• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft Yogyakarta 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Product

Payung Geulis, Payung Cantik Penuh Estetis

Auliya Mustar by Auliya Mustar
February 6, 2020
in Product
0
Payung Geulis, Payung Cantik Penuh Estetis
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Payung sudah lama telah menjadi perangkat kebutuhan bagi masyarakat, yakni sebagai peneduh dari panas dan hujan maupun sebagai properti (alat perlengkapan) di berbagai kegiatan termasuk sebagai properti pada seni pertunjukan tari dan lain sebagainya.

Bagi kalangan masyarakat di Tasikmalaya, payung merupakan simbol kemakmuran masyarakat disana. Bukan hanya sekadar sebagai properti pribadi di kala hujan dan panas, akan tetapi menjadi nilai budaya bagi masyarakat Tasikmalaya khususnya kaum wanita.

Kota Tasikmalaya memang terkenal dengan perajin payung dengan nama kerajinan Payung Geulis. Pembuatan dan penjualan kerajinan payung geulis dengan berbagai macam bahan dan ukuran telah menjamur, dan menjadi industri rumahan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Tasikmalaya.

Kemunculan Payung Geulis Tasikmalaya, sebenarnya sudah sejak masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1926, dan biasanya dipakai oleh none–none Belanda.  Kerajinan payung Geulis mulai tumbuh kembali di era tahun1980-an, dimana penduduk sekitar secara swadaya dan mandiri tergerak menjadi perajin payung yang mereka anggap sebagai produk khas Tasikmalaya, yang penuh dengan nilai cerita sejarah.

Kerajinan tangan asli ini, terbuat dari bahan utama bambu dan kertas. Payung Geulis adalah simbol dan kebanggaan produk kerajinan masyarakat Tasikmalaya yang selalu digunakan kaum wanita baik muda maupun tua.

Cara pembuatan Payung Geulis Tasikmalaya, dari kerangka dasar bambu tersusun secara simestris yang dapat dilipat. Kemudian, dibungkus dengan bahan kain atau kertas yang berbentuk lingkaran, dihiasi dengan rombai benang-benang. Selanjutnya, dilapisi oleh beraneka cat warna dasar merah, putih, hijau, biru, kuning dan lainnya.

Agar lebih menarik, Payung Geulis diberikan lukisan dengan motif berbentuk bangunan yang lebih menonjolkan garis lurus, lengkung dan patah-patah, dan motif hias non geometris diambil dari bentuk alam seperti manusia, hewan dan tanaman, kembang-kembang, batik tasik, serta motif gambar cerita kehidupan mayarakat sekitar yang dapat memberikan kesan indah kepada siapa saja yang menggunakannya.

Popularitas payung Geulis kini tidak sekadar dinikmati oleh masyarakat di Jawa Barat saja, akan tetapi telah dugunakan masyarakat di seluruh Indonesia. Bahkan, produk perajin produk rumahan payung Geulis ini telah masuk pasar luar negeri seperti, Jepang, Prancis dan Amerika.

Semakin pesatnya kebutuhan fashion di tanah air, maka payung Geulis tidak hanya digunakan oleh kaum hawa saja, namun dapat diimplementasikan untuk kebutuhan dekorasi pernikahan, dekorasi seni budaya, dekorasi untuk ruangan kafe, restaurant, hotel, perkantoran, museum sampai pada seni dekorasi luar luar ruangan yang menggambarkan citra budaya khas budaya Sunda.

Kini payung geulis telah berkembang dengan puluhan nana-nama brand terkenal. Perajin payung geulis terus meningkatkan kualitas mutu produknya agar mampu bersaing di pasar tanpa menghilangkan kakayaan nilai budaya yang telah terpatri didalam produk khas payung Geulis, sebagai payung pembawa semangat peradaban budaya masyarakat Tasikmalaya. [Agus Sukmadi]

Tags: craftkerajinanpayungproperti
Previous Post

Pemilihan Stand Terbaik di Pameran Inacraft

Next Post

Giwang Bali Menjaga Warisan Leluhur

Next Post
Giwang Bali Menjaga Warisan Leluhur

Giwang Bali Menjaga Warisan Leluhur

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo