Indonesia dan Rusia menjajaki perluasan kerja sama di bidang kebudayaan di tengah dinamika politik global. Kementerian Kebudayaan mendorong hubungan kedua negara tidak berhenti pada diplomasi formal, tetapi diwujudkan melalui produksi film bersama, pertukaran pelaku budaya, hingga kerja sama pendidikan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas peluang tersebut saat menerima delegasi Federasi Rusia di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta. Pertemuan itu dihadiri Senator Federasi Rusia Ilyas Umahanov dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov.
Fadli mengatakan hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin cukup lama. Namun, menurut dia, kerja sama di bidang kebudayaan masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
“Tentu kami berharap ke depan akan lebih banyak lagi kerja sama di bidang kebudayaan,” kata Fadli dalam siaran pers yang diterima Tempo.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah perfilman. Fadli mengusulkan produksi bersama atau co-production antara sineas Indonesia dan Rusia. Menurut dia, film dapat menjadi medium efektif untuk mempertemukan masyarakat kedua negara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing.
Kementerian Kebudayaan juga mendorong pelaku film Indonesia meningkatkan pertukaran informasi dan berpartisipasi dalam festival film di Rusia. Kehadiran sineas Indonesia di berbagai festival diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan industri film Rusia.
Kerja sama budaya juga diarahkan ke sektor pendidikan. Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan tengah berkoordinasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP untuk menjajaki peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Rusia.
Menurut Fadli, Rusia dapat menjadi salah satu alternatif tujuan pendidikan di bidang kebudayaan. Selama ini, negara-negara Barat lebih sering menjadi tujuan studi bagi pelajar Indonesia.
“Terutama dalam bidang kebudayaan, film, museum, dan warisan budaya,” ujar Fadli.
Kerja sama pendidikan itu mendapat sambutan dari delegasi Rusia. Ilyas Umahanov menyampaikan rencana kerja sama dengan Russian Institute of Theatre Arts (GITIS), salah satu institusi pendidikan seni teater terkemuka di Moskow.
Umahanov mengatakan GITIS memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan institusi pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Kerja sama tersebut dapat menjadi pintu masuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang seni pertunjukan.
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat kementerian dan perwakilan organisasi dari kedua negara, termasuk Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti.
Kedua pihak selanjutnya akan menyusun rencana kerja sama yang lebih rinci. Sejumlah bidang yang dijajaki mencakup kerja sama dengan institusi pendidikan, pengembangan multimedia hub, produksi film bersama, serta peningkatan partisipasi pelaku budaya dan film Indonesia dalam berbagai kegiatan di Rusia.
Bagi Kementerian Kebudayaan, penjajakan tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama yang lebih konkret. Diplomasi budaya tidak hanya diwujudkan melalui pertemuan pejabat atau dokumen kesepakatan, tetapi juga melalui karya, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan langsung para pelaku seni dan budaya kedua negara.
Film, pendidikan, seni pertunjukan, museum, dan warisan budaya menjadi sejumlah pintu yang tengah dibuka untuk mempererat hubungan Indonesia dan Rusia melalui jalur kebudayaan.





