Lebih dari 50 pengusaha kerajinan mengikuti pameran Nusacrafts Lifestyle 2026 di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang, pada 20 Oktober–1 November 2026. Mengusung tema Vary Your Style with Indonesian Handicraft, pameran ini diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama penyelenggara acara Bina Ripta Utama. Kegiatan tersebut melibatkan anggota asosiasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mempromosikan produk kriya dan memperluas akses pasar.
Sekretaris Jenderal ASEPHI, Subchi Subekti, mengatakan pameran ini diharapkan menjadi salah satu barometer pameran kerajinan di Kabupaten Tangerang. Menurut dia, kegiatan yang berlangsung secara berkala itu tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga mendorong inovasi produk, memperkenalkan identitas budaya daerah, dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi UKM.
“Produk kriya itu bukan hanya sebatas produk, tapi juga sebagai identitas bangsa,” kata Subchi dalam sambutannya. Ia berharap pameran dapat memperkuat sinergi antara asosiasi dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal kerajinan Indonesia.

Pameran tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid. Sambutan Bupati Tangerang dibacakan oleh Prima Saras Puspa, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang mempertemukan asosiasi, pengelola pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari batik, tenun, perhiasan, aksesori, sandal dan tas etnik, hingga hadiah serta suvenir. Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap para perajin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan mempertahankan kearifan lokal sebagai nilai tambah di pasar nasional maupun internasional.
Prima juga menyoroti pentingnya dukungan pengelola pusat perbelanjaan dalam menyediakan ruang pamer bagi UMKM. Kemitraan semacam itu diharapkan berlanjut melalui penyediaan fasilitas dan skema biaya yang terjangkau, sehingga usaha mikro memiliki kesempatan lebih besar untuk memasarkan produknya.
Nusacrafts Lifestyle 2026 memperlihatkan peran kolaborasi asosiasi, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam membuka ruang pemasaran bagi perajin. Tantangannya adalah memastikan kesempatan promosi tersebut berlanjut menjadi transaksi, pelanggan baru, dan pertumbuhan usaha yang berkesinambungan.




