Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menguasai tiga keterampilan untuk menghadapi digitalisasi. Ketiganya meliputi kemampuan belajar dan beradaptasi, mengelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital secara cerdas.
Menurut Roro, penguasaan tiga keterampilan itu menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk menjalani transformasi digital, meningkatkan daya saing, dan meraih peluang di pasar global.
“Tiga hal esensial tersebut yaitu terus belajar dan beradaptasi, bijak mengelola keuangan usaha, serta menjadi pelaku usaha digital yang cerdas,” kata Roro dalam kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan Bukalapak di Jakarta, Selasa, 27 Oktober.
Ia menjelaskan, kemampuan beradaptasi diperlukan agar pelaku usaha tetap relevan dengan perubahan tren pasar dan kebutuhan konsumen. Pengelolaan keuangan yang baik, kata dia, dapat menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Adapun kecakapan digital memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan teknologi secara efektif, terukur, dan aman.
Roro berharap ketiga keterampilan tersebut dapat membantu UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar internasional.
“Sinergi dari ketiga hal esensial tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan para pelaku usaha lainnya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mampu bersaing secara tangguh di kancah global,” ujarnya.
Roro mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Usaha kecil, menurut dia, bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi ruang bagi kreativitas dan penciptaan nilai ekonomi.
Ia mencontohkan warung yang memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat hingga usaha gim dan produk digital yang dikembangkan generasi muda. Karena itu, pemerintah perlu mendorong UMKM agar tumbuh dan memperluas jangkauan pasar.
Perhatian khusus, kata Roro, juga perlu diberikan kepada perempuan pelaku usaha yang menjalankan bisnis sekaligus mengelola keluarga.
Data yang disampaikan Roro menunjukkan perempuan mencakup 64,5 persen dari pelaku UMKM nasional. Angka itu, menurut dia, mencerminkan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran sentral dan strategis sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan di Indonesia,” kata Roro.
Ia menilai kontribusi perempuan juga memperlihatkan ketangguhan dan kemandirian dalam memperkuat perekonomian nasional.
Meski demikian, Roro mengakui UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain akses terhadap modal dan pasar, kemampuan pengelolaan usaha, serta pengetahuan digital.
Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan mitra lainnya untuk mengatasi persoalan tersebut.
Roro mengapresiasi Bukalapak dan pihak-pihak yang berkolaborasi dalam pemberdayaan UMKM. Ia berharap kegiatan PUJAAN dapat memperkuat semangat pelaku usaha, meningkatkan pengetahuan, dan membuka peluang pengembangan bisnis.
Pelaksana tugas Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah, mengatakan PUJAAN tidak hanya berorientasi pada kompetisi modal usaha. Program tersebut juga dirancang untuk memperluas akses pembelajaran, membantu pelaku usaha menemukan peluang, dan mendorong pengembangan bisnis.
Natalia mengatakan program itu menjangkau pelaku usaha dari UMKM konvensional hingga ekosistem gim.
“Dengan melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan, diyakini mampu mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih inklusif, sekaligus mempercepat daya saing para pelaku usaha digital di tanah air,” ujarnya.
Sukartini, salah satu Mitra Bukalapak, mengatakan keikutsertaannya dalam ekosistem tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan usaha. Ia memperoleh kesempatan berdiskusi melalui komunitas, mendapatkan arahan berjualan, serta mempelajari berbagai strategi bisnis.
Sukartini berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung dengan jumlah peserta lebih banyak. Dengan begitu, semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan bisnis di era digital.




