• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Pasar Kangen Obati Rindu Kuliner Jadul di INACRAFT Yogyakarta

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
July 19, 2026
in Ekonomi dan Bisnis, SMEs, Vacation
0
Pasar Kangen Obati Rindu Kuliner Jadul di INACRAFT Yogyakarta
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA – Aroma gula jawa meleleh, kepulan asap dari tungku tradisional, hingga deretan jajanan lawas menjadi magnet tersendiri di tengah kemeriahan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Melalui zona Pasar Kangen, penyelenggara menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengajak pengunjung bernostalgia melalui aneka kuliner tradisional Nusantara yang kini semakin jarang dijumpai.

Tak hanya menjadi pelengkap pameran kerajinan, Pasar Kangen menjelma sebagai salah satu titik keramaian yang hampir tak pernah sepi sejak pagi hingga malam. Setelah berburu produk kriya dari 250 peserta pameran, ribuan pengunjung memadati area kuliner untuk menikmati cita rasa khas tempo dulu yang membangkitkan kenangan masa kecil.

Beragam makanan tradisional tersaji, mulai dari gatot, tiwul, cenil, klepon, lupis, getuk, jadah tempe, serabi, kue cucur, putu, kipo, jenang, hingga pecel, gudeg, sate kere, bakmi Jawa, dan brongkos. Minuman tradisional seperti wedang uwuh, wedang ronde, beras kencur, kunyit asam, dawet, dan es cendol turut melengkapi suasana khas pasar rakyat.

Keberadaan kuliner jadul tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar daerah maupun mancanegara. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan untuk mencicipi makanan khas Yogyakarta dan berbagai daerah di Indonesia dalam satu lokasi.

Suasana Pasar Kangen juga diperkuat dengan dekorasi bernuansa tradisional, penggunaan peralatan makan berbahan bambu dan gerabah, serta alunan musik tradisional yang menciptakan atmosfer kampung tempo dulu. Pengunjung tampak menikmati pengalaman bersantap sambil beristirahat setelah berkeliling area pameran.

Bagi generasi muda, Pasar Kangen menjadi ruang untuk mengenal kembali kuliner warisan Nusantara yang mulai tergeser oleh makanan modern. Sementara bagi pengunjung yang lebih senior, deretan jajanan tersebut menghadirkan nostalgia akan cita rasa yang pernah menemani masa kecil mereka.

Konsep menghadirkan kuliner tradisional di tengah pameran kriya dinilai selaras dengan semangat INACRAFT Festival Yogyakarta yang tidak hanya mempromosikan produk kerajinan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia secara menyeluruh. Pengalaman berbelanja wastra, perhiasan, furnitur, hingga aksesori buatan perajin menjadi semakin lengkap dengan sajian kuliner autentik yang merepresentasikan identitas daerah.

Kesuksesan Pasar Kangen menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran perdana INACRAFT Festival Yogyakarta 2026. Selama lima hari penyelenggaraan, kawasan kuliner tersebut menjadi tempat berkumpul pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, mahasiswa, komunitas, hingga wisatawan mancanegara.

Melalui Pasar Kangen, INACRAFT Festival Yogyakarta tidak hanya mengobati kerinduan akan makanan tempo dulu, tetapi juga mengingatkan bahwa kuliner tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang layak terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Tags: INACRAFT Festival YogyakartaPasar Kangen
Previous Post

Ledakan Pengunjung Warnai Debut INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

Next Post

INACRAFT Yogyakarta Pecah Target, 40 Ribu Pengunjung Buktikan Pasar Kriya Kian Bergairah

Next Post
INACRAFT Yogyakarta Pecah Target, 40 Ribu Pengunjung Buktikan Pasar Kriya Kian Bergairah

INACRAFT Yogyakarta Pecah Target, 40 Ribu Pengunjung Buktikan Pasar Kriya Kian Bergairah

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo