Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Rabu (tanggal dapat disesuaikan). Pembukaan INACRAFT tahun ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penguatan identitas Indonesia di pasar global.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan, serta mantan Ketua ASEPHI Abdul Latief. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam mendorong daya saing sektor kerajinan nasional.
Pembukaan INACRAFT 2026 ditandai secara simbolis dengan pemukulan alu, sebuah ritual tradisional yang melambangkan kerja keras, semangat kolektif, dan keberlanjutan budaya. Simbol ini sekaligus menegaskan bahwa kerajinan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan representasi nilai, tradisi, dan identitas bangsa.
Dalam sambutannya, Menteri Ekraf menilai bahwa INACRAFT bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis yang mempertemukan tradisi, inovasi, pasar, serta jejaring perajin nasional dan global. Tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” pada INACRAFT 2026 disebut mencerminkan kontribusi besar perempuan sebagai inovator, wirausaha, pelestari budaya, serta penggerak ekonomi keluarga dan daerah.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, ekspor ekonomi kreatif Indonesia sepanjang Januari–November didominasi oleh subsektor fashion dan kriya dengan total nilai mencapai lebih dari US$28 miliar, menjadikan kriya sebagai kontributor ekspor terbesar kedua dalam ekonomi kreatif nasional,” ujar Teuku Riefky.
Melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor kriya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan kekayaan intelektual, serta perluasan akses pasar nasional dan internasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, INACRAFT memperkenalkan dua kategori baru dalam INACRAFT Awards, yakni Digital Excellence Award untuk pelaku usaha yang berhasil mengintegrasikan teknologi digital secara inovatif, serta Womenpreneur Award sebagai bentuk apresiasi bagi perempuan berprestasi dalam pengembangan usaha kriya dan pelestarian budaya.
Sementara itu Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan sebagai penyelenggara pameran menyampaikan bahwa INACRAFT Februari 2026 menargetkan 100.000 pengunjung potensial dengan proyeksi nilai transaksi penjualan mencapai Rp102,5 miliar, serta menghadirkan 1.000 pembeli internasional dengan target kontrak dagang senilai 1,5 juta dolar AS.
Seperti pada penyelenggaraan INACRAFT 2025, pameran ini tetap mengusung komitmen terhadap keberlanjutan melalui penggunaan instalasi berbahan ramah lingkungan, promosi produk daur ulang, serta kampanye pengurangan limbah plastik. INACRAFT juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong UMKM, khususnya anggota ASEPHI, menembus pasar global melalui program bertajuk From Smart Village to Global Market.
Wakil Presiden Kunjungi Pameran
Setelah rangkaian acara pembukaan resmi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dan melakukan kunjungan ke sejumlah booth pameran. Didampingi para pejabat dan pengurus ASEPHI, Wapres menyapa perajin, mengamati proses produksi, serta berdialog langsung mengenai tantangan dan peluang pengembangan usaha kerajinan.
Kunjungan Wakil Presiden menjadi sorotan tersendiri, menandakan perhatian serius pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif dan industri berbasis budaya. Beberapa booth yang dikunjungi menampilkan produk unggulan seperti tenun tradisional, ukiran kayu, perhiasan etnik, keramik, hingga produk dekorasi rumah berbasis material ramah lingkungan.
INACRAFT 2026 menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan ragam karya yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga ruang edukasi, diplomasi budaya, serta promosi pariwisata kreatif.
Dengan mengusung semangat inovasi dan keberlanjutan, INACRAFT 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kreatif global, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi perajin lokal untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.





