• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home CSR

Membuat Produk Kerajinan dari Limbah

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
June 10, 2019
in CSR, Headlines
0
Membuat Produk Kerajinan dari Limbah
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sampah dari bungkus produk (anorganik) yang terus menumpuk di mana-mana, jika dibuang atau dibakar akan mencemari lingkungan. Sebenarnya, sampah tersebut dapat dibuat menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis serta bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Upaya mengatasi masalah sampah anorganik, perlu melibatkan warga masyarakat sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat. Hal itu yang dilakukan Pertamina RU (Refinery Unit) VI Balongan, Indramayu dan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Bandung, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pertamina RU VI Balongan, berupaya meningkatkan keterampilan dan wawasan masyarakat di sekitar kilang dengan berbagai program kegiatan pemberdayaan warga, seperti mengadakan pelatihan pengolahan dan daur ulang sampah. Kegiatan pelatihan yang digelar di Kantor Kuwu Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, beberapa waktu yang lalu. Acara tersebut, diikuti puluhan peserta dari warga Desa Majakerta, pengurus bank sampah dan perajin sampah binaan.

Pelatihan ini digelar dengan tujuan, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat agar mempunyai keterampilan dalam memanfaatkan sampah dari bungkus produk (anorganik) yang dibuang atau dibakar hanya akan membuat kotor dan mencemari lingkungan.

Menurut Eko Kristiawan, Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU VI Balongan, sampah anorganik tersebut setelah dibikin produk kerajinan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Pelatihan dan program pemberdayaan melalui program CSR ini, lanjutnya, bisa membantu warga masyarakat memiliki peluang usaha sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan mereka. “Pelatihan membuat produk kerajinan dari limbah plastik dan membuat kompos organik sangat berguna, sehingga masyarakat bisa memperoleh pendapatan tambahan melalui produk yang dihasilkannya,” ucap Eko.
Dalam pelatihan ini, diberikan materi cara pembuatan produk kerajinan unik dari barang bekas, kerajinan unik dari kain flannel, kerajinan unik dari kertas, kerajinan unik dari dari kain perca, dan lain-lain.

Menurut Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari Firasati, pada saat ini keuntungan dari penjualan produk kerajinan di Desa Kertajaya juga digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat desa di sektor lainnya, seperti untuk pembelian bibit pohon sebagai bentuk konservasi lingkungan dan untuk pengembangan pembinaan anak usia dini (PAUD) Kertajaya.

Melalui program CSR ini, Pertamina telah menjadikan Desa Kertajaya menjadi Desa Creative Destination yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dari segi ekonomi, sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan per kapita dan kemandirian dalam menjalankan roda ekonomi desa di masa depan.

Berkat dukungan Pertamina, masyarakat Desa Kertajaya juga telah melakukan upaya efisiensi dalam penggunaan energi. Salah satunya, dengan adanya pemanfaatan wind turbine yang akan digunakan untuk sumber listrik dalam pembuatan share bag dan produk kerajinan lainnya.

(Ahmad Jauhari)

Tags: craftgreen craftinacraftinacraft newsinacraftnewskerajinanlimbahukmumkm
Previous Post

Membuat Asesories Manik Batik

Next Post

Pengaplikasian Teknik Manufaktur Tradisional pada Desain-Desain Baru

Next Post
Pengaplikasian Teknik Manufaktur Tradisional pada Desain-Desain Baru

Pengaplikasian Teknik Manufaktur Tradisional pada Desain-Desain Baru

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo