Pameran The 34th China (Shenzhen) International Gifts, Handicrafts, Watches & Houseware Fair resmi digelar pada 25–28 April 2026 di Shenzhen World Exhibition & Convention Center, Tiongkok. Ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu platform sourcing terbesar di Asia Pasifik untuk produk suvenir, kerajinan, hingga perlengkapan rumah tangga.
Pameran yang diselenggarakan oleh RX Huabo itu menghadirkan lebih dari 4.500 peserta dan lebih dari 5.000 merek global. Luas area pameran mencapai sekitar 300 ribu meter persegi dengan target lebih dari 250 ribu pembeli profesional dari berbagai negara.
Ajang ini tidak hanya menjadi tempat transaksi bisnis, tetapi juga barometer tren industri kerajinan dan gaya hidup global yang terus berkembang.
Salah satu benang merah yang muncul di pameran tahun ini adalah pergeseran fungsi produk menjadi medium ekspresi personal. Produk rumah tangga, seperti peralatan makan dan minum, kini tidak lagi sekadar fungsional, tetapi juga mencerminkan gaya hidup dan identitas pengguna.
Desain modular, personalisasi, serta pendekatan emosional terhadap produk menjadi tren dominan. Inovasi material dan teknologi, termasuk penggunaan sistem insulasi hingga eksplorasi bentuk ergonomis, memperkuat nilai tambah produk di pasar global.
Dari sisi visual, tren warna cenderung bergerak ke arah palet alami dan hangat, berpadu dengan aksen cerah yang berani. Sementara itu, bentuk produk mengarah pada desain minimalis, modular, dan multifungsi.
Menariknya, pameran ini juga menampilkan adaptasi teknik kerajinan tradisional ke dalam produk modern. Teknik seperti anyaman bambu, tie-dye, hingga konstruksi kayu tanpa paku diolah menjadi produk kontemporer, mulai dari dekorasi rumah hingga alat tulis.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa nilai budaya kini menjadi faktor penting dalam daya saing produk global. Konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga cerita dan identitas di baliknya.
Sebagai salah satu pusat produksi kerajinan terbesar di dunia, Shenzhen sendiri memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat, dengan ribuan produsen dan tenaga kerja di sektor ini.
Hal ini menjadikan kota tersebut sebagai referensi penting dalam perkembangan desain dan manufaktur produk kreatif.
Dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk yang berkelanjutan, personal, dan berbasis budaya, industri kerajinan diproyeksikan terus tumbuh. Bagi Indonesia, momentum ini menjadi peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam pasar kerajinan dunia.
Pameran Shenzhen 2026 menunjukkan bahwa masa depan industri ini tidak hanya ditentukan oleh fungsi, tetapi juga oleh kreativitas, identitas, dan kemampuan membaca arah tren global.
Peluang bagi Indonesia
Tren ini membuka peluang besar bagi produk kerajinan Indonesia yang kaya akan warisan budaya. Teknik seperti batik, ukiran kayu, anyaman rotan, hingga kerajinan perak memiliki potensi kuat untuk masuk ke pasar global jika dikemas dengan desain modern dan strategi branding yang tepat.
Dalam konteks ini, pameran seperti INACRAFT menjadi penting sebagai etalase nasional untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar internasional. INACRAFT selama ini menjadi pintu bagi pelaku UMKM dan perajin Indonesia untuk menjangkau buyer global, sekaligus mengikuti perkembangan tren industri.
Kehadiran Indonesia dalam pameran internasional seperti Shenzhen Gift Fair juga dinilai strategis untuk memperluas jaringan ekspor dan memahami preferensi pasar global yang terus berubah.





