• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Agenda Asephi

Batik Domas: Daya Beli Pengunjung INACRAFT Festival Yogyakarta Cukup Baik

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
July 18, 2026
in Agenda Asephi, Ekonomi dan Bisnis, Fashion
0
Batik Domas: Daya Beli Pengunjung INACRAFT Festival Yogyakarta Cukup Baik
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA – Pelaku usaha kriya yang mengikuti INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 menilai penyelenggaraan perdana pameran di luar Jakarta membawa peluang baru bagi pasar kerajinan nasional. Meski jumlah pengunjung dinilai belum seramai yang diharapkan, kualitas transaksi dinilai cukup menjanjikan karena mayoritas pengunjung datang dengan niat berbelanja.

Hal itu disampaikan Zahra, pemilik Batik Domas, yang menjadi salah satu peserta dalam INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Menurut Zahra, keikutsertaannya pada festival tersebut merupakan pengalaman pertama. Ia menilai penyelenggaraan secara keseluruhan berjalan baik, meskipun arus pengunjung belum seramai penyelenggaraan INACRAFT di Jakarta.

“Secara keseluruhan sudah bagus. Hanya saja untuk traffic pengunjung menurut saya masih kurang ramai,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku pameran tetap mampu memenuhi ekspektasinya. Keputusan mengikuti pameran bahkan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, namun tidak mengurangi keyakinannya untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Zahra menilai pola kunjungan pengunjung selama pameran cukup fluktuatif. Pada waktu tertentu, stan dipadati pengunjung secara bersamaan, sementara di waktu lain kondisi relatif lengang. Karena itu, menurutnya sulit menentukan jumlah pengunjung ideal setiap hari.

Yang menarik, kata dia, kualitas pengunjung justru menjadi nilai positif. Pada hari pertama penyelenggaraan, sebagian besar pengunjung yang datang ke stan Batik Domas langsung melakukan pembelian setelah melihat koleksi produk.

“Kalau hari pertama, banyak yang lihat, mencoba, lalu langsung membeli,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, pola belanja mulai berubah. Pengunjung masih menunjukkan minat terhadap produk, tetapi lebih banyak membandingkan pilihan, menawar harga, atau menunda keputusan pembelian sebelum kembali berkeliling area pameran.

Meski transaksi sedikit melambat, Zahra tetap optimistis kondisi tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi pada pameran berskala besar.

Selain memberikan apresiasi terhadap fasilitas penyelenggaraan yang dinilainya bersih dan tertata, Zahra juga menyampaikan sejumlah masukan kepada panitia. Ia berharap petugas di lapangan lebih sigap memperhatikan kebutuhan pengunjung maupun peserta pameran, terutama kelompok lanjut usia.

Menurut dia, kepedulian terhadap kenyamanan pengunjung merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan sebuah festival internasional.

“Saya berharap kru lebih peka terhadap kondisi di sekitar, terutama kepada pengunjung lansia yang mungkin membutuhkan bantuan atau tempat duduk,” katanya.

Bagi Batik Domas, penyelenggaraan perdana INACRAFT Festival Yogyakarta menjadi langkah awal yang positif dalam memperluas pasar kerajinan nasional. Dengan berbagai penyempurnaan pada penyelenggaraan berikutnya, pameran ini dinilai berpotensi menjadi agenda penting yang mampu mempertemukan pelaku UMKM, pembeli, dan pencinta produk kriya dari berbagai daerah maupun mancanegara. (Reporter: Angga/Riska)

Tags: Batik DomasINACRAFT Festival Yogyakarta
Previous Post

Debut Manis Haralova di INACRAFT Festival Yogyakarta: Hampir Semua Pengunjung Berujung ‘Closing’

Next Post

Pertama Kali Ikut INACRAFT, Produk Lukis Tangan Karya Sinta Dilirik Pembeli Mancanegara

Next Post
Pertama Kali Ikut INACRAFT, Produk Lukis Tangan Karya Sinta Dilirik Pembeli Mancanegara

Pertama Kali Ikut INACRAFT, Produk Lukis Tangan Karya Sinta Dilirik Pembeli Mancanegara

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo