• Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan
Inacraft News
Inacraft on October 2026
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ
No Result
View All Result
Inacraft News
No Result
View All Result
Home Cover Story

Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi 23,6 Juta Dollar AS pada Triwulan I 2026

Eddy Purwanto by Eddy Purwanto
April 13, 2026
in Cover Story
0
Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi 23,6 Juta Dollar AS pada Triwulan I 2026
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang digagas Kementerian Perdagangan mencatat capaian positif pada awal 2026. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, total nilai transaksi program tersebut mencapai 23,60 juta dollar AS, dengan lonjakan signifikan terjadi pada Maret 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, capaian itu menunjukkan efektivitas strategi pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM nasional.

“Capaian UMKM BISA Ekspor pada Triwulan I-2026 ini menunjukkan pelaku UMKM kita memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi, serta memastikan UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu berkelanjutan di pasar ekspor,” ujar Budi dalam keterangannya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), nilai transaksi tersebut terdiri atas potensi transaksi melalui nota kesepahaman (MoU) sebesar 19,64 juta dollar AS dan pesanan pembelian (purchase order/PO) sebesar 3,96 juta dollar AS.

Selama periode Januari–Maret 2026, Ditjen PEN telah menyelenggarakan 170 kegiatan business matching yang melibatkan 396 UMKM, dengan total partisipasi mencapai 528 kali.

Program ini juga didukung oleh 25 lembaga pembina UMKM, antara lain Bank Indonesia, Japan External Trade Organization (JETRO), Indonesia Eximbank, serta sejumlah pemerintah daerah dan mitra pengembangan usaha.

Dari sisi pasar, program UMKM BISA Ekspor berhasil menjangkau pembeli dari berbagai negara, seperti Jepang, Jerman, Inggris, Belanda, Arab Saudi, dan Kanada.

Produk yang diminati pasar global cukup beragam, mulai dari olahan boga bahari dan perikanan, dekorasi rumah dan furnitur, produk kesehatan dan perawatan tubuh, rempah-rempah, makanan dan minuman, produk pertanian, fesyen, kosmetik, hingga produk berbahan plastik.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan program ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, tetapi juga memastikan kesiapan produk untuk pasar internasional.

“Kami tidak hanya mempertemukan UMKM dengan buyer, tetapi juga memastikan kesiapan produk, kualitas, dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar global secara konsisten,” kata Puntodewi.

Menurut dia, penguatan kurasi produk dan pendampingan produksi menjadi aspek penting agar UMKM tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi mampu berlanjut hingga transaksi nyata dan ekspor berkelanjutan.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak program ini adalah PT Faber Instrument Indonesia. Perusahaan tersebut memproduksi radio dan speaker berbahan kayu yang kini mulai menembus pasar internasional.

Founder dan CEO perusahaan, Helmi Suana Permanahadi, mengatakan fasilitasi dari Kementerian Perdagangan membuka peluang lebih luas bagi produknya untuk dikenal di pasar global.

“Kami bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Melalui fasilitasi yang diberikan, kami memperoleh peluang untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia serta terhubung dengan berbagai kantor perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Helmi.

Pemerintah berharap capaian pada triwulan pertama ini menjadi momentum bagi semakin banyak UMKM Indonesia untuk naik kelas dan memperkuat posisi di pasar ekspor.

Tags: Budi SantosoDitjen PENFajarini PuntodewiJapan External Trade OrganizationKementerian Perdagangan
Previous Post

Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Siapkan Jalan Keluar untuk UMKM

Next Post

Prabowo–Putin Perkuat Poros Strategis, Kerja Sama Energi hingga Pendidikan Jadi Fokus

Next Post
Prabowo–Putin Perkuat Poros Strategis, Kerja Sama Energi hingga Pendidikan Jadi Fokus

Prabowo–Putin Perkuat Poros Strategis, Kerja Sama Energi hingga Pendidikan Jadi Fokus

Please login to join discussion

E-Magazine Inacraft News

Warta Inacraft

smile haartransplantation kosten istanbul

INACRAFT NEWS

INACRAFT NEWS diterbitkan oleh Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI)

Jl. Wijaya I No.3A, – Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170
Phone: (62 21) 725 2032, 725 2033, 725 2063
Fax.: (62 21) 725 2062
Email: redaksi@inacraftnews.com

Redaksi

  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Network

  • ASEPHI
  • Inacraft Award
  • Inacraft
  • Emerging Award
  • Inacraft News
  • Editor’s Note
  • Redaksi
  • Info Iklan

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo

No Result
View All Result
  • Home
  • Cover Story
  • Focus ASEPHI
  • Product
  • SMEs
  • Design
  • Art
  • Inspiration
  • e-Magazine
  • Warta Inacraft
  • More …
    • Figure
    • Celebrity
    • Travel
    • Fashion
    • Regional Report
    • Tech Craft
    • Finance & Banking
    • Business
    • Vacation
    • CSR
    • Review
    • Event
    • Agenda Asephi
    • How to Do
    • QUIZ

Inacraft News © 2023 ASEPHI - by Kolabo