebut mengajak publik meninjau kembali pentingnya hubungan antarmanusia, memori budaya, serta nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ia juga mengapresiasi konsistensi ArtMoments Jakarta yang selama ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman, galeri, kolektor, kurator, hingga pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Menurut dia, meningkatnya partisipasi internasional menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan dalam percakapan seni global.

ArtMoments Jakarta 2026 akan dibuka untuk masyarakat umum pada 5–7 Juni 2026. Ajang ini menargetkan sekitar 25 ribu pengunjung dengan melibatkan 75 eksibitor dari 12 negara serta puluhan galeri seni terkemuka.
Salah satu daya tarik utama pameran tahun ini adalah kehadiran karya-karya para maestro seni rupa Indonesia, seperti S. Sudjojono, Affandi, dan Mochtar Apin. Kehadiran karya-karya tersebut dinilai menjadi penghubung antara warisan seni rupa Indonesia dengan perkembangan seni kontemporer masa kini.
Fair Director ArtMoments Jakarta, Sendy Widjaja, mengatakan tema “Offerings” diangkat sebagai ruang perjumpaan untuk merawat dan memperkenalkan kembali warisan para maestro kepada generasi baru.
“ArtMoments Jakarta 2026 hadir sebagai ruang perjumpaan untuk merawat warisan maestro seni rupa. Seni bukan hanya tentang apa yang kita lihat hari ini, tetapi juga tentang nilai dan identitas budaya yang kita bangun untuk masa depan,” ujarnya.
Kehadiran Menteri Ekraf dalam pembukaan ArtMoments Jakarta 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan subsektor seni rupa sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional. Pemerintah menilai seni rupa tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui penguatan pasar seni, peningkatan investasi, dan perluasan jejaring internasional bagi seniman Indonesia.




