• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

ASEPHI Bidik Pasar Lokal Premium di Livin Fest Heritage Raya Hingga Evaluasi Rencana Program internasional

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
March 5, 2026
in Business, Ekonomi dan Bisnis, Event, Focus ASEPHI, Headlines
0
ASEPHI Bidik Pasar Lokal Premium di Livin Fest Heritage Raya Hingga Evaluasi Rencana Program internasional
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) memanfaatkan momentum Livin’ Fest Heritage Raya 2026 yang digelar pada 5–7 Maret 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place sebagai ruang promosi produk kerajinan dan fesyen berbasis budaya Indonesia sekaligus memperluas jejaring pasar bagi pelaku industri kreatif nasional. Keikutsertaan dalam festival yang digelar oleh Bank Mandiri tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi produk kerajinan Indonesia di segmen premium.

Ketua Umum ASEPHI, Muchsin Ridjan, mengatakan kolaborasi dengan Bank Mandiri dalam festival tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan pameran kerajinan yang menyasar pasar gaya hidup kelas menengah hingga premium.

Menurut Muchsin, konsep festival yang menggabungkan unsur gaya hidup, warisan budaya, dan produk kreatif memberikan ruang bagi pelaku kerajinan untuk menampilkan karya dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Ini merupakan suatu kreasi yang bagus karena bersifat premium. Jadi bukan hanya menyasar pasar menengah ke bawah, tetapi juga segmen atas. Kami melihat ini sebagai awal yang baik untuk pengembangan pameran serupa di berbagai tempat,” kata Muchsin.

Ia berharap kerja sama antara ASEPHI dan Bank Mandiri dapat terus berlanjut di masa depan, tidak hanya dalam bentuk pameran, tetapi juga sebagai platform promosi yang berkesinambungan bagi produk kerajinan nasional.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa berkepanjangan, bisa berlanjut. Jadi tidak hanya menjadi pameran sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi promosi jangka panjang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Baby Jurmawati, Wakil Ketua Umum II ASEPHI Bidang Kerjasama Regional dan Internasional, menilai kolaborasi dalam festival Ramadan tersebut membuka peluang baru bagi promosi produk kerajinan, khususnya wastra.

Menurutnya, selama ini ASEPHI tidak memiliki agenda khusus yang secara rutin digelar pada periode Ramadan. Karena itu, keterlibatan dalam Livin’ Fest Heritage Raya menjadi kesempatan penting bagi para pelaku industri kreatif untuk memperluas pasar di momentum menjelang Idulfitri.

“Kerja sama ini sangat positif. Sepanjang yang saya ingat, ASEPHI memang tidak memiliki agenda khusus saat Ramadan. Jadi ketika diundang oleh Bank Mandiri dalam festival ini, kami melihatnya sebagai peluang yang sangat baik,” ujar Baby.

Dalam festival tersebut, ASEPHI menghadirkan sekitar delapan brand yang sebagian besar berasal dari sektor wastra. Produk yang ditampilkan tidak hanya berupa kain tradisional, tetapi juga turunan produk seperti tas berbahan tenun dan aksesori yang mengadaptasi material tradisional dalam desain modern.

Baby menjelaskan bahwa brand yang diikutsertakan dalam festival ini dipilih secara selektif karena konsep acara menyasar segmen premium. Beberapa brand yang hadir juga dikenal memiliki performa penjualan yang baik dalam berbagai pameran kerajinan sebelumnya.

“Brand-brand yang hadir ini sebenarnya merupakan brand yang memiliki rekam jejak penjualan yang bagus dalam berbagai pameran. Jadi mereka memang sudah punya pasar,” katanya.

Ia berharap pengalaman mengikuti festival ini dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan agenda khusus yang menyasar pasar Ramadan dan Lebaran pada masa mendatang, terutama untuk kategori produk fesyen dan dekorasi rumah.

“Karena pameran INACRAFT sekarang bergeser waktunya menjauh dari Ramadan, mungkin ke depan kita bisa mempertimbangkan membuat agenda khusus yang menyasar momentum Lebaran,” ujarnya.

Fesyen dan Kriya Dominasi Ekspor Ekonomi Kreatif, INACRAFT Jadi Etalase Pasar Global

Partisipasi ASEPHI dalam Livin’ Fest Heritage Raya juga mencerminkan upaya asosiasi tersebut untuk memperluas promosi produk kriya dan fesyen berbasis budaya Indonesia di berbagai platform gaya hidup. Selain melalui festival tematik, ASEPHI selama ini menjadikan pameran INACRAFT sebagai etalase utama produk kerajinan nasional sekaligus ruang promosi terbesar bagi perajin Indonesia untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional.

Upaya promosi tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan ekspor ekonomi kreatif, di mana subsektor fesyen dan kriya dalam beberapa tahun terakhir menjadi kontributor utama perdagangan kreatif Indonesia di pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan subsektor fesyen dan kriya menjadi tulang punggung ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor kedua subsektor tersebut mencapai 28,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp476,3 triliun sepanjang Januari–November 2025.

Dari jumlah itu, fesyen menyumbang 16,37 miliar dolar AS, sedangkan kriya sebesar 12,03 miliar dolar AS. “Angka ini menegaskan posisi strategis fesyen dan kriya sebagai motor penggerak perdagangan kreatif nasional,” ujar Riefky saat membuka pameran INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Center, Februari lalu.

Pameran kerajinan INACRAFT 2026 lalu mencatatkan capaian transaksi ritel (spot sales) sebesar Rp94,05 miliar selama penyelenggaraan di Jakarta International Convention Center. Berdasarkan rekap panitia, komoditas batik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan Rp34,8 miliar atau sekitar 37 persen dari total transaksi. Posisi berikutnya ditempati produk fesyen sebesar Rp14,48 miliar (15,4 persen), disusul jewelry dan aksesori sebesar Rp13,35 miliar (14,2 persen), serta tenun yang mencatat transaksi Rp8,65 miliar (9,2 persen). Sementara itu, produk berbahan kulit menyumbang Rp6,01 miliar (6,4 persen).

Pada kategori lainnya, songket mencatat penjualan Rp5,26 miliar (5,6 persen), gift item sebesar Rp4,13 miliar (4,4 persen), other craft sebesar Rp2,63 miliar (2,8 persen), household dan houseware sebesar Rp2,53 miliar (2,7 persen), serta decorative item senilai Rp1,78 miliar (1,9 persen). Adapun kategori wastra lainnya menyumbang transaksi sekitar Rp376 juta atau 0,4 persen dari total penjualan ritel pameran tersebut.

Sebagai catatan tambahan, khusus untuk Paviliun Internasional INACRAFT 2026 menunjukkan minat pengunjung yang cukup tinggi terhadap produk kerajinan dari luar negeri. Berdasarkan rekap transaksi pembayaran digital melalui EDC/QRIS yang dihimpun panitia, total nilai penjualan dari delapan stan peserta internasional mencapai Rp439.607.479 selama lima hari penyelenggaraan, mulai 4 hingga 8 Februari 2026.

ASEPHI Agendakan Ekspansi ke Asia Tengah

Selain memperkuat promosi di dalam negeri, ASEPHI juga tengah menyiapkan sejumlah program internasional untuk memperluas pasar kerajinan Indonesia. Salah satu agenda yang sedang direncanakan adalah program kunjungan ke kawasan Asia Tengah bersama jaringan Asia Pacific Crafts Alliance.

Program tersebut akan membawa delegasi kerajinan Indonesia ke tiga negara, yakni Uzbekistan, Kazakhstan, dan Tajikistan.

Menurut Baby, agenda tersebut tidak hanya berfokus pada pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi ajang eksplorasi budaya dan pertukaran pengetahuan mengenai ekosistem kerajinan di kawasan tersebut.

“Kunjungan ini tidak hanya melihat kerajinan, tetapi juga mempelajari bagaimana budaya dan gaya hidup masyarakat di sana, termasuk bagaimana kerajinan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Program ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru antara pelaku kerajinan Indonesia dan komunitas kerajinan di Asia Tengah, sekaligus memperluas jaringan perdagangan internasional.

Rencana Partisipasi di Pameran Kerajinan Milan

ASEPHI juga tengah mempertimbangkan untuk kembali berpartisipasi dalam pameran kerajinan internasional L’Artigiano in Fiera yang diselenggarakan setiap tahun di Milan, Italy.

Pameran tersebut merupakan salah satu ajang kerajinan terbesar di dunia yang menghadirkan ribuan perajin dari berbagai negara. Menurut Baby, konsep pameran di Milan menarik karena tidak hanya menampilkan produk kerajinan, tetapi juga memadukan unsur budaya, kuliner, dan pertunjukan seni dalam satu ekosistem.

“Di sana bukan hanya pameran kerajinan. Ada budaya, kuliner, bahkan pertunjukan seni. Jadi benar-benar menjadi perayaan budaya yang lengkap,” ujarnya.

Selain itu, penyelenggara pameran juga telah mengintegrasikan platform digital dalam sistem pameran, sehingga pengunjung dapat menelusuri lokasi booth, produk, dan informasi peserta melalui platform daring. Model pameran tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan pameran kerajinan di Indonesia, termasuk untuk pengembangan INACRAFT di masa depan.

Pertimbangan Ekspansi Pasar Baru

Di luar agenda tersebut, ASEPHI juga sempat mempertimbangkan peluang promosi ke beberapa kawasan lain, termasuk Afrika Selatan melalui kerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Namun rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi karena mempertimbangkan dinamika situasi global.

Menurut Baby, kondisi geopolitik dunia saat ini membuat sejumlah agenda internasional perlu dipertimbangkan secara lebih hati-hati.

“Kita memang punya beberapa agenda internasional, tetapi situasi dunia sekarang juga menjadi pertimbangan. Jadi kita akan melihat perkembangan ke depan sebelum memastikan program-program tersebut,” ujarnya.

Sebagai alternatif, ASEPHI juga membuka peluang memperkuat promosi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur yang dinilai relatif lebih stabil dan memiliki kedekatan pasar dengan produk kerajinan Indonesia.

Melalui berbagai agenda tersebut, ASEPHI berharap produk kerajinan Indonesia semakin dikenal di pasar global sekaligus memperkuat posisi industri kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Baby pengembangan pasar internasional tidak hanya penting untuk meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga untuk memperkuat identitas budaya Indonesia melalui produk kerajinan yang memiliki karakter dan cerita kuat.

“Kerajinan Indonesia memiliki kekuatan pada budaya, material, dan kreativitas. Jika dipromosikan dengan strategi yang tepat, produk kita bisa bersaing di pasar global,” pungkasnya. ED

Tags: asephiAsosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft IndonesiaBaby JurmawatiBank MandiriLivin’ Fest Heritage Raya 2026muchsin ridjan
Previous Post

Fraser Residence Menteng Jakarta Mempersembahkan Pengalaman Eksklusif

Next Post

Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

Next Post
Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

Bank Mandiri Perkuat Industri Kreatif Lewat Livin’ Fest Heritage Raya 2026

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo