Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti program fasilitasi akses pendanaan dan investasi di Tempat Kumpul Kreatif (TKK), Jakarta Utara, Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Program Aktivasi Creative Hub itu bertujuan membantu pelaku usaha memperoleh pembiayaan sekaligus memperkuat kesiapan bisnis mereka.
Kepala Subdirektorat Skema Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Helmi Suhendry, mengatakan akses modal perlu disertai kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan. “Akses pembiayaan bukan sekadar tentang memperoleh modal, tetapi juga tentang membangun usaha yang layak, berkelanjutan, dan mampu berkembang,” kata Helmi.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti, menilai wilayahnya memiliki potensi ekonomi kreatif dari beragam subsektor. Namun, pelaku usaha masih menghadapi kendala, terutama karena sebagian besar bisnis berskala mikro dan kecil. Pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai agunan pembiayaan perbankan juga belum sepenuhnya diterima.
Kepala Seksi Perindustrian Suku Dinas PPKUKM Jakarta Utara, Sri Damai Yanti, berharap Tempat Kumpul Kreatif dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus pusat edukasi finansial. Pendampingan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha yang telah memiliki produk berkualitas, tetapi membutuhkan dukungan untuk memperluas skala bisnis.
Dalam kegiatan itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Anggara Hayun Anujuprana, memaparkan kebutuhan pendanaan pelaku ekonomi kreatif, berbagai skema pembiayaan, pencatatan keuangan, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026.
Business Alliance Manager Micro Banking 4 Bank Mandiri, R. Menner Zaglulsyah Noviyanto, menjelaskan fasilitas KUR, persyaratan dan prosedur pengajuan, program Mandiri Agen, serta layanan digital bank tersebut. Adapun Ketua Program Studi Bisnis Kreatif Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Amelita Lusia, membahas pengembangan model bisnis, penerapan kreativitas dalam usaha, dan penciptaan nilai tambah bagi produk maupun pelanggan.
Kegiatan ini melibatkan dukungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bank Mandiri, serta Program Studi Bisnis Kreatif Sekolah Vokasi Universitas Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan memperoleh pendanaan, menarik investasi, memperluas bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.





