Terinspirasi dari keanekaragaman hayati bawah laut, jenama lokal Fuguku menghadirkan terobosan busana dan aksesori berbahan daur ulang limbah plastik pada gelaran INACRAFT October 2026.
Lewat eksplorasi tekstur bergaya eksentrik, Fuguku membuktikan bahwa produk berkonsep keberlanjutan mampu memiliki nilai jual tinggi di pasar ready-to-wear.
Business Development Fuguku, Rauf, menjelaskan bahwa identitas visual produknya terinspirasi dari bentuk unik ikan buntal dan warna-warni terumbu karang Nusantara. Karakteristik permukaan kain yang menonjol bertekstur spikes diperoleh dari teknik jumputan.
“Bahan utamanya recycled polyester atau daur ulang limbah plastik yang sudah diolah oleh pemasok kami menjadi lembaran kain. Kain tersebut lalu dicetak dengan motif khusus menggunakan teknologi digital printing, baru kemudian masuk ke proses penjuputan,” ujar Rauf.
Sejak dirintis pada 2023, Fuguku berfokus pada pengembangan produk yang berdampak sosial. Lini produk yang berawal dari tas kini telah merambah ke busana siap pakai. Seluruh proses pengerjaan kriya tersebut memberdayakan sekitar 70 perajin perempuan di wilayah Jabodetabek.
Keikutsertaan Fuguku dinilai sangat relevan dengan semangat Youthpreneur dan Technocraft yang diusung dalam pameran tahun ini.
Menurut Rauf, integrasi antara teknologi pemrosesan bahan baku dan kearifan kriya lokal menjadi kunci bagi kreator muda untuk menghadirkan produk kreatif yang relevan dengan pasar modern.
“INACRAFT menjadi platform yang mendongkrak aspek sustainability dan kreativitas, tetapi tetap konsisten di jalur nusantara. Untuk generasi muda yang ingin mulai bergerak di bidang ini, coba saja dulu, tidak ada ruginya (nothing to lose),” pungkas Rauf. (Disya Shaliha)





