Penyelenggaraan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 yang akan berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC) diharapkan tidak hanya menjadi pameran produk kerajinan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, promosi, dan regenerasi bagi pelaku industri kreatif.
Direktur Jogja Expo Center (JEC), Endro Wardoyo, menilai potensi Yogyakarta sebagai kota kreatif perlu didukung dengan strategi promosi yang lebih luas dan melibatkan banyak pihak. Menurut Endro, keberhasilan sebuah pameran tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta dan produk yang dipamerkan, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara membangun keterlibatan publik.
“Kita perlu menciptakan partisipasi yang lebih besar. Bukan hanya pengunjung datang melihat pameran, tetapi bagaimana peserta pameran juga ikut aktif mempromosikan kegiatan ini melalui berbagai kanal yang mereka miliki,” kata Endro.
Ia mencontohkan pentingnya pemanfaatan media sosial dan konten digital oleh para peserta pameran atau exhibitor. Promosi yang dilakukan secara bersama-sama akan memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung.
INACRAFT Festival Yogyakarta memiliki peluang besar untuk menjadi agenda kreatif yang tidak hanya menarik pembeli, tetapi juga generasi muda. Karena itu, ia mendorong adanya program-program yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas kreatif selama penyelenggaraan pameran.
Endro mengatakan pengalaman sejumlah pameran nasional menunjukkan bahwa keterlibatan institusi pendidikan mampu meningkatkan kualitas pengunjung sekaligus memperkuat fungsi edukasi sebuah pameran. Selain melihat produk, peserta didik dapat memperoleh pemahaman mengenai peluang karier dan kewirausahaan di bidang ekonomi kreatif.
Di tengah munculnya beragam persepsi terkait pemilihan Jogja Expo Center sebagai lokasi penyelenggaraan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026, Endro justru menyampaikan optimisme yang tinggi. Menurutnya, rekam jejak JEC selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa venue tersebut mampu menjadi tuan rumah berbagai pameran berskala nasional dengan tingkat kunjungan yang besar dan transaksi yang signifikan.
Ia menilai persepsi mengenai lokasi pameran perlu dilihat secara objektif berdasarkan data dan pengalaman penyelenggaraan berbagai event sebelumnya. JEC, kata dia, telah menjadi salah satu pusat kegiatan pameran terbesar di Yogyakarta yang secara rutin menarik ribuan hingga puluhan ribu pengunjung.

Ia juga menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan perlu diperkuat untuk memperluas dampak penyelenggaraan INACRAFT Festival Yogyakarta. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas pariwisata, komunitas kreatif, media, dan pelaku usaha dinilai memiliki peran penting dalam membangun gaung pameran kepada masyarakat.
Yogyakarta memiliki modal besar karena dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata budaya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan, baik wisatawan, pelaku usaha, maupun generasi muda.
Selain menjadi sarana transaksi bisnis, pameran juga dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat mengenai perkembangan industri kreatif dan kerajinan nasional. Karena itu, kegiatan pendukung seperti talkshow, presentasi produk, workshop, dan forum diskusi dinilai perlu diperbanyak.
“Yang dibangun bukan sekadar keramaian selama lima hari pameran, tetapi bagaimana pameran ini memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan industri kreatif di Yogyakarta,” katanya.
Endro optimistis INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 dapat menjadi salah satu agenda strategis yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat ekonomi kreatif nasional. Melalui sinergi antara penyelenggara, peserta, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pameran ini diharapkan mampu melahirkan peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif daerah.





