• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Business

Kemenperin Kumpulkan Industri Plastik, Waspadai Dampak Geopolitik Global

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
April 17, 2026
in Business, Ekonomi dan Bisnis, Headlines, Product
0
Kemenperin Kumpulkan Industri Plastik, Waspadai Dampak Geopolitik Global
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok bahan baku petrokimia akibat dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Selat Hormuz. Kementerian Perindustrian mempertemukan pelaku industri dari hulu hingga hilir untuk memastikan stabilitas pasokan plastik nasional tetap terjaga.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dari pertemuan tersebut, pelaku industri menyampaikan optimisme terhadap ketersediaan stok plastik di dalam negeri. “Industri menyampaikan stok seharusnya tidak ada masalah. Tapi pemerintah tetap memantau secara cermat perkembangan global yang bisa berdampak pada produksi dan pasokan,” ujar Agus di Jakarta, Kamis, 16 April.

Pertemuan itu melibatkan pelaku industri petrokimia, industri antara, industri hilir, hingga sektor daur ulang plastik. Mereka juga berkomitmen menjaga kesinambungan suplai, terutama bagi industri kecil agar tetap kompetitif di pasar.

Namun, tekanan mulai terasa pada struktur harga. Gejolak geopolitik disebut memicu kenaikan biaya logistik dan pengiriman. Waktu tempuh bahan baku impor yang sebelumnya sekitar dua pekan kini dapat melar hingga lebih dari satu bulan. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya produksi industri plastik domestik.

“Peningkatan waktu pengiriman dari sekitar 15 hari menjadi hingga 50 hari tentu menambah beban biaya,” kata Agus.

Situasi ini, menurut dia, menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri petrokimia. Ketergantungan terhadap bahan baku impor dinilai perlu terus dikurangi, terutama di tengah persaingan global yang kian ketat.

Dalam forum tersebut, pelaku industri juga mendorong peningkatan daya tarik investasi di subsektor petrokimia. Salah satu catatan penting adalah perlunya perlindungan pasar domestik dari tekanan produk impor.

Pemerintah, kata Agus, berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan bahan baku industri petrokimia dan sektor energi. Selain itu, opsi diversifikasi bahan baku mulai dijajaki, termasuk pemanfaatan crude palm oil (CPO) sebagai substitusi nafta.

Meski secara ekonomi masih perlu dikaji lebih dalam, langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor. “Semua potensi sumber daya nasional perlu dilihat sebagai alternatif bahan baku, meskipun tantangan keekonomiannya harus dihitung matang,” ujar Agus.

Pemerintah juga mencatat bahwa persaingan global dalam memperoleh bahan baku petrokimia diperkirakan akan semakin ketat. Karena itu, pelaku industri mengusulkan agar Indonesia dapat mengakses bahan baku yang tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing produk nasional.

Kementerian Perindustrian memastikan akan terus berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga ketahanan sektor manufaktur di tengah tekanan global yang belum mereda.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaCPOKementerian Perindustrianplastik
Previous Post

Erika Richardo Lukis Kereta hingga Pesawat, Bawa Seni ke Ruang Publik

Next Post

Seken Living Raih Apresiasi Kemenparekraf, Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Global

Next Post
Seken Living Raih Apresiasi Kemenparekraf, Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Global

Seken Living Raih Apresiasi Kemenparekraf, Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Global

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo