• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Art

Pameran “Archaeological Forms”

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
July 9, 2022
in Art
0
Pameran “Archaeological Forms”
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Melalui pemikiran tentang bentuk, yang secara arkeologis, sudah kita kenal sehari-hari. Pameran lukisan ini menyatukan bagaimana bentuk-bentuk arkeologis dipakai dalam lukisan, dalam pemandangan, merupakan kesatuan bentuk, yang menyatu dalam ruang terbuka. Alam yang kita kenal ini. Bulatan atau lingkaran kita jumpai pada pohon yang selalu diukur dengan garis lingkar batangnya, ketika mempersepsikan ukuran pohon tersebut.

Refleksi bentuk, bulat,segitiga dan kotak menjadi dasar berpikir, secara langsung atau tidak langsung ketika kita membuat konsep suatu karya seni atau karya literatur. Bahwa pemakaian bentuk selalu terjadi dalam melukis. Terlihat ketika kita melukis gunung, bentuk segitiga menjadi dominan. Sedangkan ketika membuat lingkaran dalam terbentuklah bulatan. Kesengajaan atau ketidaksengajaan bentuk itu menjadi sesuatu yang terlukis di atas kanvas atau kertas.

Bentuk tunggal dan bentuk jamak? Proses melihat bentuk didasarkan pada pola geometri yang dirancang sedemikian dalam analisis visual. Sehingga terlihat bagaimana pemakaian bentuk itu dalam lanskap (pemandangan alam atau pemandangan kota) berbagai bentuk dapat kita jumpai. Penyatuan bentuk hingga membentuk kesatuan yang lebih besar maka dimaknai sebagai bentuk jamak,susunan besar yang tersusun dari bentuk tunggal. Sedangkan bentuk tunggal adalah bentuk itu terlihat bentuk utuh sesuai dengan bentuk aslinya.

Meskipun tersusun dari bentuk-bentuk yang sama akan menghasilkan bentuk asli. Seperti kotak yang tersusun dari kotak-kotak, lingkaran atau bulatan yang tersusun dari beberapa bulatan akan menghasilkan bulatan. Hal ini menjadikan bentuk tunggal yang terlihat maka ketunggalan bentuk masih dapat dilihat dalam wujud semesta bentuk. Wujud awal menentukan bagaimana semesta bentuk menjadi bentukan selanjutnya.

Kembali pada bentuk-bentuk arkeologi, pada pameran ini bentuk menjadi pengamatan yang intens, karena mempunyai kaitan arkeologis. Terutama pada tuntutan bentuk lingkaran dan segitiga, abstraksi yang biasa terdapat dalam lukisan. Lenny Ratnasari Weichert, Michal Avrech dan Tondi Hasibuan, ketiga seniman ini menunjukan pola dalam bentuk-bentuk arkeologis dalam karyanya. Meskipun abstraksi terlihat pada Tondi Hasibuan pada karya dengan tema pemandangannya, mempunyai kecenderungan bahwa bentuk segitiga mereka tampilkan. Sedangkan Lenny menampilkan lingkaran warna-warni dengan frontal.

Sedangkan Michal Avrech menempatkan lukisan pemandangan pegunungan (baik dataran rendah, tinggi dan landai menyertai dalam lukisannya) memuat kecenderungan archaeologis position yang sesungguhnya. Ketiganya mengungkap dasar archaeologis dalam karyanya dengan bentukan yang kita kenal.

Pameran “Archaeological Forms” sebagai tema pameran ini mengungkap kedalaman apa yang disajikan dalam karya mereka secara mendasar. Jelas, refleksi pemikiran bentuk sangat kental”, ungkap Frigidanto Agung, kurator pameran dalam wawancara sebelum pembukaan.**

Tags: agung frigidantopameranseni rupayogyakarta
Previous Post

Pameran Seni Rupa “When Paint Makes Me Happier Than Ever”

Next Post

The Sounds Project Vol. 5

Next Post
The Sounds Project Vol. 5

The Sounds Project Vol. 5

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo