YOGYAKARTA – Aroma gula jawa meleleh, kepulan asap dari tungku tradisional, hingga deretan jajanan lawas menjadi magnet tersendiri di tengah kemeriahan INACRAFT Festival Yogyakarta 2026 yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Melalui zona Pasar Kangen, penyelenggara menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengajak pengunjung bernostalgia melalui aneka kuliner tradisional Nusantara yang kini semakin jarang dijumpai.
Tak hanya menjadi pelengkap pameran kerajinan, Pasar Kangen menjelma sebagai salah satu titik keramaian yang hampir tak pernah sepi sejak pagi hingga malam. Setelah berburu produk kriya dari 250 peserta pameran, ribuan pengunjung memadati area kuliner untuk menikmati cita rasa khas tempo dulu yang membangkitkan kenangan masa kecil.
Beragam makanan tradisional tersaji, mulai dari gatot, tiwul, cenil, klepon, lupis, getuk, jadah tempe, serabi, kue cucur, putu, kipo, jenang, hingga pecel, gudeg, sate kere, bakmi Jawa, dan brongkos. Minuman tradisional seperti wedang uwuh, wedang ronde, beras kencur, kunyit asam, dawet, dan es cendol turut melengkapi suasana khas pasar rakyat.
Keberadaan kuliner jadul tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar daerah maupun mancanegara. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan untuk mencicipi makanan khas Yogyakarta dan berbagai daerah di Indonesia dalam satu lokasi.
Suasana Pasar Kangen juga diperkuat dengan dekorasi bernuansa tradisional, penggunaan peralatan makan berbahan bambu dan gerabah, serta alunan musik tradisional yang menciptakan atmosfer kampung tempo dulu. Pengunjung tampak menikmati pengalaman bersantap sambil beristirahat setelah berkeliling area pameran.

Bagi generasi muda, Pasar Kangen menjadi ruang untuk mengenal kembali kuliner warisan Nusantara yang mulai tergeser oleh makanan modern. Sementara bagi pengunjung yang lebih senior, deretan jajanan tersebut menghadirkan nostalgia akan cita rasa yang pernah menemani masa kecil mereka.
Konsep menghadirkan kuliner tradisional di tengah pameran kriya dinilai selaras dengan semangat INACRAFT Festival Yogyakarta yang tidak hanya mempromosikan produk kerajinan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia secara menyeluruh. Pengalaman berbelanja wastra, perhiasan, furnitur, hingga aksesori buatan perajin menjadi semakin lengkap dengan sajian kuliner autentik yang merepresentasikan identitas daerah.
Kesuksesan Pasar Kangen menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran perdana INACRAFT Festival Yogyakarta 2026. Selama lima hari penyelenggaraan, kawasan kuliner tersebut menjadi tempat berkumpul pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, mahasiswa, komunitas, hingga wisatawan mancanegara.
Melalui Pasar Kangen, INACRAFT Festival Yogyakarta tidak hanya mengobati kerinduan akan makanan tempo dulu, tetapi juga mengingatkan bahwa kuliner tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang layak terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.





