Desainer Fariha Nasir menyarankan penggunaan perangkat rumah dengan beragam material dan warna untuk menciptakan interior yang lebih personal. Perpaduan logam dan sentuhan antik bisa membuat rumah terasa lebih berkarakter.
Tren desain interior kembali mengarah pada ruang yang penuh karakter. Wallpaper warna-warni, barang antik, dan dekorasi unik mulai menggantikan tampilan rumah seragam dengan dinding putih dan lantai beige.
Desainer Fariha Nasir mengangkat pendekatan ini dalam bukunya, Home, Improved. Ia menunjukkan bagaimana kreativitas, perencanaan, dan proyek kerajinan sederhana dapat mengubah rumah menjadi ruang yang mencerminkan kepribadian penghuninya.
Nasir, yang juga menjadi pembawa acara Problem Spaces di Magnolia Network, menerapkan pendekatan tersebut di rumahnya sendiri. Setelah membeli rumah dengan desain standar dari pengembang, ia memilih mengembangkan potensi bangunan itu daripada mempertahankan tampilan awalnya.
“Empat tahun kemudian, rumah standar kami telah berubah menjadi seperti yang saya bayangkan ketika pertama kali pindah, dan sebagian besar saya kerjakan sendiri,” kata Nasir. Ia mengubah rumah itu secara bertahap, dari satu ruangan ke ruangan lain.
Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan karakter adalah mengganti perangkat rumah, seperti gagang pintu, tarikan laci, dan kunci kabinet. Nasir menyarankan pemilik rumah memilih perangkat yang lebih personal daripada mempertahankan perlengkapan standar dari pengembang.
Menurut dia, gagang berbahan kuningan dengan tampilan antik dapat meningkatkan kesan pada pintu dan kabinet tanpa perlu renovasi besar.
Nasir juga mendorong pemilik rumah untuk tidak terpaku pada aturan lama yang mengharuskan semua perangkat memiliki warna dan material sama.
“Sekarang kita hidup dalam era dekorasi rumah yang lebih bebas. Bagi siapa pun yang takut memadukan logam, tidak perlu khawatir karena itu sepenuhnya boleh,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyarankan penggunaan satu jenis finishing untuk setiap kategori perangkat agar tampilan tetap teratur. Misalnya, gunakan satu finishing untuk seluruh gagang kabinet, finishing lain untuk perlengkapan kamar mandi, dan pilihan berbeda untuk lampu atau dekorasi.
Nasir mengibaratkan perangkat rumah sebagai aksesori yang melengkapi warna cat. Perpaduan logam yang dirancang dengan cermat justru dapat membuat ruangan terlihat lebih menyatu sekaligus memiliki karakter.
Nasir mengingatkan pemilik rumah untuk memahami perbedaan kuningan berlapis dan tanpa lapisan pelindung sebelum memilih perangkat.
Kuningan berlapis atau lacquered brass dilapisi bahan bening untuk mencegah perubahan warna. Adapun kuningan tanpa lapisan atau unlacquered brass akan mengalami perubahan alami akibat paparan udara, kelembapan, dan sentuhan manusia.
Perubahan tersebut membentuk patina, lapisan tipis pada permukaan logam yang menghasilkan tampilan lebih tua dan khas.
Bagi Nasir, perubahan itu justru menjadi daya tarik. Namun, ia mengingatkan bahwa kuningan tanpa lapisan tidak cocok bagi mereka yang menginginkan perangkat selalu mengilap dan terlihat sempurna.
Di dapurnya sendiri, perangkat kuningan yang semula berkilau telah berubah menjadi warna lembut menyerupai kuningan antik setelah enam tahun.
“Perangkat itu menceritakan kisah rumah kami. Saya suka karena warnanya akan terus berubah dan menua dengan anggun seiring waktu,” kata Nasir.
Menurut dia, seperti barang antik yang ditemukan di pasar loak, perangkat rumah yang mengalami perubahan alami dapat menghadirkan cerita tersendiri. Perubahan itu sekaligus membuat interior terasa lebih personal dan tidak sekadar mengikuti tren.





