Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperluas ruang promosi hilirisasi sektor perkebunan dengan berpartisipasi dalam pameran kerajinan internasional INACRAFT October 2026 di JICC.
Melalui keikutsertaan ini, Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan tersebut memperkenalkan berbagai karya inovatif UMKM mitra yang memanfaatkan produk turunan kelapa sawit, kelapa, dan kakao ke pasar industri kreatif.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa kehadiran BPDP di INACRAFT October 2026 bertujuan memperkenalkan ragam kebaikan komoditas perkebunan kepada publik, memfasilitasi pemasaran produk mitra, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
“Tugas BPDP adalah memfasilitasi dan mempromosikan. Produk yang kami tampilkan di stan pameran bukan milik BPDP, melainkan karya UMKM mitra binaan yang berbasis pada tiga komoditas utama perkebunan beserta turunannya, baik dalam bentuk kriya, wastra, maupun produk gaya hidup,” ujar Helmi.
Di stan BPDP, pengunjung dapat melihat langsung wujud hilirisasi perkebunan yang diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Salah satu produk yang menyita perhatian adalah tas buatan perajin asal Aceh, yang memadukan desain modern dengan anyaman lidi sawit.
Selain tas lidi sawit, ditampilkan pula wastra batik yang proses pembuatannya memanfaatkan lilin batik (malam) berbasis turunan minyak sawit.
Berbeda dari batik konvensional, penggunaan malam sawit memberikan alternatif bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan.
Stan BPDP juga memamerkan aneka produk kriya fungsional lainnya, seperti talenan dari pelepah kelapa, peralatan rumah tangga berbahan tempurung dan kayu kelapa, hingga payung bermotif batik sawit.
Menurut Helmi, pemanfaatan sawit selama ini kerap diidentikkan hanya dengan minyak goreng atau bahan bakar nabati. Melalui ajang seperti INACRAFT, BPDP ingin memperlihatkan bahwa potensi hilirisasi perkebunan mencakup spektrum yang luas hingga ke ranah kriya, fesyen, dan dekorasi rumah tangga.
Buka Pintu Kolaborasi dengan Anggota ASEPHI
Keikutsertaan BPDP di INACRAFT juga menjadi pintu masuk untuk menjalin kemitraan dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI). Helmi membuka kesempatan luas bagi anggota ASEPHI di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi, khususnya perajin yang berminat mengolah bahan baku berbasis kelapa sawit, kelapa, maupun kakao.
“Harapan kami, jika ada anggota ASEPHI yang memiliki produk atau berminat mengembangkan kerajinan berbasis tiga komoditas perkebunan ini, kita bisa berkolaborasi bersama,” kata Helmi.
Ke depan, BPDP berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi UMKM mitra untuk memperluas akses pasar perajin lokal sekaligus memperkuat daya saing produk kriya berbasis sumber daya perkebunan Nusantara di kancah global. (Disya Shaliha)




