• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Industri Perhiasan Nasional Tetap Bertaji di Tengah Demam Investasi Emas

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 30, 2026
in Ekonomi dan Bisnis, Headlines
0
Industri Perhiasan Nasional Tetap Bertaji di Tengah Demam Investasi Emas
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kenaikan harga logam mulia yang terjadi sejak akhir 2025 dinilai belum mengancam prospek industri perhiasan nasional. Pemerintah meyakini sektor perhiasan tetap memiliki pasar yang kuat karena tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan produk fesyen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan lonjakan harga emas batangan memang mendorong masyarakat beralih ke investasi logam mulia. Namun, menurut dia, perhiasan tetap memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan nilai estetika dan nilai aset.

“Tren lonjakan harga logam mulia memang menggiurkan sebagai aset investasi. Namun sampai kapan pun masyarakat akan tetap membeli perhiasan emas, perak, batu mulia, dan batu permata karena memiliki dua fungsi, yakni investasi dan aksesori,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dunia meningkat menjadi 1.402 ton pada 2025, naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 1.208 ton. Di sisi lain, konsumsi perhiasan emas di Indonesia turun 27 persen, dari 22,8 ton pada 2024 menjadi 16,6 ton pada 2025.

Meski konsumsi domestik melemah, Agus menilai industri perhiasan nasional masih menunjukkan kinerja positif. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekspor barang perhiasan dan barang berharga yang melonjak 64,72 persen sepanjang 2025.

“Nilai ekspor naik dari 5,5 miliar dolar Amerika Serikat pada 2024 menjadi 9,1 miliar dolar AS pada 2025,” ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan mayoritas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan memilih tetap fokus memproduksi perhiasan ketimbang beralih ke bisnis logam mulia.

Menurut Reni, industri perhiasan masih memiliki basis pasar yang kuat, baik di dalam negeri maupun ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), terdapat 539 unit usaha industri perhiasan di Indonesia yang terdiri atas 49 industri besar, 79 industri menengah, dan 411 industri kecil. Industri ini juga menyerap sedikitnya 21.116 tenaga kerja.

“Sebanyak 83,96 persen produk utama ekspor industri perhiasan Indonesia berupa barang perhiasan dan bagiannya dari logam mulia selain perak dengan nilai mencapai 7,64 miliar dolar AS,” kata Reni.

Ia menilai kekuatan industri perhiasan Indonesia terletak pada kreativitas desain serta sentuhan identitas budaya lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar global. Selain itu, pelaku industri dinilai cukup fleksibel dalam berinovasi menggunakan berbagai material, mulai dari emas, perak, hingga mineral lain sesuai kondisi pasar.

Direktur Industri Aneka Ditjen IKMA Reny Meilany mengatakan masyarakat juga masih memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi melalui emas perhiasan dengan kadar dan gramasi yang lebih variatif.

“Emas perhiasan dengan karat dan gramasi kecil serta desain menarik tetap bisa menjadi simpanan favorit sekaligus bentuk investasi,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, terus memperkuat ekosistem industri perhiasan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga jasa bullion, lembaga pembiayaan, serta asosiasi industri. Kementerian Perindustrian juga memfasilitasi promosi, pameran, workshop ekspor, hingga program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) bagi pelaku IKM perhiasan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Perhiasan Indonesia, Iskandar Husin, menilai tren investasi logam mulia memang mendorong sebagian perusahaan besar mulai menyeimbangkan portofolio bisnis antara produk perhiasan dan produk investasi.

Namun, menurut dia, bisnis logam mulia tetap membutuhkan modal besar, reputasi kuat, dan pengelolaan risiko yang matang.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Utama PT Untung Bersama Sejahtera atau UBS, Eddy Yahya. Ia mengatakan tidak semua pelaku industri siap masuk ke bisnis logam mulia karena sektor tersebut memerlukan branding kuat serta jaminan keamanan produk.

“Harga bahan baku berubah hampir setiap hari, sementara konsumen kini cenderung memilih produk dengan kadar emas atau gramasi lebih ringan agar lebih efisien,” katanya.

Sementara itu, dosen Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Alvi Lufiani, menilai perubahan tren konsumsi dari perhiasan emas ke logam mulia menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri.

Menurut Alvi, bisnis logam mulia membutuhkan pengawasan hukum lebih ketat, mulai dari sertifikat keaslian hingga izin perdagangan komoditas. Selain itu, perusahaan juga memerlukan likuiditas yang lebih besar karena tingginya nilai bahan baku dan fluktuasi harga global.

“Perusahaan perlu menerapkan strategi penjualan yang berbeda untuk logam mulia demi menjamin keamanan dan manfaat investasi,” ujarnya.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaIKMAperhiasanSIINasWorld Gold Council
Previous Post

Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis, dari Rafale hingga Dukungan Perdamaian Palestina

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo