Panggung teater menginspirasi seorang pelukis, melalui kanvas yang berukuran besar besar di atas satu kali satu meter. Diyanto, pelukis Bandung lulusan Institut Teknologi Bandung, menggali panggung teater dalam lukisan-lukisannya. Warna- warna yang cerah cenderung hadir dan meneropong berbagai gerak subyek di atas kanvasnya.
Pameran yang mengambil judul Seribu Tableau, yang mengadaptasi istilah seni pertunjukan abad pertengahan. Tableau sendiri artinya seni drama yang populer pada abad pertengahan dan berkembang lagi pada abad 19. Tata panggung dengan gaya Tableau ini mengungkap identitas dari tradisi teater. Pada lukisan-lukisan Diyanto dalam pameran ini memberi gambaran teatrikal gaya tersebut.
Pameran yang digelar di Neo Gallery, Masterpiece Building, Jl. Tanah Abang IV No.25, RW.3, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160. Dilaksanakan pembukaan pada tanggal 8 Mei 2026, pameran akan berlangsung hingga tanggal 30 Mei 2026. Pameran akan dibuka oleh Pembuka:Irawan Karseno sedangkan selaku Host :Luly Joenoes Iskandar dan Iryanto Hadi.
Menurut Hendro Wiyanto ,kurator pameran, lukisan-lukisan Diyanto dalam ukuran besar mengingatkan kita pada pendekatan artistik Tableau vivant. Karya yang ke teater teateran yang selalu menghadirkan sejumlah figur dengan aneka kostum dan dandanan mencolok.
“Lukisan Diyanto mengadopsi konsep tableau vivant dengan menghadirkan banyak figur seperti adegan teater, namun tetap dikembangkan dengan gaya khasnya sendiri yang memadukan unsur panggung dan kehidupan sehari-hari,” pungkas Hendro Wiyanto. (FA)




