• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Kerajinan Tangan Dinilai Mampu Menjaga Kesehatan Mental

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
May 13, 2026
in Cover Story, Inspiration, Tips
0
Kerajinan Tangan Dinilai Mampu Menjaga Kesehatan Mental
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aktivitas kerajinan tangan atau craft semakin banyak dipandang bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas seperti merajut, menyulam, membuat keramik, berkebun, hingga menganyam dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, bahkan memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi tekanan digital dan ritme serba cepat, kegiatan kreatif berbasis keterampilan tangan dinilai mampu menghadirkan ruang relaksasi sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Penelitian yang dipublikasikan jaringan kesehatan mental MARCH dari University College London menyebut keterlibatan dalam aktivitas seni visual dapat membantu mengurangi kecemasan dan menurunkan risiko demensia. Aktivitas budaya seperti mengunjungi museum, membuat karya seni, hingga mengikuti kegiatan kreatif dinilai mampu mengurangi isolasi sosial dan menekan hormon stres seperti kortisol.

Peneliti sekaligus penulis laporan tersebut, Daisy Fancourt, menjelaskan aktivitas seni juga berkaitan dengan pelepasan dopamin yang berperan dalam meningkatkan fleksibilitas kognitif dan kesehatan mental.

Berbagai studi lain memperlihatkan aktivitas kreatif harian berhubungan dengan meningkatnya kepuasan hidup dan fungsi psikologis yang lebih positif. Dalam konteks klinis, aktivitas seni partisipatif juga terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien.

Membantu Mengurangi Kecemasan dan Stres

Kerajinan tangan sebenarnya telah lama digunakan dalam terapi okupasi sejak akhir abad ke-19. Pada masa Perang Dunia I, aktivitas seperti menganyam keranjang digunakan untuk membantu pemulihan tentara yang mengalami trauma perang dan gangguan kecemasan.

Pendekatan tersebut masih digunakan hingga kini. Sejumlah lembaga kesehatan mental veteran perang di Inggris misalnya menyediakan kelas keramik sebagai bagian dari terapi pemulihan trauma.

Salah seorang veteran perang yang mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), Craig Mealing, mengaku aktivitas membuat keramik membantunya mengurangi kecemasan sekaligus menjauhkan diri dari kebiasaan buruk.

“Bekerja dengan tanah liat membuat saya lebih rileks dan membantu mengurangi kecemasan,” ujarnya dalam salah satu laporan penelitian.

Aktivitas craft dinilai memiliki efek terapeutik karena melibatkan gerakan berulang, fokus perhatian, dan keterlibatan sensorik yang penuh. Proses membuat sesuatu dengan tangan membantu tubuh melepaskan neurotransmiter yang berkaitan dengan rasa nyaman dan bahagia.

Selain itu, aktivitas seperti merajut, berkebun, atau membuat kue juga memiliki kualitas meditatif yang membantu seseorang tetap fokus pada momen saat ini atau mindfulness. Kondisi tersebut diyakini membantu mengatur emosi sekaligus meredam respons negatif di otak yang berkaitan dengan rasa takut dan stres.

Memperkuat Relasi Sosial

Selain memberi manfaat secara personal, aktivitas craft juga dinilai mampu memperkuat hubungan sosial dan mengurangi rasa kesepian.

Penelitian dari University of Eastern Finland menemukan aktivitas kerajinan tekstil membantu peserta mengatasi depresi dan emosi negatif sekaligus menghadirkan dukungan sosial yang positif.

Di sejumlah negara, komunitas craft berbasis kesehatan mental mulai berkembang. Salah satunya kelompok Woolly Wellbeing yang mengajarkan keterampilan merajut dan crochet bagi masyarakat yang mengalami kecemasan sosial dan depresi.

Beberapa peserta menyebut komunitas tersebut memberi rasa memiliki dan tujuan hidup baru. Aktivitas bersama seperti “knit and natter” atau merajut sambil berbincang juga mulai digunakan dalam program social prescribing berbasis komunitas.

Pendekatan seni partisipatif bahkan dinilai efektif meningkatkan keterlibatan sosial kelompok marginal dan anak muda migran karena memberi ruang ekspresi sekaligus membangun harapan terhadap masa depan.

Membantu Pemulihan Fungsi Kognitif

Manfaat craft juga terlihat pada pasien stroke dan demensia. Antropolog Stephanie Bunn yang meneliti praktik menganyam di rumah sakit menjelaskan aktivitas tersebut membantu membangun kembali jalur saraf dan meningkatkan plastisitas otak.

Menurutnya, gerakan tangan dalam proses menganyam dapat membantu pasien stroke melatih kembali koordinasi motorik dan kemampuan kognitif. Pada penderita demensia, aktivitas kerajinan juga membantu memunculkan memori tangan atau hand memory yang berkaitan dengan ingatan masa lalu.

Penelitian lain yang dipublikasikan British Medical Journal menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas komunitas dan budaya berpotensi menurunkan risiko munculnya demensia.

Sementara studi dalam jurnal The Gerontologist menilai aktivitas seni memiliki manfaat sosial dan emosional yang signifikan bagi penderita demensia serta layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan kesehatan masyarakat.

Meski sebagian besar penelitian masih berbasis laporan pengalaman individu, para peneliti menilai aktivitas craft memiliki kontribusi nyata terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup.

Di tengah meningkatnya tekanan hidup modern, aktivitas sederhana seperti merajut, membuat keramik, menyulam, atau menganyam kini semakin dipandang sebagai cara untuk memperlambat ritme hidup, menjaga kesehatan mental, sekaligus membangun koneksi sosial yang lebih hangat.

Tags: craft
Previous Post

Menpar Tinjau Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo