Rasa ingin tahu menjadi titik berangkat seniman visual Tutu dalam mengeksplorasi pengetahuan, pengalaman, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Gagasan tersebut dituangkan dalam pameran tunggal bertajuk Constellation of Curiosity yang menghadirkan lebih dari 30 karya terbaru di Spac8, ASHTA District 8, Jakarta, pada 7–22 November 2026.
Dikuratori Bambang ‘Toko’ Witjaksono, pameran ini memandang pengetahuan bukan semata-mata sebagai sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan formal atau berhenti ketika sebuah jawaban ditemukan. Pengetahuan justru dipahami sebagai proses berkelanjutan yang terbentuk melalui pengalaman indrawi, pengamatan, interaksi dengan lingkungan, eksperimentasi, serta pertukaran gagasan antarmanusia dan lintas generasi.
Melalui Constellation of Curiosity, Tutu mengibaratkan pengetahuan sebagai konstelasi bintang yang membentuk pola ketika titik-titiknya saling terhubung. Pengalaman, ingatan, pengamatan, dan pertanyaan menjadi bagian dari rangkaian yang membentuk pemahaman manusia terhadap dunia.
Bambang mengatakan, proses pencarian pengetahuan selalu diiringi keinginan untuk bereksperimen, keterbukaan untuk belajar, dan kesiapan menerima hal-hal yang belum diketahui.
“Setiap penemuan dapat memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru, sementara kenangan masa lalu memberikan landasan untuk memahami masa kini dan membayangkan masa depan,” ujar Bambang.
Pameran akan dibuka pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 14.00 WIB oleh Silvi Liswanda. Acara pembukaan juga akan dimeriahkan penampilan musik Indra Ameng dan Keke Tumbuan dari The Secret Agents.
Sejak awal 2000-an, Tutu mengembangkan karakter visual yang ekspresif dan dinamis dengan tetap mempertahankan akar estetika seni jalanan. Karyanya juga merekam lanskap visual Indonesia melalui pendekatan yang segar dan eksploratif.
Dalam perjalanan artistiknya, Tutu telah mengikuti sejumlah pameran internasional, antara lain Art Jakarta, Art Fair Tokyo, dan All About 24 di Singapura. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek mural dan instalasi kolaboratif di Australia, Thailand, dan Jepang.
Sejak 2005, karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai festival dan pameran di Asia dan Eropa, termasuk HK Walls di Hong Kong, KP Street di Shanghai, serta 400 ML Book & Exhibition di Paris. Selain berpameran, Tutu juga menerima sejumlah proyek komisi dari institusi dan merek internasional, di antaranya Devialet dan Mercedes-Benz.
Melalui pameran ini, Tutu mengajak pengunjung melihat rasa ingin tahu bukan sekadar dorongan untuk menemukan jawaban, melainkan energi yang membuat manusia terus belajar, mempertanyakan, dan membuka kemungkinan baru. (FA)




