Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dilakukan secara tepat sasaran serta disertai tanggung jawab bersama antara bank penyalur dan pelaku UMKM penerima pembiayaan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka program Kumitra di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/11).
Menteri Maman menyebut masih banyak pengusaha mikro yang menghadapi kendala keuangan karena rendahnya disiplin dan literasi keuangan. Ia menekankan bahwa bantuan pembiayaan perlu diiringi pendampingan agar menghasilkan perkembangan usaha yang nyata. “Program Kumitra hadir untuk memperkuat kemitraan dengan usaha mikro sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara mengelola pendanaan agar usahanya tumbuh,” ujarnya.
Selain meminta pelaku UMKM bertanggung jawab memanfaatkan dana KUR secara optimal, Maman juga mengingatkan lembaga keuangan agar menyalurkan KUR sesuai ketentuan, termasuk aturan bahwa pinjaman di bawah Rp100 juta wajib tanpa agunan. Ia menyebut kekhawatiran perbankan terhadap kemampuan bayar pelaku usaha sering menjadi penyebab pengajuan KUR ditolak. “Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur KUR. Tugas bank adalah mengalokasikan sebagian subsidi itu untuk pendampingan dan pembinaan,” katanya.
Kementerian UMKM, sebagai instansi yang diberi mandat menyalurkan KUR, memastikan proses penyaluran berjalan transparan dan sesuai aturan. Maman menegaskan tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang menyalahi ketentuan. Ia juga meminta kepala daerah lebih proaktif mengusulkan UMKM yang layak menerima KUR melalui dinas terkait. “Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi menjadi jembatan komunikasi antara UMKM dan bank penyalur KUR,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan komitmennya memperkuat kapasitas 4,2 juta UMKM di wilayahnya. Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi penerima manfaat KUR terbesar pada 2025, dengan total penyaluran Rp41 triliun kepada lebih dari 791 ribu UMKM. “Tumbuh kembangnya UMKM Jawa Tengah turut memperkuat perekonomian nasional dan mengurangi angka pengangguran,” kata Gubernur Luthfi.
Acara Kumitra di Semarang turut diisi dengan penyerahan bantuan KUR dan non-KUR dari BPD Jateng, PNM, BSI, BNI, Mandiri, Pegadaian, dan Jamkrindo, serta bantuan perbaikan alat produksi dari peritel Alfamart kepada sejumlah pengusaha mikro.





