• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

ASEPHI Gandeng Bank Mandiri, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing UMKM Kriya di Pasar Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
July 16, 2026
in Ekonomi dan Bisnis
0
ASEPHI Gandeng Bank Mandiri, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing UMKM Kriya di Pasar Global
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA – Keberlanjutan atau sustainability kini menjadi tuntutan baru dalam industri kerajinan. Tidak lagi sekadar berbicara tentang produk ramah lingkungan, konsep tersebut telah berkembang menjadi strategi bisnis yang menentukan daya saing UMKM, terutama dalam menembus pasar ekspor. Pesan itu menjadi benang merah dalam sesi INACRAFT Talks bertajuk kolaborasi Bank Mandiri x ASEPHI yang digelar Rabu, 15 Juli dalam rangkaian INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 di Jogja Expo Center (JEC).

Diskusi menghadirkan Corporate Communication Team Bank Mandiri Citra F. Ananda, Sustainable Product and Portfolio Lead ESG Group Bank Mandiri Tomas Setya Wahyu, Wakil Ketua Umum II ASEPHI Baby Jurmawati, serta Bendahara Umum ASEPHI Syamsul Huda. Keempat narasumber sepakat bahwa masa depan industri kriya bergantung pada kemampuan pelaku usaha mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan tata kelola dalam seluruh proses bisnis.

Citra F. Ananda mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama yang mendorong transformasi tersebut. Menurut dia, konsumen saat ini tidak lagi membeli produk hanya berdasarkan fungsi atau desain, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana sebuah produk dibuat, dari mana bahan bakunya berasal, hingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kalau dulu konsumen hanya bertanya produknya bagaimana, sekarang pertanyaannya berubah. Mereka ingin tahu apakah produk itu berkelanjutan, bahannya berasal dari mana, dan bagaimana proses produksinya,” kata Citra.

Ia menjelaskan bahwa perhatian terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) kini datang dari berbagai arah. Regulator telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendorong praktik bisnis berkelanjutan, investor mulai memasukkan ESG sebagai indikator investasi, sementara konsumen semakin kritis dalam menentukan pilihan.

Mengacu pada riset Mandiri Institute, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan ketika membeli produk. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi UMKM yang mampu menunjukkan praktik usaha yang bertanggung jawab.

Tomas Setya Wahyu menambahkan, Bank Mandiri menerjemahkan komitmen tersebut melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Beyond Banking. Melalui pendekatan itu, keberlanjutan tidak hanya diterapkan dalam operasional perusahaan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai produk pembiayaan dan program pemberdayaan masyarakat.

Menurut Tomas, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan kepada sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, bangunan bersertifikasi hijau, hingga pembiayaan sosial yang menyasar pelaku UMKM. Di sisi internal, perusahaan juga mulai mengganti kendaraan operasional menjadi kendaraan listrik serta membangun gedung dengan standar efisiensi energi untuk mendukung target penurunan emisi operasional pada 2030.

Selain pembiayaan, Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Livin’ Planet dalam aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui fitur tersebut, nasabah dapat menghitung jejak karbon dari aktivitas sehari-hari, kemudian berkontribusi mengurangi emisi melalui penanaman pohon maupun pembelian sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Bukan hanya perusahaan yang harus berkontribusi terhadap target net zero emission, tetapi masyarakat juga bisa mengambil bagian melalui langkah-langkah sederhana yang terukur,” ujar Tomas.

Wakil Ketua Umum II ASEPHI Baby Jurmawati mengatakan konsep keberlanjutan dalam industri kerajinan memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibanding sekadar penggunaan material ramah lingkungan. Menurut dia, sebuah produk kriya harus memperhatikan keseluruhan rantai nilai, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, kesejahteraan perajin, hingga pelestarian budaya yang menjadi identitas produk.

Ia menilai pelaku industri kriya Indonesia sebenarnya telah lama menerapkan prinsip-prinsip tersebut, meskipun belum selalu menggunakan istilah sustainability.

“Ketika berbicara tentang produk kriya, kita juga berbicara tentang budaya, dampak sosial bagi perajin, bagaimana limbah dikelola, hingga bagaimana produk itu tetap memiliki nilai budaya yang kuat,” kata Baby.

Menurut Baby, tantangan berikutnya adalah menjaga agar produk tradisional tetap relevan dengan selera pasar global. Hal itu dapat dilakukan melalui inovasi desain tanpa menghilangkan karakter budaya Indonesia. Ia mencontohkan perkembangan motif batik yang kini semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar internasional, namun tetap mempertahankan identitas lokal.

Sementara itu, Bendahara Umum ASEPHI Syamsul Huda menekankan bahwa keberlanjutan harus dipandang sebagai peluang bisnis, bukan beban tambahan bagi pelaku UMKM. Menurut dia, berbagai regulasi baru, termasuk kewajiban sertifikasi halal untuk berbagai produk, justru dapat menjadi momentum bagi industri kerajinan untuk memperbaiki proses produksi dan meningkatkan kualitas produk.

Syamsul menjelaskan bahwa penggunaan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan, pemanfaatan material alami, hingga pengurangan bahan berbasis kimia menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk Indonesia. Pelaku usaha, kata dia, perlu mulai menyesuaikan diri dengan standar internasional agar mampu memenuhi tuntutan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Ia juga mencontohkan inovasi yang lahir dari pendekatan tersebut, seperti pemanfaatan limbah kertas semen menjadi produk kriya bernilai tinggi. Menurut Syamsul, kreativitas dalam memanfaatkan material bekas tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang diminati pasar internasional.

Melalui kolaborasi antara sektor perbankan dan asosiasi industri, INACRAFT Talks menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar tren global, melainkan kebutuhan mendesak bagi UMKM Indonesia. Dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk, serta pelestarian budaya dipandang sebagai fondasi agar industri kriya nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan dan semakin kompetitif di pasar dunia.

Previous Post

APCA Dorong Perajin Indonesia Raih Pengakuan Dunia Lewat Craft Master Award

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo